Foto pre wedding sekarang uda seperti keharusan bagi sapa aja yang akan menikah. Nggak cuma buat dipajang di undangan tapi juga buat dipajang di galeri pesta pernikahan serta menjadi kenangan pribadi pasangan tersebut. Supaya kenangan terlihat lebih indah, pasti pengen fotonya beda dari yang lainnya kan?! Anda bisa coba ide berikut ini…. HOBI DAN MINAT Telusurilah hobi dan minat anda berdua. Misal kalo anda hobi traveling, foto pernikahan bisa dilakukan di tempat yang pernah dikunjungi dan yang paling berkesan. Bisa yang menyimpan kenangan khusus seperti ketika pertama kali dia melamar anda. PROFESI ANDA DAN PASANGAN Mengambil dari ide ini ok juga lho! Misal, jika anda berprofesi sebagai arsitek, latar dari foto resep pernikahan anda dapat berupa gedung yang sedang anda bangun atau konstruksi sebuah bangunan. Dengan konsep yang matang dan pose yang unik, pasti hasilnya juga lain daripada yang lain. KENANGAN MASA LALU Foto prewedding anda bisa berupa perjalanan cinta anda berdua. Kalau cinta anda berdua berawal dari 1 kampus yang sama, pemotretan bisa diambil dengan latar kampus anda, lengkap dengan anda yang berdandan seperti dulu ketika masih menyandang status mahasiswa. Anda bisa mengingat kenangan yang paling indah pada saat anda pertama kali bertemu dengan pasangan anda sebagai posenya. Dijamin seru! Tapi anda harus pede karena yang pasti untuk mendapatkan feel kampus, tentunya pemotretan dilakukan pada hari kerja dimana perkuliahan berjalan. Anda tertantang?! TEMPAT NONGRONG FAVORIT Banyak tempat pemotretan yang memungut biaya mahal? Jangan khawatir, itu bukan halangan untuk mendapatkan foto pre wedding yang unik. Coba ingat-ingat tempat favorit anda dan pasangan untuk makan bareng atau hanya sekedar mengobrol menghabiskan waktu. Jangan khawatir jika itu sebuah rumah makan kecil di sudut kota. Dengan kejelian sang fotografer dan ekspresi anda, sebuah foto akan terlihat bercerita. SUASANA SEHARI-HARI Suasana sehari-hari membuat anda bisa bergaya suka-suka. Ekspresi foto spontan anda dan pasangan membuat hasil foto sangat berbicara. Fotografer akan mengambil secara candid sehingga ekspresi anda akan lebih terlihat. AREA PUBLIK Lokasi pemotretan bisa di tempat-tempat yang tidak biasa. Misalnya di tengah padatnya lalu lintas, di dalam busway, pasar kaget malam hari, halte, jembatan penyebrangan atau bahkan di Mall. Foto dengan ide ini sangat menarik dan membutuhkan keahlian fotografer juga keberanian anda dan pasangan untuk berpose dan berekspresi di area publik. TEMPOE DOELOE Memperhatikan detail sangatlah penting jika anda mengambil tema ini agar keseluruhan suasana pada saat itu terasa. Nggak hanya pakaian anda dan pasangan, latar foto dan properti yang mendukung haruslah dipersiaokan dengan matang. ADOPSI FILM FAVORIT Seperti pre wedding dari Adjie Pangestu, diambil dari 7 film ternama. Anda dapat mengambil judul film favorit anda berdua atau film yang mempunyai kenangan tentang anda berdua. Misalnya film yang anda tonton untuk pertama kalinya. Anda dapat meminjam kostum karakter film di toko yang khusus menyewakan kostum film. Soal pose anda bisa mempelajarinya dari poster atau kembali menonton film tersebut dengan pasangan anda, sambil mengenang kembali saat indah itu. Makin bingung dengan banyaknya pilihan tema foto pre wedding?? Tenang… Sebelum akhirnya anda memutuskan suatu tema foto sebaiknya anda harus sepakat mengenai konsep foto. Misal indoor atau outdoor. Outdoor memang lebih menarik dan banyak dipilih karena ruang gerak lebih bebas, rileks, lebih natural dan fokus foto tidak jatuh pada anda karena ada background foto. Tapi biaya dan usaha yang lebih besar juga. Jangan lupa juga bahwa foto pre wedding itu nanti juga dipajang di pesta pernikahan anda. Untuk itu sebaiknya disesuaikan dengan dekorasi pesta sehingga tidak terjadi tumpang tindih tema pernikahan. Anda buka tipikal yang narsis dan doyan difoto? Lebih baik pilih tema foto yang natural. Karena kekuatan foto ini terletak dari adanya