Tampilkan postingan dengan label teknik fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik fotografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2008

Tips Membuat Foto PreWedding


Kebiasaan memamerkan foto
pernikahan
seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan tidak sedikit pasangan
yang sengaja meletakkan album foto atau memajang foto pernikahan dalam pigura
berukuran besar di ruang tamu untuk dinikmati para kerabat yang ingin melihatnya.

Dulu, para pengantin baru umumnya memamerkan foto upacara pernikahan ( Foto Pre Wedding ). Itu pun dengan gaya fotografi yang terkesan monoton, kalau tidak
portrait ya liputan. Lahirnya inovasi dalam dunia fotografi yang kaya akan ide
membuat gaya foto pengantin tak lagi terkesan monoton. Bahkan gaya-gaya baru
macam candid dan foto pre-wedding kini seolah menjadi tren bagi para pasangan
baru.

Mampu merekam emosi
Kedua gaya foto, candid dan pre-wedding, memiliki kesamaan, yaitu merekam emosi
kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang calon pengantin. Bedanya, foto pre-wedding
di lakukan paling tidak satu setengah bulan sebelum hari H. Lokasinya pun biasanya
outdoor, walaupun bisa juga dilakukan secara indoor bagi pasangan-pasangan yang
sibuk.

Walaupun foto outdoor digemari karena bisa mengekspresikan
kebahagiaan di tempat-tempat romantis atau kota kenangan, biaya yang dikeluarkan
pun cenderung mahal karena membutuhkan transportasi dan akomodasi. Namun demikian,
ada beberapa studio foto yang sanggup melakukan sesi pemotretan secara indoor
namun tetap memberikan kesan outdoor. Tentunya komposisi, latar belakang, teknik
fotografi
serta kreativitas fotograferlah yang memegang peranan di sini.

Oleh karena itu, sebelum memilih fotografer pastikan Anda mendapatkan
referensi yang positif dari rekan yang pernah menggunakan jasa fotografi. Dan yang
terpenting, pilih fotografer yang memiliki gaya yang sesuai dengan keinginan
Anda dan pasangan, sehingga Anda pun merasa nyaman bersamanya. Ditambah kepiawaian
sang fotografer dalam merekam momen romantis Anda berdua, terciptalah ekspresi
kemesraan yang tak terlupakan sepanjang jaman.

source : http://www.lombokphotography.com

Jumat, 11 Juli 2008

Belajar Fotografi

Secara mendasar, fotografi berarti teknik melukis dengan cahaya. Mempelajari teori dasar fotografi bisa dilakukan dalam semalam. Tapi semua itu tidak berhenti sampai di situ saja. Satu hal yang wajib dilakukan jika ingin belajar fotografi adalah mempraktekan teknik fotografi yang telah didapat. Jangan pernah malas untuk mengasah kemampuan dalam dunia fotografi. Karena semakin banyak berlatih maka kemampuan pun semakin meningkat.

Sebelum mengambil gambar sebuah objek, ada banyak hal yang harus diperhatkan. Yang utama kita harus dapat dengan cepat mengenali karakteristik objek foto. Apakah gambar objek tersebut diam atau bergerak. Teknik yang digunakan untuk kedua objek ini berbeda.

Untuk mengambil foto objek bergerak dituntut skill yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan memfoto objek diam. Misal: untuk objek bergerak cepat seperti balapan motor atau mobil. Posisi yang tepat untuk memfoto adalah di tikungan karena pembalap akan mengurangi laju kendaraannya saat berbelok. Kecepatan objek yang akan difoto pun melambat. Sedangkan dilihat dari estetika, posisi belokan lebih banyak action yang menarik.

Sedangkan, saat mengambil foto dengan objek diam, dituntut kemampuan lebih untuk mengeset pencahayaan dan komposisi. Tujuannya tentunya tidak lain agar kualitas foto yang dihasilkan enak dilihat dan bermakna.

Jumat, 04 Juli 2008

BELAJAR FOTOGRAFI

Secara mendasar, fotografi berarti teknik melukis dengan cahaya. Mempelajari teori dasar fotografi bisa dilakukan dalam semalam. Tapi semua itu tidak berhenti sampai di situ saja. Satu hal yang wajib dilakukan jika ingin belajar fotografi adalah mempraktekan teknik fotografi yang telah didapat. Jangan pernah malas untuk mengasah kemampuan dalam dunia fotografi. Karena semakin banyak berlatih maka kemampuan pun semakin meningkat.

Sebelum mengambil gambar sebuah objek, ada banyak hal yang harus diperhatkan. Yang utama kita harus dapat dengan cepat mengenali karakteristik objek foto. Apakah gambar objek tersebut diam atau bergerak. Teknik yang digunakan untuk kedua objek ini berbeda.

Untuk mengambil foto objek bergerak dituntut skill yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan memfoto objek diam. Misal: untuk objek bergerak cepat seperti balapan motor atau mobil. Posisi yang tepat untuk memfoto adalah di tikungan karena pembalap akan mengurangi laju kendaraannya saat berbelok. Kecepatan objek yang akan difoto pun melambat. Sedangkan dilihat dari estetika, posisi belokan lebih banyak action yang menarik.

Sedangkan, saat mengambil foto dengan objek diam, dituntut kemampuan lebih untuk mengeset pencahayaan dan komposisi. Tujuannya tentunya tidak lain agar kualitas foto yang dihasilkan enak dilihat dan bermakna.

Sabtu, 14 Juni 2008

Tips Fotografi


Setiap foto memiliki nilai artistik terlepas dari si fotografer, kualitas kamera, dan sebagainya. Kualitas sebuah kamera juga tidak selalu ditentukan oleh harga kamera tersebut. Setiap orang bisa mengabadikan kejadian biasa melalui hasil jepretan yang berkualitas. Berikut ini adalah beberapa teknik fotografi yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi.

Selalu Bawa Kamera
Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui nanti. Lagipula Anda bisa menambah koleksi foto dalam album foto anda di rumah. Belilah tas atau tempat kamera Anda karena hal tersebut dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.

Foto Lebih Banyak Lagi
Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera digital. Hasil foto kamera digital disimpan dalam format digital (berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda, namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil gambar foto tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena foto pemandangan/adegan sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.

Percaya pada Mata Anda
Mempelajari aturan-aturan composition adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan mengambil sebuah objek foto, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.

Latih Mata Anda
Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi Anda.

Kenali Kamera Anda
Anda tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.

Selalu Bekerja pada Berkas Salinan
Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera digital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar digital biasanya menyertakan fitur ini.

http://radenferdy.wordpress.com

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action