Prinsip-Prinsip Umum Survey Jika survai/ pemetaan gua dilakukan sendirian, hal ini berarti sama sekali tidak ada kesempatan untuk melakukan hal yang terbaik, maka untuk itu harus membutuhkan bantuan dari orang lain. Sehingga kegiatan survai seharusnya dilakukan oleh sebuah tim yang terlatih.dan mengunakan alat ukur seperti alat survey ( Theodolit / Theodolite ) selain itu juga masing - masing individu juga harus mempunyai alat survey seperti : Alat Survey Theodolit, alat survey Theodolite, Alat Survey Automatic Level dan alat survey Total Station Ada tiga jenis pekerjaan lapangan: Alternatifnya, jika surveyor mempunyai seorang pembantu, seorang membawa ujung pita, sementara yang lainnya membaca instrumen dan menyelesaikan berbagai tugas yang diperlukan. Sebelum mulai perjalanan survai, surveyor harus memastikan bahwa tiap asisten mengetahui apa yang diharapkannya dari mereka, dan bagaimana mengerjakannya. Apakah seorang pembaca instrumen telah akrab dengan alatnya dan apakah dia mengerti persis macam apa saja yang diharapkan pada tiap pembacaan? Apakah semua anggota kelompok mengerti pembicaraan yang digunakan untuk batasan istilah ‘kiri’, ‘belakang’ dll? Perhatian terhadap hal-hal kecil seperti ini akan menghindarkan diri dari kegagalan dan kesalahan. Lembar rekaman survey Metode untuk merekam informasi di dalam gua dalam menggunkan alat survey seperti theodolit / theodolite,Alat Survey Theodolit, alat survey Theodolite, Alat Survey Automatic Level dan alat survey Total Station , tergantung pada selera dan pengalaman. Tiap surveyor akan mencari cara dengan metodenya sendiri. Hal ini menyebabkan penggunaan buku catatan lebih disukai (Brook, 1970) tetapi secara umum lebih baik menggunakan lay out berbentuk tabel pada lembaran kertas bebas. Dalam bentuk ini, jika ada kehilangan data dengan mudah diketahui dan tidak ada keraguan mengenai tiap bentuk data. silakan temuan informasi mengenai teknik survey lainya pada Theodolite, Theodolit, Alat Survey Theodolit, alat survey Theodolite, Alat Survey , Alat Survey Automatic Level, alat survey Total Station atau juga Theodolite / Theodolit: Alat Survey Theodolit & Theodolite | Automatic Level | Total Station dan 88db.com
1) pengukuran centre line survai,
2) merekam penampang, detail bentuk lorong, dll, dan
3) detail permukaan diatas gua.
Senin, 06 Oktober 2008
Prinsip-Prinsip Umum Survey
Diposting oleh Unknown di 16.37 0 komentar
Label: alat -alat ukur, alat alat ukur, Alat Survey, alat surveying, alat ukur, garmin gps, pemetaan gua, survey gua, tips survey gua, toko alat survey
Kamis, 10 Juli 2008
PEMETAAN GUA
Layaknya peta-peta yang lain, peta gua juga memiliki derajat ketelitian (grade) yang berbeda. Tingkatan itu yang oleh BCRA (British Cave Research Association) dibedakan menjadi 6 tingkatan khusus dan pembagian ini berdasarkan keakuratan pengukuran, teknik yang digunakan dan peralatan yang digunakan. Grade I adalah grade yang hanya membuat sketsa dengan akurasi rendah, tanpa membuat pengukuran. Grade II adalah grade yang digunakan jika diperlukan untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasi antar grade I dan III. Grade III adalah pemetaan yang menggunakan survey magnetic kasar, sudut horizontal dan sudut vertical dan diukur dengan peralatan, derajat kesalahan ± 2,5°. Alat ukur jarak dengan kesalahan ± 50 cm, kesalahan posisi stasiun 50 cm. Grade IV dapat digunakan jika diperlukan untuk menggambarkan survey yang tidak sampai ke grade V tetapi lebih akurat daripada grade III. Grade V adalah survey dengan peralatan magnetic yang mana akurasi sudut horizontal dan vertikalnya hanya ± 1°. Akurasi pengukuran jarak ± 10 cm dan kesalahan posisi stasiun kurang dari 10 cm. Grade VI adalah survey yang dilakukan dengan lebih akurat dari grade V. Sementara grade yang terakhir adalah grade X yang mana survey ini menggunakan theodolite sebagai pengganti kompas.