interaksi yang harmonis diantara anda berdua. Jika anda dan pasangan tidak merasa fotogenik? Tenang… Ini bisa disiasati. Berposelah senyaman mungkin. Saat pengambilan gambar anda bisa saling melempar joke dan berkomunikasi seperti biasa. Berusahalah seolah-olah hanya anda yang berada di tempat itu. Tunjukkan rasa sayang anda melalui tatapan mata dan sentuhan-sentuhan kecil. Ingatlah kenangan-kenangan indah anda ketika dulu awal kisah cinta anda yang penuh warna. Tema foto apapun yang anda pilih semua haruslah disesuaikan dengan pribadi anda berdua. Ini pernikahan anda, anda lah yang akan menjadi raja dan ratu sehari. Semua perhatian akan jatuh kepada anda, untuk itu bebaskan pikiran anda dan buatlah foto pre-wedding yang anda banget!! Source : http://www.yuantara.com/pre-wedding-jakarta
Sabtu, 12 Juli 2008
Membuat Tema Unik Foto Pre Wedding
Diposting oleh Anonim di 00.42 1 komentar
Label: ekspresi foto, Foto Pernikahan, foto pre wedding, foto pre-wedding, foto prewedding, foto resepsi pernikahan, guidepost, keahlian fotografer, pesta pernikahan, sang fotografer, tema foto
Tips Membuat Foto PreWedding
Kebiasaan memamerkan foto
pernikahan seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan tidak sedikit pasangan
yang sengaja meletakkan album foto atau memajang foto pernikahan dalam pigura
berukuran besar di ruang tamu untuk dinikmati para kerabat yang ingin melihatnya.
Dulu, para pengantin baru umumnya memamerkan foto upacara pernikahan ( Foto Pre Wedding ). Itu pun dengan gaya fotografi yang terkesan monoton, kalau tidak
portrait ya liputan. Lahirnya inovasi dalam dunia fotografi yang kaya akan ide
membuat gaya foto pengantin tak lagi terkesan monoton. Bahkan gaya-gaya baru
macam candid dan foto pre-wedding kini seolah menjadi tren bagi para pasangan
baru.
Mampu merekam emosi
Kedua gaya foto, candid dan pre-wedding, memiliki kesamaan, yaitu merekam emosi
kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang calon pengantin. Bedanya, foto pre-wedding
di lakukan paling tidak satu setengah bulan sebelum hari H. Lokasinya pun biasanya
outdoor, walaupun bisa juga dilakukan secara indoor bagi pasangan-pasangan yang
sibuk.
Walaupun foto outdoor digemari karena bisa mengekspresikan
kebahagiaan di tempat-tempat romantis atau kota kenangan, biaya yang dikeluarkan
pun cenderung mahal karena membutuhkan transportasi dan akomodasi. Namun demikian,
ada beberapa studio foto yang sanggup melakukan sesi pemotretan secara indoor
namun tetap memberikan kesan outdoor. Tentunya komposisi, latar belakang, teknik
fotografi serta kreativitas fotograferlah yang memegang peranan di sini.
Oleh karena itu, sebelum memilih fotografer pastikan Anda mendapatkan
referensi yang positif dari rekan yang pernah menggunakan jasa fotografi. Dan yang
terpenting, pilih fotografer yang memiliki gaya yang sesuai dengan keinginan
Anda dan pasangan, sehingga Anda pun merasa nyaman bersamanya. Ditambah kepiawaian
sang fotografer dalam merekam momen romantis Anda berdua, terciptalah ekspresi
kemesraan yang tak terlupakan sepanjang jaman.
source : http://www.lombokphotography.com
Diposting oleh Anonim di 00.38 0 komentar
Label: album foto, dunis fotografi, foto outdoor, Foto Pernikahan, foto pre wedding, foto pre-wedding, foto prewedding, guidepost, jasa fotografi, momen romantis, teknik fotografi
Jumat, 27 Juni 2008
Pick A Right Photographer for Your Lifetime Wedding
Acara Pernikahan adalah suatu acara yang sakral dan diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Weddingku yakin setiap pasangan inginkan hari itu menjadi hari pernikahan yang terbaik. Bahkan mungkin menjadi sebuah hari kenangan yang tidak lekang oleh waktu. Menjelang hari pernikahan, biasanya para calon pengantin (capeng) akan mulai sibuk mengatur setiap detail persiapan. Mulai dari memilih catering, baju pengantin, desain kartu undangan, mobil pengantin, para pengapit pengantin, cincin pengantin sampai memenuhi kebutuhan orang tua, kakak dan adik yang akan hadir di sana.
