Bila renovasi rumah dilakukan untuk kepentingan kenyamanan tinggal keluarga sendiri, Anda bisa mempertimbangkan tips berikut ini: Pertama, tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna. Kedua, buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, atap yang bocor, cat yang terkelupas dan lain-lain. Ketiga, pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget. Keempat, sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai. Yang pertama dalam pemilihan arsitek rumah - kontraktor rumah (A-K) adalah referensi dari keluarga atau rekan yang pernah memakai jasa A-K, karena setidaknya Anda dapat mempercayai referensi dari orang terdekat. Kedua, Anda dapat meminta referensi proyek yang pernah dikerjakan, contoh buat arsitek Anda dapat meminta contoh-contoh designnya, mulai dari denah, façade, detail kusen, detai lantai, detail plafond, denah titik lampu (elektrikal), gambar 3D nya, dan lain-lain. Dari referensi proyek inilah Anda dapat melihat apakah arsitektur rumah yang sedang Anda interview ini cocok dengan keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian bagi keluarga Anda. Untuk Kontraktor ( arsitektur rumah tinggal ), Anda dapat memintanya menunjukkan proyek-proyek yang pernah dikerjakan (yang terbaru setidaknya) agar Anda apat meihat kualitas pekerjaannya, seperti: temboknya apakah banyak yang retak? Kualitas pengecatannya bagaimana? Apakah temboknya rata atau bergelombang? Anda juga bisa melihat kerapihan tukang temboknya dengan melihat garis keramiknya apakah lurus atau tidak. Yang ketiga adalah kecocokan karakter, mungkin Anda berpikir “Apa hubungannya?” Menurut pengalaman saya ini adalah poin terakhir adalah poin yang tidak boleh dilupakan dalam memilih arsitek-kontraktor, sama seperti saya dalam menentukan untuk menerima seorang klien. Mengapa? Agar rasa saling percaya dapat terbentuk, kalau dari pertama saja Anda “gak” yakin dengan karakter serta kejujurannya buat apa di teruskan? Toh kemungkinan keadaan “gak enak di belakang” dapat saja terjadi, dan hal inilah yang ingin kita hindarkan. Dari 3 poin inilah Anda dapat menentukan mana A-K yang dapat Anda pilih. Semoga bermanfaat! source : http://bikinrumah.blogspot.com/
Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.Tips Pemilihan Arsitek-Kontraktor
Kamis, 24 Juli 2008
Tips Renovasi Rumah Minimalis
Diposting oleh Unknown di 13.51 2 komentar
Label: arsitektur rumah tinggal, desain rumah, jasa kontraktor, jasa renovasi rumah, tips desain rumah anda, tips memilih arsitektur, tips renovasi rumah
Selasa, 22 Juli 2008
tips renovasi rumah
1. Sebanyak mungkin cari informasi untuk memperoleh gagasan tampilan rumah yang diinginkan. Bisa dari buku, majalah, internet, atau sumber-sumber lainnya. Tidak ada salahnya juga jika Ada mengunjungi pameran interior dan furnitur untuk mengetahui produk-produk yang tersedia di pasar dan harganya. 2. Tentukanlah anggaran untuk merenovasi rumah tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan yang Anda miliki. Anda bisa menggunakan simpanan dana di tabungan atau deposito, bisa juga Anda meminjam uang kepada pihak lain, baik individu maupun lembaga keuangan. Jika yang terakhir ini menjadi pilihan Anda, maka pertimbangkan pula kemampuan Anda untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut. 3. Berkonsultasilah dengan kontraktor rumah ( perusahaan kontraktor )atau desainer interior yang profesional. Tidak ada salahnya jika Anda meminta contoh portofolio mereka agar Anda memiliki gambaran yang jelas tentang kemampuan si kontraktor atau desainer interior tersebut. Anda juga perlu membandingkan antara satu kontraktor dengan yang lain. Ini penting agar Anda bisa mendapatkan penawaran yang paling bagus sesuai dengan selera dan anggaran yang telah ditentukan. 