Selain tingkatan-tingkatan diatas BCRA membuat klasifikasi tingkatan peta gua berdasarkan tingkat ketelitian detail survey yang dibagi atas klas A yang mana semua detail dibuat berdasarkan hapalan luar kepala, Klas B yang detail lorong dicatat dalam gua berdasarkan perkiraan, Klas C detail lorong diukur pada stasiun survey, dan yang terakhir Klas D yang detail lorong diukur pada stasiun survey dan antar stasiun.
Kombinasi grade dan Klas juga sering digunakan dengan catatan bahwa derajat pengukuran ini harus diusahakan sejak dua stasiun pertama karena kesalahan yang timbul juga akan bersifat kumulatif dimana semakin jauh dari titik awal maka akan semakin besar pula kesalahan yang ditimbulkan.
System pemetaan gua berdasarkan arah survey juga terbagi dua yaitu Top to bottom dan Bottom to top. Top to bottom adalah pengukuran yang dimulai dari entrance hingga ujung lorong/dasar gua atau hingga stasiun terakhir. Bottom to top adalah pengukuran dari ujung lorong/dasar gua sampai entrance atau kebalikan dari system Top to bottom.
Pengumpulan data adalah langkah pertama yang bisa digunakan dalam pembuatan peta gua. Pengumpulan data biasanya dilakukan oleh suatu team yang idealnya terdiri dari empat orang dengan pembagian tugas masing-masing. Orang pertama akan bertugas sebagai pembaca alat-alat ukur. Orang pertama ini akan membawa alat-alat seperti clinometer, kompas dan meteran. Orang kedua bertugas sebagai stasiun pengukuran, orang kedua ini membawa ujung meteran yang dipegang oleh orang pertama. Tinggi orang pertama dan kedua sedapatnya diusahakan memiliki tinggi yang sama dengan tujuan untuk mendapatkan ketelitian dalam pengukuran elevasi (kemiringan lantai). Orang ketiga bertugas sebagai pencatat data pengukuran, descriptor untuk cross system (irisan lorong) dan sketsa perjalanan. Orang keempat adalah leader, penentu titik stasiun maupun sebagai pemasang lintasan pada penelusuran gua vertical.
Data-data yang diambil berupa sudut clinometer untuk mengetahui elevasi/sudut kemiringan lantai gua. Sudut kompas untuk mengetahui arah lorong dari arah utara kompas. Jarak miring untuk mengetahui jarak antar stasiun pengukuran. Jarak kiri/kanan untuk memperoleh jarak antara dinding kiri dan kanan dari stasiun pengukuran. Tinggi atap untuk mengetahui tinggi atap pada setiap stasiun pengukuran. Cross section adalah penampang lorong gua. Sketsa perjalanan adalah sketsa yang dibuat dari arah kompas dan diisi dengan keterangan-keterangan yang tidak terdapat dalam work sheet data (diisi dengan simbol-simbol kondisi gua, ornament gua, air, lumpur, pasir dan hal-hal lainnya).
Setelah semua data yang diperlukan diperoleh barulah diadakan perhitungan data untuk menghitung data-data yang diambil dilapangan. Untuk perhitungan ini sudah ada table yang didalamnya terdapat rumus-rumus yang akan diper-gunakan, antara lain menggunakan rumus Jarak datar (I) = cosinus klino x jarak miring (D), Absis (X) = sinus kompas x jarak datar (I), Koordinasi sumbu x (2x) = penambahan absis terhadap status sebelumnya, Ordinasi (Y) = cosinus kompas x jarak datar (I), Koordinasi sumbu Y (ÓY) = penambahan ordinat terhadap status sebelumnya, Beda elevasi (h) =tangent klino x jarak datar (I), Beda elevasi total (Óh) = penambahan beda elevasi terhadap stasiun sebelumnya. Dalam penggunaan rumus-rumus diatas hal-hal yang perlu diperhatikan adalah penghitungan Óx, Óy, Óh pada percobaan sebelumnya.
