Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan untuk membuat pesta pernikahan tanpa harus menghabiskan uang dan tabungan Anda. Gunakalah jasa wedding organizer, sehingga membuat pesta pernikahan anda semakin tersusun rapi dan berjalan dengan lancar. source : http://adinfopluit.blogspot.com/
1. Pesta Kecil di Rumah
Membuat pesta tak harus besar dan di gedung berbintang ataupun resort, cukup di rumah saja. Karena selain lebih murah, jamnya pun jauh lebih panjang. Agar terlihat manis dan mengesankan, gunakan jasa dekorasi pernikahan untuk merubah ruangan di rumah Anda. Usahakan dekorasi pernikahan yang Anda pilih disesuaikan dengan bujet yang Anda miliki.
2. Jumlah Tamu
Saya yakin Anda tahu bahwa keperluan hidup semakin melonjak dan mahal. Karena itulah perlu diperhatikan jumlah undangan yang akan Anda pilih. Usahakan jangan terlalu banyak atau melebihi jumlah yang diinginkan. Karena suksesnya sebuah pesta bukan dilihat dari banyaknya tamu yang datang, melainkan dari kekhidmatan pesta.
3. Sewa Gaun
Untuk menghadirkan keindahan dalam sebuah pesta resepsi pernikahan tak harus berbalut gaun mahal dan baru, melainkan dari keserasian gaun untuk pesta pernikahan dan tubuh Anda. Karena itulah Anda harus jeli dan jangan takut untuk berkonsultasi dengan para pembuat/penyewa gaun agar hasilnya benar-benar maksimal.
4. Jasa Fotografer
Mengabadikan moment pernikahan Anda dalam video maupun foto juga perlu dilakukan, tapi jangan berlebihan. Caranya mudah, pilihlah yang Anda anggap penting, seperti foto pada saat acara pernikahan, atau video shooting saja. Kalaupun butuh foto pra wedding, lakukanlah pemotretan disekitar Jakarta agar biayanya tak terlalau mahal.
5. Undangan
Agar tidak kebobolan saat membuat undangan, lakukanlah segalanya dengan sendiri dan terpisah. Prosesnya diawali dengan mencari referensi undangan dari berbagai sumber, teman, majalah atau internet. Setelah itu lakukan proses pendisainan di tempat desain dengan biaya sekitar Rp10.000 - 15.000. Lalu mulailah mencari kertas untuk undangan, setelah itu lakukan percetakan.
6. Souvenir
Begitu juga dengan pemilihan souvenir, ada baiknya Anda melakukannya sendiri untuk menghindari pengeluaran yang besar. Dengan mendatangi pasar khusus penjual souvenir yang ada di Pasar Pagi atau Jatinegara. Jangan lupa melakukan penawaran karena harganya masih bisa berubah jika Anda pintar menawar.
Sabtu, 19 Juli 2008
Tips Hemat Merancang Pesta Pernikahan
Diposting oleh Anonim di 00.02 0 komentar
Label: acara pernikahan, dekorasi pernikahan, Foto Pernikahan, guidepost, jasa fotografer, moment pernikahan, pesta pernikahan, pra wedding, resepsi pernikahan, souvenir pernikahan, Wedding Organizer
Sabtu, 12 Juli 2008
Tip dan Trik Membuat Video Profesional
Sekarang sudah tidak aneh lagi melihat orang menenteng-nenteng kamera video di berbagai acara. Yup, perangkat ini tidak lagi didominasi oleh para profesional dan sineas saja. Dengan desain yang semakin minimalis dan kompak, plus fitur dan fungsi yang mudah dioperasikan, kamera video semakin ’ramah’ bagi pengguna amatir dan pehobi videography. Salah satu kamera video portable yang marak saat ini adalah camcorder. Yaitu kamera sekaligus video recorder. Perangkat ini merupakan kamera video tipe digital yang hadir dalam berbagai ukuran dan kemampuan. Jika Anda baru membeli camcorder atau sedang mencoba hobi videography menggunakan perangkat ini, berikut langkah-langkah untuk membuat video yang tidak terlihat ’biasa ’ dan ’amatiran’. 1. Gunakan tripod Meski camcorder Anda dilengkapi built-in image stabilization, sebaiknya Anda menggunakan tripod untuk menjaga kestabilan camcorder sehingga dapat menghasilkan gambar video yang lebih baik dan tidak shaky 2. Panning, zooming, dan gerakan lainnya Salah satu kesalahan dalam pembuatan video adalah perekaman satu scene yang terlalu lama atau sebaliknya perpindahan antar scene yang terlalu cepat. Rekam subyek Anda selama 10-20 detik, stop dan ambil gambar yang lain. Saat melakukan panning dan zooming, lakukan secara pelan, smooth dan tidak tergesa-gesa. Ini akan membuat video lebih nyaman ditonton. 