Nah, seringkali untuk urusan foto, capeng tidak terlalu concern. Karena kebanyakan mengambil sistem paket dan menyerahkan sepenuhnya hal tersebut untuk dieksekusi si fotografer. Di dalam artikel ini, Weddingku ingin sedikit membantu para capeng tentang bagaimana cara memilih fotografer wedding dan bagaimana fotografer membuat foto sesuai dengan keinginan capeng. Karena sekali moment pernikahan Anda terlewatkan, tidak ada tombol UNDO untuk mengulang hasil foto-foto tersebut.
View La Vie En Rose CollectionsHow to choose a photographer?
Mulailah luangkan waktu untuk membaca majalah, browsing di internet dan bertanya kepada saudara atau teman kerja yang sudah menikah tentang fotografer yang pernah mereka pakai. Pasti hasil pendapat mereka beragam. Setelah mendengar berbagai pendapat, cobalah bicarakan kepada pasangan Anda ingin memiliki konsep foto seperti apa untuk album pernikahan Anda. Apakah ingin dengan nuansa sephia, hitam putih atau colorful. Apakah ingin dengan tema fun, santai atau bahkan yang formal. Setelah mendiskusikan dengan pasangan Anda, barulah Anda mulai memilih fotografer yang sesuai dengan konsep Anda. Lihatlah hasil-hasil foto mereka di album-album yang pernah mereka buat. Perlu diingat, tidak semua fotografer yang ahli memotret indoor (dalam studio), ahli juga dalam session foto outdoor. Begitu juga tidak semua fotografer yang biasa memotret still photo, bagus dalam hal mengambil foto candid. Jadi pilihlah fotografer yang kira-kira sudah pernah mengerjakan konsep seperti yang Anda inginkan dan hasilnya bagus menurut Anda.
Satu-satu cara adalah mengkomunikasikan keinginan Anda. Anda dan pasangan Anda harus meluangkan waktu bertemu dengan si fotografer untuk membahas konsep foto yang Anda inginkan. Kebanyakan pasangan tidak mau repot. Mereka hanya menelpon atau pun memberitahukan sambil lalu kepada wedding organizer untuk menyampaikan keinginannya. Seperti dalam permainan kuda bisik waktu kita kanak-kanak, perkataan yang sudah melewati 2-3 telinga, biasanya sedikit banyak akan mengalami perubahan arti. Jadi sebisa mungkin Anda luangkan waktu bertemu dengan si fotografer. Hanya itu kuncinya! Biasanya foto pengantin dibagi menjadi dua tahap, yaitu foto pre-wedding dan foto on the wedding day. Bila pilihan Anda sudah Anda jatuhkan kepada satu fotografer, dianjurkan supaya fotografer yang sama memotret di pre-wed Anda sekaligus di hari H pernikahan Anda. Karena Anda akan mendapatkan kesamaan feel and soul photo dari si fotografer. Kecuali, ada factor X di mana foto pre-wed Anda tidak memuaskan seperti keinginan Anda, sebaiknya secepat mungkin mencari fotografer lainnya. Itu sebabnya alangkah lebih baik foto pre-wedding Anda tidak terlalu dekat dengan hari H pernikahan Anda, supaya bila terjadi hal-hal seperti di atas Anda masih memiliki waktu untuk mencari fotografer lain. Disarankan minimal 1 bulan sebelum hari H pernikahan.
If you hired him, trust him
Kepercayaan adalah langkah terakhir yang harus Anda ambil setelah melewati beberapa tahap di atas. Seringkali pengantin tidak menikmati pernikahannya sendiri. Hal tersebut dengan mudah terlihat dari ekspresi pengantin saat gambarnya diabadikan oleh fotografer. Pengantin sering mengurus hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diserahkan ke orang lain. Mungkin salah satu alasannya karena tidak percaya dengan result-nya bila hal tersebut dikerjakan orang lain. Saran kami adalah Anda harus percayakan hal tersebut dan nikmatilah pernikahan Anda! Mulai dari urusan foto, catering, bucket, dekorasi, warna karpet bahkan sampai seluruh waktu kalian selama 1 hari itu. Begitu juga halnya dalam urusan foto. Kadang pengantin punya 'gaya' sendiri saat difoto, padahal fotografer sudah mempersiapkan alur foto yang akan diambil. Atau kadang di luar fotografer yang di-hire, pengantin meminta tolong kepada sanak saudara atau teman yang juga memiliki kamera. Hal tersebut bisa jadi sangat mengganggu tugas si fotografer. Bisa saja sanak saurdara itu justru menghalangi pandangan fotografer saat mengambil momen-momen penting dalam upacara sakral. Saran kami, percayakan saja dokumentasi pernikahan Anda kepada fotografer yang profesional.
source : http://w3.weddingku.com/
Diposting oleh Imoet di 00.39 0 komentar
Label: acara pernikahan, calon pengantin, dokumentasi pernikahan, foto pre-wedding, guidepost, jasa fotografer, kartu undangan, moment pernikahan, Wedding Organizer, wedding photo
