Tampilkan postingan dengan label renovasi rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renovasi rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2009

Rencana Renovasi Rumah

Mengubah suasana rumah perlu dilakukan untuk memberi kesegaran baru, memerbaiki sudut-sudut rumah, dan mempercantik bagian-bagian yang mulai tidak sedap dipandang mata. Namun di saat harga-harga yang semakin tinggi membuat orang berfikir dua kali untuk melakukannya.

Dengan sedikit usaha keinginan renovasi rumah tersebut dapat diwujudkan. Berikut tips untuk anda :

1. Tentukan skala prioritas
Tidak perlu semua bagian direnovasi, anda dapat menentukan bagian mana saja yang memang sudah harus diperbaiki dengan membuat skala prioritas.

2. Tentukan besar anggaran
Keinginan untuk merenovasi rumah terkadang terbatasi oleh kemampuan anggaran. Oleh karena itu pastikan terlebih dahulu berapa besar anggaran yang anda miliki sehingga memudahkan dalam menentukan memilih bagian rumah mana yang akan direnovasi.

3. Pilihlah area yang tepat
Area rumah yang akan direnovasi memengaruhi nuansa rumah secara keseluruhan. Merenovasi kamar mandi atau kamar tidur misalnya, akan memberikan semangat baru, kesegaran baru bagi pemiliknya.

4. Kerjakan sendiri
Ada beberapa hal yang dapat dikerjakan sendiri sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar tukang. Seperti mengecat tembok rumah, hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama dengan keluarga yang justru bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

5. Survei harga
Jika anda ingin renovasi rumah dengan mengganti materialnya, ada baiknya anda melakukan survei terlebih dahulu. Bandingakan dengan harga ditempat lain, dan seandainya ada anda bisa mencari pengganti alternatif yang menyerupai misalnya lantai keramik berpola marmer dapat anda jadikan pengganti lantai marmer. Disamping harganya yang lebih murah, corak dan desainnya juga tidak jauh berbeda dengan lantai marmer.

6. Rencanakan dengan matang
Buatlah sebuah rencana renovasi dengan matang, untuk menghindari terjadinya perubahan-perubahan saat proses pengerjaan. Karena tanpa disadari perubahan-perubahan tersebut justru akan memperbesar anggaran anda.

7. Berkreasilah
Tidak semua renovasi rumah harus menggunakan perabot baru. Anda dapat menciptakan barang-barang perabot yang tidak kalah bagusnya dengan yang baru dengan memanfaatkan perabot-perabot lama seperti meja belajar yang telah tidak terpakai dapat anda gunakan sebagai meja dapur, atau bekas salon audio dapat anda sulap menjadi meja mini untuk anak anda belajar.

Selamat merenovasi rumah anda dan silahkan kunjungi RumahdanProperti.com untuk seputar informasi lain mengenai Jual Rumah, Beli Rumah, Rumah Dijual, Rumah Disewakan, dan Properti Indonesia.

Rabu, 23 Juli 2008

tips renovasi rumah

1. Sebanyak mungkin cari informasi untuk memperoleh gagasan tampilan rumah yang diinginkan. Bisa dari buku, majalah, internet, atau sumber-sumber lainnya. Tidak ada salahnya juga jika Ada mengunjungi pameran interior dan furnitur untuk mengetahui produk-produk yang tersedia di pasar dan harganya.

2. Tentukanlah anggaran untuk merenovasi rumah tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan yang Anda miliki. Anda bisa menggunakan simpanan dana di tabungan atau deposito, bisa juga Anda meminjam uang kepada pihak lain, baik individu maupun lembaga keuangan. Jika yang terakhir ini menjadi pilihan Anda, maka pertimbangkan pula kemampuan Anda untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut.

3. Berkonsultasilah dengan kontraktor rumah ( perusahaan kontraktor )atau desainer interior yang profesional. Tidak ada salahnya jika Anda meminta contoh portofolio mereka agar Anda memiliki gambaran yang jelas tentang kemampuan si kontraktor atau desainer interior tersebut. Anda juga perlu membandingkan antara satu kontraktor dengan yang lain. Ini penting agar Anda bisa mendapatkan penawaran yang paling bagus sesuai dengan selera dan anggaran yang telah ditentukan.