3. Mengatur komposisi Sebelum merekam, perhatikan posisi subyek dan latarnya, apakah sudah sesuai dengan keinginan. Lakukan seperti halnya sedang memotret. Sebagai panduan, gunakan The Rule of Thirds. Yaitu membayangkan layar dibagi menjadi tiga bidang horisontal dan vertikal. Pastikan subyek yang akan direkam berada pada salah satu dari4 titik potong antara garis horisontal dan vertikal tersebut. Ini akan membuat tampilan menjadi lebih dinamis, terutama saat Anda membuat video interview atau melakukan close up. Tentu saja, ini bukan harga mati, karena Anda juga bebas untuk membuat kompisisi kreatif lainnya. 4. Gunakan cahaya Sebagian besar camcorder tidak dapat menghasilkan gambar yang bagus jika pada saat perekaman minim pencahayaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan cahaya alam dengan melakukan syuting outdoor. Untuk hasil lebih baik, sebaiknya Anda melakukan syuting outdoor di pagi atau sore hari, ketika matahari tidak terlalu tinggi. Jika tetap harus melakukan syuting indoor, pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang memadai. Seperti dengan membuka jendela, menyalakan lampu, dan menggunakan built-in light pada camcorder. 5. Gunakan external microphone Tanpa peralatan audio yang memadai, sulit untuk mendapatkan video dengan suara yang berkualitas. Beberapa camcorder memang telah dilengkapi dengan built-in microphone, tapi mike ini akan merekam audio dari berbagai arah. Sehingga jika mewawancarai subyek di tempat yang ramai, suaranya tidak akan terdengar jelas. Maka pastikan camcorder Anda memiliki audio input, untuk memasang external mike. 6. Hindari penggunaan special effects Memang menyenangkan bermain-main dengan fitur special effects yang ada pada camcorder. Tapi ini tidak akan membuat video Anda tampak lebih keren. Sebaiknya Anda membuat efek-efek tertentu pada video melalui proses editing menggunakan software. Sehingga Anda bisa melakukan kontrol transisi yang lebih baik dengan pilhan special effects yang variatif. Dengan demikian, Anda juga tidak akan kehilangan materi video yang asli. 7. Video haruslah bercerita Video yang baik harus memiliki alur cerita yang utuh, yaitu pembuka, isi dan penutup. Maka sebaiknya sebelum melakukan perekaman, Anda sudah memiliki rencana apa saja yang akan direkam dalam bentuk storyboard sederhana. 8. Jangan lupa, perawatan! Terakhir adalah merawat camcorder agar tidak mudah rusak sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Bersihkan lensa dan layar dengan lap khusus yang lembut. Hindari dari panas, pasir, air dan udara yang lembab. Dan letakkan pada tempat yang aman agar tidak jatuh. Jika rusak, segera perbaiki di layanan perbaikan resmi. 9. bila anda tidak terlalu mengerti ada baiknya anda bertanya sama pihak yang lebih ahli dalam hal ini atau juga anda dapat menggunakan jasa fotografer atau video shooting profesional. source : http://www.kalasanmultimedia.com/
Diposting oleh Anonim di 00.32 0 komentar
Label: guidepost, jasa fotografer, kamera video, melakukan perekaman, melakukan syuting outdoor, Membuat Video, merawat camcorder, syuting indoor, syuting outdoor, Video Profesional, video shooting
Jumat, 27 Juni 2008
Pick A Right Photographer for Your Lifetime Wedding
Acara Pernikahan adalah suatu acara yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Weddingku yakin setiap pasangan inginkan hari itu menjadi hari pernikahan yang terbaik. Bahkan mungkin menjadi sebuah hari kenangan yang tidak lekang oleh waktu. Menjelang hari pernikahan, biasanya para calon pengantin (capeng) akan mulai sibuk mengatur setiap detail persiapan. Mulai dari memilih catering, baju pengantin, desain kartu undangan, mobil pengantin, para pengapit pengantin, cincin pengantin sampai memenuhi kebutuhan orang tua, kakak dan adik yang akan hadir di sana.