Setelah semua data-data diperoleh, barulah gua dapat digambarkan sebagai plan section, extended section, projected section atau peta gua tiga dimensi. Plan section adalah peta gua tampak atas., extended section adalah peta gua tampak samping tanpa proyeksi, sedangkan projected elevasion adalah peta gua tampak samping, diproyeksikan dari plan section.
Tahapan-tahapan dalam menggambar peta gua diawali dengan menentukan skala peta dan arah utara peta, penentuan titik koordinat tiap stasiun (system koordinasi polar, system koordinasi cartesius), penetuan jarak titik dinding dan kanan tiap stasiun dan tiap perubahan lebar lorong, menghubungkan titik dinding kiri dan kanan antar stasiun, memasukkan symbol-simbol koordinasi gua, menggambar cross section dan membuat kelengkapan peta. Kelengkapan peta sendiri terdiri dari nama gua, grade peta, lokasi gua (administrasi, geografi, elevasi dpl), arah utara peta, skala peta (grafis, fraksi), waktu survey (tanggal, bulan, tahun), surveyor (kelompok, anggota, acara), panjang dan kedalaman gua dan yang terakhir diharapkan adanya foto-foto gua tersebut. Selamat mencoba !!! Cepot
Diposting oleh Anonim di 11.24 0 komentar
Label: alat pemetaan, alat pengukuran, Alat Survey, jasa pemetaan, metode pemetaan, metode pengukuran, pemetaan gua, peta gua, survey gua, teknik pemetaan, teori pengukuran
Rabu, 09 Juli 2008
Alat Survey Elektronik
Selama ini dalam dunia pemetaan gua dikenal survey magnetik, yang menggunakan kompas, dan non magnetik (Grade X) yang menggunakan theodolite, baik theodolite buatan sendiri maupun theodolite buatan pabrik. Alat survey theodolite berikut ini tidak secara khusus dibuat untuk pekerjaan survey gua. Namun kemampuan dan fungsi theodolite ini dapat dipergunakan untuk merekam situasi gua secara langsung. Prinsipnya adalah alat theodolite ini mempergunakan LASER untuk melakukan scanning (pemindaian) terhadap bagian yang dituju. Kemudian merekam hasil scanning direkam dalam komputer dan diolah hingga mendapatkan gambar tiga dimensi yang sama dengan profil target.
Alat theodolite ini terintegrasi dengan software yang dibuat secara khusus untuk dipergunakan bersama alat theodolite ini serta kamera untuk kalibrasi warna yang beresolusi tinggi. Kombinasi dari komponen-komponen survai metode ini (scanner, software, kamera) memberikan hasil: mesh tekstur yang beresolusi tinggi secara otomatis, rekonstruksi tiga dimensional menyerupai foto, identifikasi detail yang persis sama, pengukuran posisi dan jarak secara online, setting secara online dari berbagai sudut pandang.
Ketelitian dan akurasi alat theodolite ini cukup tinggi. Keakuratan theodolite ini dalam pembidikan tunggal adalah 10 mm, dan bila dengan rata-rata adalah 5 mm. Ketelitian pengukuran adalah 5 mm.
Di bawah ini adalah gambar-gambar yang pernah diambil di www.riegl.com, sayangnya sekarang situs ini sudah di-update dengan meniadakan gambar-gambar di bawah ini beserta artikelnya yang mendeskripsikan pelaksanaan scanning di dalam gua
Gambar alat scan dan skema koneksi dengan laptop
Gambar hasil scanning
Dalam situs resmi produsen alat ini, tidak ditampilkan scanning lorong gua dari lantai hingga ke atap.
Diposting oleh Anonim di 14.03 0 komentar
Label: alat pemetaan, Alat Survey, alat ukur, hasil pengukuran, hasil survey, kerja survey, metode pengukuran, metode survey, survey gua, survey penelitian, teori pengukuran