Tampilkan postingan dengan label metode survey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metode survey. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2008

Pengukuran (Surveying)

Pengukuran adalah sebuah teknik pengambilan data yang
dapat memberikan nilai panjang, tinggi dan arah
relatif dari sebuah obyek ke obyek lainnya. Pengukuran
terletak di antara ilmu geodesi dan ilmu pemetaan.
Hasil penelitian geodesi dipakai sebagai dasar
referensi pengukuran, kemudian hasil pengolahan data
pengukuran adalah dasar dari pembuatan peta.

Untuk melakukan sebuah pengukuran diperlukan
perencanaan dan persiapan terlebih dahulu agar hasil
yang diperoleh dapat digunakan secara efektif dengan
waktu, biaya dan tenaga pengukuran yang efisien.

Pengukuran memerlukan alat ukur. Theodolite,
waterpass, meteran, total station, gps, echosounder,
sextant adalah contoh-contoh alat ukur.

Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah

Melalui pengikatan kepada titik-titik dasar orde 4, maka dilaksanakan pengukuran tanah bidang per bidang. Bidang-bidang tanah hasil pengukuran kemudian dipetakan dalam Peta Dasar Pendaftaran. Peta ini berskala 1:1000 atau lebih besar untuk daerah perkotaan, 1:2500 atau lebih besar untuk daerah pertanian, dan 1:10000 atau lebih kecil untuk daerah perkebunan besar. Peta ini harus mempunyai ketelitian planimetris lebih besar atau sama dengan 0,3 mm pada skala peta.

Sebelum suatu bidang tanah diukur, wajib dipasang dan ditetapkan tanda-tanda batasnya, setelah mendapat persetujuan dari pemilik tanah yang berbatasan langsung. Apabila sampai dilakukannya penetapan batas dan pengukuran bidang tanah tidak tercapai kesepakatan mengenai batas-batasnya (terjadi sengketa batas), maka ditetapkan batas sementara yang menurut kenyataannya merupakan batas bidang-bidang tanah yang bersangkutan. Kepada yang bersengketa diberitahukan agar menyelesaikannya melalui Pengadilan.

Pengukuran bidang tanah dapat dilakukan secara terestrial, fotogrametrik, atau metoda lainnya. Pengukuran terestris adalah pengukuran dengan menggunakan alat ukur theodolite berikut perlengkapannya seperti: pita ukur, baak ukur, electronic distance measurement (EDM), GPS receiver, dan lain sebagainya.

Adapun pemetaan secara fotogrametrik adalah pemetaan melalui foto udara (periksa foto simulasi di atas). Hasil pemetaan secara fotogrametrik berupa peta foto tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan Sertifikat Hak atas Tanah. Pemetaan secara fotogrametrik tidak dapat lepas dari referensi pengukuran secara terestris, mulai dari penetapan ground controls (titik dasar kontrol) hingga kepada pengukuran batas tanah. Batas-batas tanah yang diidentifikasi pada peta foto harus diukur di lapangan.

Rabu, 09 Juli 2008

Alat Survey Elektronik

Selama ini dalam dunia pemetaan gua dikenal survey magnetik, yang menggunakan kompas, dan non magnetik (Grade X) yang menggunakan theodolite, baik theodolite buatan sendiri maupun theodolite buatan pabrik. Alat survey theodolite berikut ini tidak secara khusus dibuat untuk pekerjaan survey gua. Namun kemampuan dan fungsi theodolite ini dapat dipergunakan untuk merekam situasi gua secara langsung. Prinsipnya adalah alat theodolite ini mempergunakan LASER untuk melakukan scanning (pemindaian) terhadap bagian yang dituju. Kemudian merekam hasil scanning direkam dalam komputer dan diolah hingga mendapatkan gambar tiga dimensi yang sama dengan profil target.

Alat theodolite ini terintegrasi dengan software yang dibuat secara khusus untuk dipergunakan bersama alat theodolite ini serta kamera untuk kalibrasi warna yang beresolusi tinggi. Kombinasi dari komponen-komponen survai metode ini (scanner, software, kamera) memberikan hasil: mesh tekstur yang beresolusi tinggi secara otomatis, rekonstruksi tiga dimensional menyerupai foto, identifikasi detail yang persis sama, pengukuran posisi dan jarak secara online, setting secara online dari berbagai sudut pandang.

Ketelitian dan akurasi alat theodolite ini cukup tinggi. Keakuratan theodolite ini dalam pembidikan tunggal adalah 10 mm, dan bila dengan rata-rata adalah 5 mm. Ketelitian pengukuran adalah 5 mm.

Di bawah ini adalah gambar-gambar yang pernah diambil di www.riegl.com, sayangnya sekarang situs ini sudah di-update dengan meniadakan gambar-gambar di bawah ini beserta artikelnya yang mendeskripsikan pelaksanaan scanning di dalam gua



Gambar alat scan dan skema koneksi dengan laptop





Gambar tahap-tahap scanning situasi lorong gua





Gambar hasil scanning
Dalam situs resmi produsen alat ini, tidak ditampilkan scanning lorong gua dari lantai hingga ke atap.


 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action