Nah, seringkali untuk urusan foto, capeng tidak terlalu concern. Karena kebanyakan mengambil sistem paket dan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut untuk dieksekusi si fotografer. Di dalam artikel ini, Weddingku ingin sedikit membantu para capeng tentang bagaimana cara memilih fotografer wedding dan bagaimana fotografer membuat foto sesuai dengan keinginan capeng. Karena sekali moment pernikahan Anda terlewatkan, tidak ada tombol UNDO untuk mengulang hasil foto-foto tersebut.
View La Vie En Rose CollectionsHow to choose a photographer?
Mulailah luangkan waktu untuk membaca majalah, browsing di internet dan bertanya kepada saudara atau teman kerja yang sudah menikah tentang fotografer yang pernah mereka pakai. Pasti hasil pendapat mereka beragam. Setelah mendengar berbagai pendapat, cobalah bicarakan kepada pasangan Anda ingin memiliki konsep foto seperti apa untuk album pernikahan Anda. Apakah ingin dengan nuansa sephia, hitam putih atau colorful. Apakah ingin dengan tema fun, santai atau bahkan yang formal. Setelah mendiskusikan dengan pasangan Anda, barulah Anda mulai memilih fotografer yang sesuai dengan konsep Anda. Lihatlah hasil-hasil foto mereka di album-album yang pernah mereka buat. Perlu diingat, tidak semua fotografer yang ahli memotret indoor (dalam studio), ahli juga dalam session foto outdoor. Begitu juga tidak semua fotografer yang biasa memotret still photo, bagus dalam hal mengambil foto candid. Jadi pilihlah fotografer yang kira-kira sudah pernah mengerjakan konsep seperti yang Anda inginkan dan hasilnya bagus menurut Anda.
Satu-satu cara adalah mengkomunikasikan keinginan Anda. Anda dan pasangan Anda harus meluangkan waktu bertemu dengan si fotografer untuk membahas konsep foto yang Anda inginkan. Kebanyakan pasangan tidak mau repot. Mereka hanya menelpon atau pun memberitahukan sambil lalu kepada wedding organizer untuk menyampaikan keinginannya. Seperti dalam permainan kuda bisik waktu kita kanak-kanak, perkataan yang sudah melewati 2-3 telinga, biasanya sedikit banyak akan mengalami perubahan arti. Jadi sebisa mungkin Anda luangkan waktu bertemu dengan si fotografer. Hanya itu kuncinya! Biasanya foto pengantin dibagi menjadi dua tahap, yaitu foto pre-wedding dan foto on the wedding day. Bila pilihan Anda sudah Anda jatuhkan kepada satu fotografer, dianjurkan supaya fotografer yang sama memotret di pre-wed Anda sekaligus di hari H pernikahan Anda. Karena Anda akan mendapatkan kesamaan feel and soul photo dari si fotografer. Kecuali, ada factor X di mana foto pre-wed Anda tidak memuaskan seperti keinginan Anda, sebaiknya secepat mungkin mencari fotografer lainnya. Itu sebabnya alangkah lebih baik foto pre-wedding Anda tidak terlalu dekat dengan hari H pernikahan Anda, supaya bila terjadi hal-hal seperti di atas Anda masih memiliki waktu untuk mencari fotografer lain. Disarankan minimal 1 bulan sebelum hari H pernikahan.
If you hired him, trust him
Kepercayaan adalah langkah terakhir yang harus Anda ambil setelah melewati beberapa tahap di atas. Seringkali pengantin tidak menikmati pernikahannya sendiri. Hal tersebut dengan mudah terlihat dari ekspresi pengantin saat gambarnya diabadikan oleh fotografer. Pengantin sering mengurus hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diserahkan ke orang lain. Mungkin salah satu alasannya karena tidak percaya dengan result-nya bila hal tersebut dikerjakan orang lain. Saran kami adalah Anda harus percayakan hal tersebut dan nikmatilah pernikahan Anda! Mulai dari urusan foto, catering, bucket, dekorasi, warna karpet bahkan sampai seluruh waktu kalian selama 1 hari itu. Begitu juga halnya dalam urusan foto. Kadang pengantin punya 'gaya' sendiri saat difoto, padahal fotografer sudah mempersiapkan alur foto yang akan diambil. Atau kadang di luar fotografer yang di-hire, pengantin meminta tolong kepada sanak saudara atau teman yang juga memiliki kamera. Hal tersebut bisa jadi sangat mengganggu tugas si fotografer. Bisa saja sanak saurdara itu justru menghalangi pandangan fotografer saat mengambil momen-momen penting dalam upacara sakral. Saran kami, percayakan saja dokumentasi pernikahan Anda kepada fotografer yang profesional.