4. Jika telah memilih jasa kontraktor untuk melakukan pekerjaan renovasi rumah, buatlah kontrak perjanjian secara tertulis. Pekerjaan yang paling kecil sekalipun sebaiknya didokumentasikan secara tertulis dalam kontrak tersebut. Ini penting agar tidak timbul kesalahpahaman dengan kontraktor setelah renovasi selesai.

5. Anda juga perlu melakukan manajemen konstruksi di mana akan tinggal selama proses renovasi berlangsung. Ini penting agar kenyamanan Anda tidak terganggu selama proses renovasi berlangsung. Anda juga perlu minta jadwal pelaksanaan renovasi dari kontraktor sehingga Anda bisa merencanakan aktivitas dengan sebaik-baiknya.

6. Ketika proses renovasi rumah / konstruksi rumah dimulai, sebisa mungkin hindari perubahan rencana yang telah ditetapkan. Sebab, perubahan bisa berakibat waktu renovasi molor dan pembengkakan anggaran. Jadi, disiplinlah dengan rencana dan bujet yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

7.untuk yang tidak memiliki banyak waktu luang/kosong mungkin akan cenderung memilih alternatif pertama yakni memborongkan seluruh pekerjaan renovasi ke tukang bangunan.poin plus nya adalah anda tidak perlu repot-repot mengawasi pekerjaan para tukang, membeli bahan-bahan bangunan sampai mengurus surat-surat perizinan (imb dll). poin minusnya tentu saja akan memakan biaya besar dan anda tidak leluasa mengawasi pekerjaan.

http://osinaga.wordpress.com

Selasa, 22 Juli 2008

tips renovasi rumah


1. Sebanyak mungkin cari informasi untuk memperoleh gagasan tampilan rumah yang diinginkan. Bisa dari buku, majalah, internet, atau sumber-sumber lainnya. Tidak ada salahnya juga jika Ada mengunjungi pameran interior dan furnitur untuk mengetahui produk-produk yang tersedia di pasar dan harganya.

2. Tentukanlah anggaran untuk merenovasi rumah tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan yang Anda miliki. Anda bisa menggunakan simpanan dana di tabungan atau deposito, bisa juga Anda meminjam uang kepada pihak lain, baik individu maupun lembaga keuangan. Jika yang terakhir ini menjadi pilihan Anda, maka pertimbangkan pula kemampuan Anda untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut.

3. Berkonsultasilah dengan kontraktor rumah ( perusahaan kontraktor )atau desainer interior yang profesional. Tidak ada salahnya jika Anda meminta contoh portofolio mereka agar Anda memiliki gambaran yang jelas tentang kemampuan si kontraktor atau desainer interior tersebut. Anda juga perlu membandingkan antara satu kontraktor dengan yang lain. Ini penting agar Anda bisa mendapatkan penawaran yang paling bagus sesuai dengan selera dan anggaran yang telah ditentukan.

4. Jika telah memilih jasa kontraktor untuk melakukan pekerjaan renovasi rumah, buatlah kontrak perjanjian secara tertulis. Pekerjaan yang paling kecil sekalipun sebaiknya didokumentasikan secara tertulis dalam kontrak tersebut. Ini penting agar tidak timbul kesalahpahaman dengan kontraktor setelah renovasi selesai.

5. Anda juga perlu melakukan manajemen konstruksi di mana akan tinggal selama proses renovasi berlangsung. Ini penting agar kenyamanan Anda tidak terganggu selama proses renovasi berlangsung. Anda juga perlu minta jadwal pelaksanaan renovasi dari kontraktor sehingga Anda bisa merencanakan aktivitas dengan sebaik-baiknya.