4. Jika telah memilih jasa kontraktor untuk melakukan pekerjaan renovasi rumah, buatlah kontrak perjanjian secara tertulis. Pekerjaan yang paling kecil sekalipun sebaiknya didokumentasikan secara tertulis dalam kontrak tersebut. Ini penting agar tidak timbul kesalahpahaman dengan kontraktor setelah renovasi selesai. 5. Anda juga perlu melakukan manajemen konstruksi di mana akan tinggal selama proses renovasi berlangsung. Ini penting agar kenyamanan Anda tidak terganggu selama proses renovasi berlangsung. Anda juga perlu minta jadwal pelaksanaan renovasi dari kontraktor sehingga Anda bisa merencanakan aktivitas dengan sebaik-baiknya. 6. Ketika proses renovasi rumah / konstruksi rumah dimulai, sebisa mungkin hindari perubahan rencana yang telah ditetapkan. Sebab, perubahan bisa berakibat waktu renovasi molor dan pembengkakan anggaran. Jadi, disiplinlah dengan rencana dan bujet yang telah Anda tetapkan sebelumnya. 7.untuk yang tidak memiliki banyak waktu luang/kosong mungkin akan cenderung memilih alternatif pertama yakni memborongkan seluruh pekerjaan renovasi ke tukang bangunan.poin plus nya adalah anda tidak perlu repot-repot mengawasi pekerjaan para tukang, membeli bahan-bahan bangunan sampai mengurus surat-surat perizinan (imb dll). poin minusnya tentu saja akan memakan biaya besar dan anda tidak leluasa mengawasi pekerjaan. http://osinaga.wordpress.com/
Diposting oleh ramirez di 22.42 1 komentar
Label: desainer interior, guidepost, jasa kontraktor, konstruksi rumah, kontraktor rumah, manajemen konstruksi, merenovasi rumah, pekerjaan renovasi, perusahaan kontraktor, renovasi rumah, tampilan rumah
Sabtu, 19 Juli 2008
Tips Memilih Jasa Kontraktor
UNTUK memilih kontraktor, Anda tentu tak bisa langsung asal pilih. Ada baiknya, Anda memilih kontraktor yang benar-benar profesional. Jangan tergiur dengan harga murah. Sebab, bisa jadi, kontraktor itu menurunkan kualitas bangunan agar bisa menekan harga. Anda tak mau kan, bila rumah impian tiba-tiba retak dan malah bisa roboh. Departemen Pekerjaan Umum mencatat, masyarakat masih terbiasa memilih jasa kontraktor hanya berdasarkan biaya. Akibatnya, banyak orang kecewa karena bangunan rumah tak bertahan lama. Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Bangunan dan Sumber Daya Manusia Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursyiwan bilang, masyarakat sebaiknya memilih jasa kontraktor yang memiliki sertifikat. Sebab, sesuai Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, badan usaha ini harus mendapatkan sertifikat dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. Melalui sertifikat ini, Anda bisa melihat kualitas tenaga ahli yang bekerja di perusahaan kontraktor, peralatan, modal hingga pengalaman sang kontraktor. Sampai saat ini, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi mencatat, ada 98.000 usaha jasa kontraktor, 6.000 Usaha Jasa Konsultan, 22.000 tenaga ahli, dan puluhan ribu tenaga terampil di bidang konstruksi yang telah memiliki sertifikat. Setali tiga uang, dalam catatan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) banyak orang merasa tertipu dan mengadu ke YLKI soal kualitas bangunan buatan kontraktor. “Karena tergolong usaha yang mudah berdiri, banyak orang membuat perusahaan kontraktor,” ujar Sudaryatmo, anggota Pengurus Harian YLKI. Makanya, konsumen harus berani menanyakan sertifikat ke kontraktor. “Itu adalah hak konsumen. Kalau profesional, mereka harus menunjukan,” tegas Sudaryatmo. Menurut Sudaryatmo, konsumen dapat mengajukan tuntutan kompensasi