Tampilkan postingan dengan label outbound games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label outbound games. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2009

Outbound Training Berguna Atau Hanya Sekedar Hiburan

Sekilas, outbound memang terkesan sebagai aktivitas santai-santai belaka. Bagaimana tidak? Habis, aktivitasnya hanya berkutat diseputar permainan yang seru dan menyenangkan. Dilakukannya pun dalam suasana santai. Namun demikian, jangan diremehkan kegiatan yang satu ini. Soalnya, dibalik image santai dan senang-senang, ada segudang manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan outbound tour ini.

Antara lain, bisa mempererat kekompakan antar karyawan. Hampir semua kegiatan outbound selalu dilakukan secara berkelompok. Untuk bisa menyelesaikan suatu tantangan, diperlukan banget kerja sama tim. Together Everyone Achieves More.

Dengan terciptanya semangat kerjasama dan perasaan senasib sepenanggungan, maka solidaritas akan muncul dengan sendirinya. Outbound juga bisa menghilangkan gap antara karyawan lama dengan karyawan baru yang sering terjadi. Kalau senior beserta junior berada disatu tim, mau nggak mau mereka ‘dipaksa’ melakukan segalanya bersama-sama. Yang tadinya mungkin di kantor hanya sekedar tahu nama, setelah outbound mereka akan lebih akrab.

Beragam tingkat kesulitan dalam permainan juga dapat membangun sikap pantang menyerah dan menumbuhkan rasa percaya diri (self-confidence) dalam diri peserta, terutama saat mereka berhasil menyelesaikan permainan. Keberanian dalam menghadapi tantangan dan mengambil resiko pun akan terbangun selama peserta mengikuti outbound.

Manfaat lainnya, outbound tour dapat mengasah kemampuan bersosialisasi. Pada saat bergabung dalam sebuah tim, peserta akan bertemu dan bekerjasama dengan orang-orang yang mungkin memiliki kepribadian berbeda dengan dirinya. Kondisi tersebut akan menjadikan peserta lebih menghargai perbedaan di sekitarnya.

Manfaat lain mengikuti outbound adalah:

Ø Meningkatkan kemampuan mengenal diri dan orang lain.


Ø Melatih ketahanan mental dan pengendalian diri.

Ø Menumbuhkan empati.

Ø Melahirkan semangat kompetisi yang sehat.

Ø Meningkatkan jiwa kepemimpinan.

Ø Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala

Ø Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi sulit secara cepat dan akurat.

Ø Membangun rasa percaya diri.

Ø Meningkatkan rasa kebutuhan akan pentingnya kerja tim untuk mencapai sasaran secara optimal

Ø Investasi jangka panjang


http://tatacara.blogspot.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

Kamis, 04 September 2008

Tips Persiapan Outbound untuk Akhawat

Setelah sekian lama gak OBT (outbound training atau management training) akhirnya hari sabtu yang lalu OBT lagi. Kali ini bersama teman-teman dari FE Unpad. Tempat outbound atau wisata outbound nya di Alam Sejuk Lembang. Perannya tentu saja jadi trainer (kerennya…) Tapi yang pasti bukan di bagian safety master =D Akhawat yang pernah aktif di Santika (Barisan Putri Keadilan -sering di pelesetin jadi bariSAN canTIk seKAli =D) aja gak jadi safety master.

Tidak semua outbound butuh safety master. Kalau out bound nya berisi aktifitas yang cukup berbahaya safety master dibutuhkan. Contoh permainan outbound berbahaya misalnya : repelling, flying fox, water boom, terjun bebas ke air, dan lain-lain. Aktifitas berbahaya ini yang biasanya jadi faktor penarik seseorang untuk bersemangat mengikuti outbound indonesia.

Outbound puncak kali ini mengingatkanku pada salah materi Latihan Dasar 1 Kepanduan tentang prosedur tambahan khusus untuk akhawat dalam mengikuti training manajemen. Prosedur ini sangat berkaitan erat dengan masalah safety.
Karena akhawat memang istimewa, prosedurnya pun sedikit berbeda dengan ikhwan (terutama masalah pakaian). Berikut ini prosedur tambahan untuk akhawat:

1. Pakai pakaian warna gelap biar gak gampang kotor

2. Pakai pakaian berlapis
§ Celana lapangan atau celana training dilapis rok
§ T shirt lengan panjang dilapis kemeja berkancing
§ Kerudung pendek (masukkan ke kemeja) dilapis kerudung panjan

3. Pakai manset
4. Pakai kaos kaki dan Bawa kaos kaki ganti
5. Pakai sandal gunung atau sepatu kets (jangan pakai pantopel =D apalagi high heels)
6. Bawa alat sholat (wajib pisan)
7. Pakai sun block

Ribet?? Jelas ribet banget… buat yang gak terbiasa pakai rok, manset, kaos kaki, kerudung panjang, tentu akan merasa tidak nyaman. Untuk yang terbiasa, prosedur ini sangat membantu.

Pakaian berlapis akan melindungi kita saat kita melakukan aktivitas yang berbahaya. Biasanya kita memakai tali tubuh yang dipasang di pinggang atau di dada. Jasa tali tubuh melindungi kita dari kecelakaan harus dibayar dengan usaha yang lebih menutup aurat. Dengan memakai rok, tali tubuh yang dipasang di pinggang tidak terlihat. Begitu juga jika tali tubuh di pasang di dada. Simpul tali tubuh (yang biasa disambung ke karabiner) dikeluarkan dari lubang diantara dua kancing pada kemeja. Terkadang kerudung menyangkut bahkan melilit ke dalam figure of eight. Untuk mengurangi risiko ini, kerudung harus dimasukkan ke dalam kemeja. Gunakan kemeja yang lapang. Angin yang nakal seringkali membuat kerudung berkibar, kerudung pendek jadi pelindung kalau-kalau kerudung panjang tersingkap. Aman bukan?

Manset memberikan keleluasaan dalam bergerak. Tangan bisa bebas menggapai ke segala arah tanpa harus khawatir aurat terbuka.

Memakai kaos kaki tentu sudah menjadi hal yang tidak asing. Bukankah yang tidak aurat dari muslimah hanyalah wajah dan telapak tangan? Kalau tidak benar-benar darurat, memakai kaos kaki adalah kewajiban. Kaos kaki ganti sangat diperlukan karena tidak ada jaminan kaos kaki kita akan bersih dan kering sampai dengan outbound berakhir. Tentu tidak nyaman mengenakan kaos kaki basah, padahal tidak ada lagi sesi basah-basahan (nyebur atau ngelewatin kali, perang air, etc). Apalagi jika sudah masuk waktu shalat, kaos kaki yang kotor sebaiknya ditinggalkan.

Saking feminimnya, terkadang akhawat gak punya sepatu kets. Kalau jogging pun barefoot (cuman pake kaos kaki). Untuk urusan outbound tidak disarankan pakai pantopel kecuali rela kepeleset dan sepatunya almarhum =D

Alat sholat dan sun block sepertinya sudah cukup jelas.

Sekali lagi… ini memang super duper ribet… Tapi buatku,outbound training ataupun family gathering adalah bagian dari ibadah. Kita wajib mentarbiyah jasad kita. Bukankah mu’min yang kuat lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah? Agar ibadah kita sempurna, niat dan caranya haruslah benar. Oleh karena itu bagiku prosedur ini sangat bermanfaat… Semoga bermanfaat juga untuk temen-teman semua :)

http://detrianams.blogsome.com/

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action