6. Ketika proses renovasi rumah / konstruksi rumah dimulai, sebisa mungkin hindari perubahan rencana yang telah ditetapkan. Sebab, perubahan bisa berakibat waktu renovasi molor dan pembengkakan anggaran. Jadi, disiplinlah dengan rencana dan bujet yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

7.untuk yang tidak memiliki banyak waktu luang/kosong mungkin akan cenderung memilih alternatif pertama yakni memborongkan seluruh pekerjaan renovasi ke tukang bangunan.poin plus nya adalah anda tidak perlu repot-repot mengawasi pekerjaan para tukang, membeli bahan-bahan bangunan sampai mengurus surat-surat perizinan (imb dll). poin minusnya tentu saja akan memakan biaya besar dan anda tidak leluasa mengawasi pekerjaan.

http://osinaga.wordpress.com/

Jumat, 18 Juli 2008

Tips Renovasi Rumah



Bila renovasi rumah dilakukan untuk kepentingan kenyamanan tinggal keluarga sendiri, Anda bisa mempertimbangkan tips berikut ini:

Pertama, tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.

Kedua, buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, atap yang bocor, cat yang terkelupas dan lain-lain.

Ketiga, pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget.

Keempat, sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai.
Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.

Kelima, jika ingin mendesain rumah, Desain Rumah sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan baru.

(sumber : Harian Global.com)

Tips Pemilihan Arsitek-Kontraktor

Yang pertama dalam pemilihan arsitek rumah - kontraktor rumah (A-K) adalah referensi dari keluarga atau rekan yang pernah memakai jasa A-K, karena setidaknya Anda dapat mempercayai referensi dari orang terdekat.

Kedua, Anda dapat meminta referensi proyek yang pernah dikerjakan, contoh buat arsitek Anda dapat meminta contoh-contoh designnya, mulai dari denah, façade, detail kusen, detai lantai, detail plafond, denah titik lampu (elektrikal), gambar 3D nya, dan lain-lain. Dari referensi proyek inilah Anda dapat melihat apakah arsitektur rumah yang sedang Anda interview ini cocok dengan keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian bagi keluarga Anda.

Untuk Kontraktor ( arsitektur rumah tinggal ), Anda dapat memintanya menunjukkan proyek-proyek yang pernah dikerjakan (yang terbaru setidaknya) agar Anda apat meihat kualitas pekerjaannya, seperti: temboknya apakah banyak yang retak? Kualitas pengecatannya bagaimana? Apakah temboknya rata atau bergelombang? Anda juga bisa melihat kerapihan tukang temboknya dengan melihat garis keramiknya apakah lurus atau tidak.

Yang ketiga adalah kecocokan karakter, mungkin Anda berpikir “Apa hubungannya?” Menurut pengalaman saya ini adalah poin terakhir adalah poin yang tidak boleh dilupakan dalam memilih arsitek-kontraktor, sama seperti saya dalam menentukan untuk menerima seorang klien. Mengapa? Agar rasa saling percaya dapat terbentuk, kalau dari pertama saja Anda “gak” yakin dengan karakter serta kejujurannya buat apa di teruskan? Toh kemungkinan keadaan “gak enak di belakang” dapat saja terjadi, dan hal inilah yang ingin kita hindarkan.

Dari 3 poin inilah Anda dapat menentukan mana A-K yang dapat Anda pilih.

Semoga bermanfaat!

source : http://bikinrumah.blogspot.com/

Selasa, 24 Juni 2008

Memilih Arsitek Rumah

Memiliki rumah yang bagus dan sesuai selera serta gaya hidup, tentulah dambaan semua orang. Hal seperti itu belum tentu bisa diwujudkan apabila kita membeli rumah jadi. Sebab membeli rumah jadi berarti kita memakai desain dan konsep orang lain. Belum tentu desain tersebut sesuai dengan keinginan dan gaya yang kita miliki. Lalu bagaimana agar bisa memiliki rumah yang menjadi idaman kita? Caranya dengan mengonsep, mendesain, dan membangun sendiri sebuah rumah.

Untuk membangun rumah mulai dari konsep, desain, dan sebagainya , diperlukan perancang bangunan (arsitek) yang bisa mentransfer ide dan keinginan kita ke dalam sebuah rancangan bangunan. Dengan memilih seorang arsitek yang benar-benar berkualitas, gambaran tentang sebuah rumah ideal yang ada dalam pikiran kita bisa menjadi kenyataan.

Seorang arsitek bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi.