bila pembangunan rumah tidak sesuai dengan kontrak yang disepakati dengan kontraktor. Agar tak terjerembab, selain sertifikat, pastikan Anda bertanya tentang ketepatan jadwal pembangunan, waktu yang dibutuhkan per hari, pengamanan, bahan bangunan, sampai jumlah orang yang bakal bekerja dalam pembangunan rumah. Anda juga wajib bertanya soal biaya ekstra yang harus Anda keluarkan. Ada baiknya, Anda juga meneliti pengalaman kontraktor tentang proyek yang telah mereka kerjakan. Menurut Sudaryatmo, kompetensi perusahaan dan tenaga ahli perusahaan itu juga tampak pada berbagai karya yang mereka hasilkan. “Lebih baik lagi kalau Anda bisa mencari second opinion,” katanya. Edy Can dari : kontan-harian.com
Diposting oleh Anonim di 00.37 0 komentar
Label: bidang konstruksi, guidepost, jasa konsultan, jasa kontraktor, konstruksi bangunan, kontraktor profesional, Pekerjaan Umum, pembangunan rumah, perusahaan kontraktor, tenaga ahli
Jumat, 18 Juli 2008
Tips Renovasi Rumah
Bila renovasi rumah dilakukan untuk kepentingan kenyamanan tinggal keluarga sendiri, Anda bisa mempertimbangkan tips berikut ini:
Pertama, tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.
Kedua, buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, atap yang bocor, cat yang terkelupas dan lain-lain.
Ketiga, pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget.
Keempat, sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai.
Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.
Kelima, jika ingin mendesain rumah, Desain Rumah sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan baru.
(sumber : Harian Global.com)
Tips Pemilihan Arsitek-Kontraktor
Yang pertama dalam pemilihan arsitek rumah - kontraktor rumah (A-K) adalah referensi dari keluarga atau rekan yang pernah memakai jasa A-K, karena setidaknya Anda dapat mempercayai referensi dari orang terdekat.
Kedua, Anda dapat meminta referensi proyek yang pernah dikerjakan, contoh buat arsitek Anda dapat meminta contoh-contoh designnya, mulai dari denah, façade, detail kusen, detai lantai, detail plafond, denah titik lampu (elektrikal), gambar 3D nya, dan lain-lain. Dari referensi proyek inilah Anda dapat melihat apakah arsitektur rumah yang sedang Anda interview ini cocok dengan keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian bagi keluarga Anda.
Untuk Kontraktor ( arsitektur rumah tinggal ), Anda dapat memintanya menunjukkan proyek-proyek yang pernah dikerjakan (yang terbaru setidaknya) agar Anda apat meihat kualitas pekerjaannya, seperti: temboknya apakah banyak yang retak? Kualitas pengecatannya bagaimana? Apakah temboknya rata atau bergelombang? Anda juga bisa melihat kerapihan tukang temboknya dengan melihat garis keramiknya apakah lurus atau tidak.
Yang ketiga adalah kecocokan karakter, mungkin Anda berpikir “Apa hubungannya?” Menurut pengalaman saya ini adalah poin terakhir adalah poin yang tidak boleh dilupakan dalam memilih arsitek-kontraktor, sama seperti saya dalam menentukan untuk menerima seorang klien. Mengapa? Agar rasa saling percaya dapat terbentuk, kalau dari pertama saja Anda “gak” yakin dengan karakter serta kejujurannya buat apa di teruskan? Toh kemungkinan keadaan “gak enak di belakang” dapat saja terjadi, dan hal inilah yang ingin kita hindarkan.
Dari 3 poin inilah Anda dapat menentukan mana A-K yang dapat Anda pilih.
Semoga bermanfaat!
source : http://bikinrumah.blogspot.com/
Diposting oleh Anonim di 01.30 1 komentar
Label: arsitek rumah, Arsitek-Kontraktor, arsitektur rumah, arsitektur rumah tinggal, desain rumah, guidepost, jasa kontraktor, kontraktor rumah, mendesain rumah, merenovasi rumah, renovasi rumah