source : http://w3.weddingku.com/
Diposting oleh Imoet di 00.39 0 komentar
Label: acara pernikahan, calon pengantin, dokumentasi pernikahan, foto pre-wedding, guidepost, jasa fotografer, kartu undangan, moment pernikahan, Wedding Organizer, wedding photo
Kamis, 26 Juni 2008
Pre-Wedding Photo from The Expert
Sudah menjadi tren, foto-foto pre-wedding sengaja disiapkan calon pengantin untuk melengkapi pesta pernikahan mereka nantinya. Satu peluang lagi bagi penggerak industri fotografi wedding dan satu tantangan lagi bagi calon pengantin untuk menaklukkannya. Tidak mudah untuk merancang dan menciptakan foto-foto pre wedding yang cantik. Berikut, Mario (The Nine Photography), memberi panduan yang berguna.
1.Persiapkan konsep dasar. Misalkan, suasana pantai atau pegunungan. Sebaiknya konsep tersebut sesuai dengan tema pernikahan sehingga foto-foto perkawinan yang ditampilkan masuk dengan dekorasi pesta.
2. Jangan memaksakan sebuah konsep foto pernikahan yang tidak cocok dengan kepribadian anda berdua. Berlatihlah tentang pose foto dan arahan gaya jika ingin berkonsep couture fashion, kalau hal ini dirasa menyulitkan lebih baik ubah konsepnya.
3. Carilah fotografer wedding yang sesuai dengan karakter anda berdua dan mampu mengembangkan konsep dasar yang diminta. Perhatikan karakter fotografer, dari segi warna, sudut pandang, dan style fotonya. Pilihlah mereka yang pas dengan anda dan sesuaikan juga dengan budget.
4. Bawalah beberapa referensi foto pernikahan dari majalah dan sumber lain untuk didiskusikan bersama fotografer pernikahan anda. Dan temukan pengembangan lebih lanjut dari konsep dasar tadi.
5. Tanyakan pada fotografer anda tetang tingkat kesulitan pembuatan foto tersebut, lokasi dan waktu pemotretan yang sesuai, berapa lama waktu pengambilan gambar, apa saja yang perlu disiapkan, dan busana serta kelengkapan lainnya. Pada umumnya seorang fotografer perkawinan punya preferensi sendiri untuk warna busana, makeup, dan atribusi lainnya.
6. Jagalah stamina sebelum pemotretan berlangsung, sehingga tubuh anda berdua tetap segar saat pengambilan gambar tiba.
7. Perbanyak komunikasi dengan fotografer untuk menemukan chemistry yang baik di waktu pemotretan nanti.
8. Relax and enjoy! Saat pemotretan berlangsung, anda harus santai dan menikmati momen tersebut. Jangan grogi dan khawatir di saat pemotretan berlangsung, karena akan memengaruhi ekspresi dalam foto nantinya.
9. Pastikan make-up anda tidak mudah luntur atau berubah sehingga dapat menutup kekurangan pada wajah dengan baik. Persiapkan reaksi touch-up jika diperlukan.
10. Segera ungkapkan pada fotografer jika anda merasa tidak nyaman saat pemotretan. Buatlah jadwal yang rapi untuk pemotretan, selingi dengan beberapa break untuk mengisi kembali energi anda berdua dan membuat anda terbiasa dengan situasi yang terbentuk.
source : http://www.mylemariage.com
Diposting oleh Imoet di 00.28 0 komentar
Label: Foto Pernikahan, fotografer wedding, guidepost, jasa fotografer, karakter fotografer, pesta pernikahan, photo consept, pose foto, Pre-Wedding Photo, wedding theme