Tugas arsitek bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu arsitektur. Pada proses ini arsitek akan memberikan saran kepada klien tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.

Ketika hasil rancangan tersebut disetujui oleh klien, maka ada kontrak kerja dengan klien guna memvisualisasikan rancangan itu hingga menjadi sebuah bangunan utuh. Pada kontrak tersebut tertera segala aturan main mengenai proses pembuatan bangunan.

Memilih arsitek yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitek yang akan membuat konsep rumah atau bangunan Anda.

1. Kenali macam-macam gaya arsitektur untuk diwujudkan dalam rumah Anda. Anda bisa memilih gaya global, seperti gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya.

Setelah menentukan gaya apa, barulah Anda memilih seorang arsitek yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi. Makin jelas keinginan dan gaya yang Anda kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.

2. Setiap arsitek, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali berbagai karya arsitek yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada arsitek yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah idaman Anda.

3. Arsitek yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitek, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.

Renovasi Rumah Secara Bijak

Agar renovasi rumah / membangun rumah tidak mengeluarkan biaya yang tinggi, bertindak secara bijak menjadi kunci utama dalam merenovasi rumah. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan.

Menilik seberapa penting area tersebut memerlukan renovasi adalah langkah pertama yang bisa dilakukan. Apabila kayu penahan sudah lapuk atau kebocoran di area tertentu, tentu memerlukan perbaikan. Hal ini pun bukan semata-mata estetikanya yang diperlihatkan, akan tetapi untuk kenyamanan dan keamanan rumah.

Renovasi ini apabila dilakukan sebelum menjual rumah maka perbandingan biayanya secara cermat dengan harga jual akan sesuai pasaran atau tidak akan terjual dengan harga rendah dikarenakan terjadi kebocoran atau kayu penahan yang lapuk. Perlu diperhatikan juga hindarilah biaya renovasi yang terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan harga jual.

Bila ingin membuat perubahan secara signifikan sekaligus mendongrak nilai jual rumah, area dapur, dan kamar mandi adalah daerah favorit untuk ditilik calon pembeli. Perubahan di dua area ini sesuai dengan tren pasar atau meningkatkan kenyamanannya akan menjadi satu nilai lebih. Fokuskan perubahan di beberapa titik saja agar tidak terjadi pembengkakan biaya.


Mempertahankan karakteristik rumah dalam setiap perubahan yang dilakukan adalah langkah kedua yang harus dicermati. Sayangnya hal ini justru kerap terlupakan ketika melakukan renovasi.


Apabila perubahan memang dimaksudkan untuk mempersiapkan rumah sebelum dijual, perhatikanlah pemilihan warna rumah dan desain rumah yang digunakan. Menyesuaikannya dengan selera pasar pada umumnya dapat mempercepat rumah tersebut terjual. Menggunakan warna-warna netral dengan desain simple namun menarik, misalnya bisa dijadikan pilihan.

menurut kepercayaan orang cina fengsui rumah juga harus di perhatikan karena itu akan memperngaruhi kenyamanaan pemilik rumah dan tamu yang akan datang .untuk hal melakukan renovasi rumah sebaiknya anda melakukan konsultasi dahulu kepada yang sudah ahli dalam bidang renovasi (ahli renovasi)

source:http://www.rumah-ku.com/

Kamis, 12 Juni 2008

Tips Renovasi Rumah

Mungkin anda ingin design rumah yang baru, apakah itu rumah minimalis atau tipe rumah yang lain. Berikut ini beberapa tips renovasi rumah untuk anda:

1. Tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.

2. Buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas.

Misalnya, 1. Atap rumah bocor, 2. Cat rumah terkelupas, 3. dan lain-lain.

3. Pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget Anda. Sebelum merenovasi rumah, mereka akan membuat gambar rumah untuk memudahkan pekerjaan mereka.

4. Sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai. Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.

5. Jika ingin mendesain ulang rumah, sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan dan furniture baru. Mudah-mudahan anda mendapatkan arsitektur rumah yang lebih sesuai dengan keinginan anda sehingga akan menjadi rumah idaman.

Selamat Mencoba !

Source : 123rumah.wordpress.com


 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action