Tampilkan postingan dengan label pembawa acara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembawa acara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2008

Mempersiapkan Acara ala Event Organizer

Salah satu penunjang sukses tidaknya sebuah acara adalah persiapan yang matang. Persiapan acara yang memang sudah dipersiapkan sejak dini, tentu berbeda dengan acara yang persiapannya secara mendadak. Oleh karena itu, persiapan yang matang jauh hari sebelum hari H, sangat membantu suksesnya sebuah kegiatan.

Menurut salah seorang direktur perusahaan event organizer, "paling tidak persiapan untuk membuat suatu acara membutuhkan waktu maksimal enam bulan sebelum acara dilakukan. Dengan begitu, acara yang akan dibuat dapat berjalan sesuai rencana. Atau paling tidak, tiga bulan sebelum jadwal acara tersebut dilaksanakan. Walaupun sebenarnya satu minggu sebelum acara, sebenarnya suatu acara masih bisa dilaksanakan.

Acara yang sudah dipersiapkan sejak jauh hari, pasti lebih baik jika dibandingkan persiapan satu bulan. Sebuah perusahaan event organizer akan lebih merasa puas jika jauh-jauh hari acara sudah dipersiapkan. Karena untuk membuat suatu konsep yang sesuai dengan tema acara itu membutuhkan waktu.

Jangka waktu yang cukup, memang dibutuhkan untuk mempersiapkan konsep acara yang benar-benar matang sesuai dengan tema. Dalam konsep inilah segala sesuatunya dipersiapkan, mulai dari pemilihan tempat acara, peralatan yang harus digunakan, konsumsi, kostum dan segala sesuatu yang berhubungan dengan acara tersebut.

Meskipun begitu, menurut pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia event organizer, waktu masih bisa disiasati. Sebenarnya mau waktu lima hari ataupun seminggu tidak masalah jika punya kru yang selalu standby.

Dalam membuat acara dibutuhkan konsep yang baik. Maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pembuatan konsep suatu acara. Untuk masalah konsep, kita bisa membagi menjadi tiga. Yakni konsep baku, di mana konsep ini sebelumnya telah dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga pihak kita tinggal melaksanakan saja.


Kemudian semua konsep acara kita sendiri yang membuatnya, baru dijelaskan kepada mereka (perusahaan). Dan yang terakhir adalah kombinasi. Ini berarti kita dengan pihak perusahaan mengadakan sharing bagaimana acara itu akan dibuat.


Sebenarnya EO melihat berapa besar budget untuk mengadakan suatu acara dari perusahaan, karena besarnya budget perusahaan juga menentukan bagaimana acara itu akan berlangsung. Kalau budget perusahaan tersebut besar, kita juga bisa membuat acara yang besar. Artinya, semua tergantung dengan berapa besarnya budget yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Dalam melaksanakan acara, tujuan yang utama adalah kita ingin memuaskan klien kita. Tentu saja harus profesional, karena kendali acara ada pada kita. Maka dari itu harus dilakukan secara profesional.

Selasa, 24 Juni 2008

Tips presenter radio

Anda ingin menjadi presenter radio / penyiar radio? Di era keterbukaan sekarang peluang berkarir di radio sangatlah terbuka. Anda bisa memulai di radio lokal yang bila dikembangkan terus skill-nya akan berakhir di Washington atau London. Radio sampai sekarang merupakan medium jurnalistik sangat penting dan belum tergantikan televisi.

Presenter radio diperlukan mengikuti era multimedia sekarang ini. Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa bermanfaat untuk menjadi presenter radio khususnya presenter bidang news dan current affairs.(dalam acara tertentu)

1. Wawasan mengenai peristiwa lokal, nasional dan internasional. Seorang presenter apalagi menyampaikan berita setiap hari.

2. Suara yang standar. Setiap orang memiliki warna suara. Temukan suara Anda dengan berlatih. Suara adalah perangkat penting dalam radio. Oleh karena itu menyadari pentingnya pita suara dalam diri seorang presenter acara / MC dalam Acara radio merupakan hal esensial. Apakah warna suara ana bas, bariton atau melengking, semuanya masih memungkinkan tergantung dari radio yang akan dimasuki.

3. Otoritatif namun rileks. Radio adalah medium yang intim. Suara Anda perlu otoritatif namun terdengar akrab. Nada otoritatif itu bisa digambarkan sebagai suara yang akrab di telinga namun mengandung suasana yang lugas dan langsung. Dia tidak basa basi dan berpanjang-pangjang namun terdengar alamiah dan mengalir.

4. Semangat dalam menyampaikan informasi. Sikap antusias dalam menyampaikan informasi merupakan bekal sangat penting. Prinsipnya, jika Anda antusias karena kabar yang disampaikan sesuatu yang baru dan perlu diketahui pendengar maka sikap yang keluar dari suara Anda juga seolah-olah mengajak pendengar untuk mengikutinya. Sebaliknya jika Anda tidak ansusias suda dapat diguga pendengar pun malas mengikutiny.

5. Jadikan siaran Anda “your show”. Anggap ini adalah panggung Anda. Presentasi acara merupakan sebuah pertunjukkan anda. Anda harus menganggap sebagai sopir dan pengendali yang menguasai “panggung” siaran. Setiap nada, intonasi dan suara yang keluar dari diri Anda menjunjukkan bagaimana jalannya siaran itu seharusnya. Seperti halnya teater maka dalam penyampaian pun ada pembukaan, isi dan penutup pada acara radio. Ada nada suara tinggi, rendah dan menekankan. Semuanya disampaikan bukan dengan sikap membosankan.

Perlu juga saya tambahkan tips presenters / pembawa acara ini dari situs BBC.

Presenter sebenarnya “penghubung” satu bagian dengan bagian lain dari siaran. Oleh sebab it kadang-kadang presenter merekam atau menyampaikan secara langsung “links” itu.

Tips dari BBC:

1. Tenang. Suara bicara yang alamiah kadang-kadang terlalu cepat untuk pendengar oleh karena itu tenanglah suaranya dan perlahan-lahan menyampaikan informasi yang Anda sampaikan.

2. Buatlah setiap kata-kata itu berarti. Baca naskah dengan rasa percaya diri dan katakan setiap kata dengan tepat. Jangan mengakhiri kalimat tidak lengkap.

3. Bersikaplah seolah-olah Anda bicara kepada orang tertentu. Bayangkan Anda meneceritakan sesuatu kepada satu orang di dalam pikiran Anda.

4. Hindari rasa canggung dan gelisah. Nanti kedengarannya aneh di telinga pendengar.

5. Tersenyumlah. Mungkin ini terdengar baik, seperti Anda lihat sendiri kadang-kadang sikap tersenyum membuat suara lebih bersahabat.

6. Ingat suara Anda bagus seperti orang lain. Setiap orang bisa bicara lamban atau menyajikan dengan jelas tidak jadi soal apakah aksen anda tinggi atau rendah.

source : http://www.journalist-adventure.com/

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action