Tampilkan postingan dengan label Studio Rekaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studio Rekaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2009

Rekaman Audio Bukan Hal Sulit

Proses perekaman sebuah pertunjukkan musik mempunyai tujuan agar menghasilkan kaset rekaman asli / master. Biasanya setelah pertunjukkan live, pihak band akan mengirim kaset rekaman tersebut untuk diproses lebih lanjut di bagian mastering sebelum digandakan dalam bentuk CD atau kaset. Untuk membuat perekaman yang baik ada beberapa bagian yang perlu dipertimbangkan:

1. Yang pertama, dan paling penting dalam sewa sound system, adalah mikrofon. Pilihlah mikrofon dengan kualitas terbaik untuk menjamin ketepatan dalam mencuplik suara yang diinginkan. Coba posisikan penempatan mikrofon tersebut sebelum dipastikan penempatannya. Sebuah mikrofon cardioid sudah lumayan baik untuk permulaan. Untuk semua penyanyi dalam satu pertunjukkan sebaiknya menggunakan mikrofon jenis yang sama untuk menghindari perbedaan karakter sinyal suara karena menggunakan mikrofon yang berbeda-beda.

2. Berikutnya, perhatikan alat perekaman sound system studio yang ingin digunakan. Alat perekaman sound system studio dapat terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran, dari tape keset sederhana hingga alat perekaman multitrack digital yang lebih maju. Standar media perekaman sewa sound system untuk professional saat ini adalah Digital Audio Tape (DAT) yang diperkenalkan oleh Sony pada pertengahan 80-an. Media ini berbentuk pita magnetik yang dapat merekam dari 2 hingga 22 GB. DAT mempunyai sample rates dari 44.1 kHz, CD audio standar, hingga 48 kHz.

3. Terakhir, tergantung pada kemampuan sewa sound pada alat merekam yang ada, anda mungkin perlu sewa sound mixer. Sebuah mixer mempunyai fungsi ganda; selain dipergunakan untuk menggabungkan beberapa mikrofon, mixer juga berfungsi merubah sinyal level mikrofon ke level alat perekaman sound system. Banyak tape kaset rekaman kelas consumer tidak mengijinkan mikrofon secara langsung dihubungkan dengan sound system. Sebuah mikrofon mempunyai level output yang rendah yang akan menghasilkan sedikit atau sama sekali tidak ada sinyal yang dapat direkam. Mixer mempunyai fungsi untuk menguatkan sinyal dari sinyal level mikrofon hingga level yang dapat diterima perekam.

http://audiofamers.blogspot.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action

Jumat, 05 September 2008

Tips dan Trick Membuat Studio Rekaman

Membuat studio rekaman tidak harus menggunakan teknologi rekaman yang mahal. Ada tip trik membuat recording studio sederhana dengan kualitas rekaman tidak kalah dengan jasa studio musik dan digital recording berteknologi canggih.
Kami akan berbagi pengalaman buat Anda yang menginginkan membangun sebuah music studio rekaman yang sederhana dengan biaya relatif lebih murah namun menghasilkan kualitas sound recording dan music recording yang sama dengan digital studio rekaman dengan teknologi yang canggih saat ini.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun recording audio dan studio audio antara lain :
1 Unit Komputer dengan spesifikasi :- Pentium III atau AMD Duron 1,2GB- Memory Minimal 128 MB- Harddisk 30 GB 7200 RPM- CDRW (buat nanti kalo mo copy master lagu atau MP3 ke CD)- Software Digital Multitrack (Cool Edit Pro 2.0, Cakewalk, atau lainnya)

2 (dua) buah sound card full duplexSound card ini berfungsi pengganti converter (MOTU,AARK,EW88MT) yang harganya begitu mahal. Kita menggunakan 2 sound card dengan maksud nantinya kita dapat bekerja lebih efisien, karena dengan adanya 2 sound card kita dapat langsung merekam "teak" 2 instrumen dalam waktu bersamaan pada track yang berbeda di software digital multitracks (cool edit pro)

1 Unit MixerMixer yang kami gunakan adalah mixer digital buatan Behringer dengan seri UB1832FX-PRO, dimana mixer behringer ini mempunyai banyak fasilitas yang dapat Anda simak disini. Fasilitas mixer Behringer UB1832FX-PRO adalah Ultra low noise, mic pre-amp, 24-bit digital stereo FX processor with 99 presets including reverb, delay, chorus, compressor, tube distortion, vinylizer and more plus 1 kHz test tone, Breathtaking 3D stereo surround effect for more vitality and enhanced stereo image, Effective, extremely musical 3-band EQ with semi-parametric mid band plus switchable low-cut filter on, 6 new state-of-the-art, studio-grade IMP "Invisible", dan lain-lain.

Mic DrumsKami memilih mic drum merk YOGA karena dari segi harga relatif murah dibandingkan yang lainnya, dengan kualitas tidak kalah dengan merk lainnya. Kalo mo pengiritan lagi pake condensor mic dan dapat dibeli di toko-toko electronic terdekat, tapi untuk kualitasnya kurang baik dan dapat di perbaiki nantinya di software digital multi track atau di software soundforge.
TapeBerfungsi sebagai monitor sound engineer dan guide player. Kami menggunakan tape HIFI SONY type FH-515R. Memang menurut teori recording harus menggunakan monitor flat yang harganya 1 pasang sampai 6 juta lebih, tapi lupakan dulu yang ini karena pembahasan disini dibatasi yang sederhana nan murah,.....hehehehe.

Kabel dan jackPemilihan kabel usahakan yang baik, karena kualitas rekaman sangat ditentukan disini. Anda dapat membeli kabel atau jack di toko-toko musik atau electronik di kota Anda. HeadphoneDigunakan untuk player di studio khususnya yang sedang rekaman atau buat sound engineernya. Lain-lainApa lagi ya,.....kayaknya cukup ini dulu. Nanti kalo ada info lagi kami masukan disini. Kalo semua yang diatas nggak bisa di penuhi ya mendingan rekaman aja di studio paris 51 tinggal ambil paket yang mana, hehehehehe maaf bercanda biar nggak stress.

http://duniasound.blogspot.com

Pilih-pilih Studio Rekaman

Lagu ciptaan sendiri dirasa sudah mantap? Berarti inilah saatnya untuk beranjak dari alat rekam minimalis ke tempat yang fasilitasnya lebih lengkap.

Berkarier sebagai musisi, baik secara solo maupun di dalam sebuah band, sekarang ini bisa dijadikan pilihan karier menjanjikan. Kesempatan untuk "tampil" enggak sekadar jadi band sekolahan terbuka luas. Belum lagi fasilitas pendukung mudah ditemui di mana-mana. Bergerak secara independen pun kini jamak dilakukan.

Tetapi, karier sebagai musisi bisa makin membanggakan apabila kita memiliki lagu karya kita sendiri. Untuk mencipta lagu, tempat bukan lagi masalah. Kamar tidur pun bisa dijadikan studio mini. Yang jadi masalah biasanya ada pada proses penggandaan.

Kalau sudah begini, istilah perusahaan rekaman atau studio rekaman sudah tidak asing lagi. Fasilitasnya pun beragam. Dari yang canggih sampai yang minimalis kini banyak tersebar. Yang mesti diingat, jangan memilih studio digital recording dari tampak luarnya saja. Banyak faktor yang harus jadi pertimbangan.

Yang harus dilakukan dalam memilih recording studio adalah:

1. Mendata studio

Ada beberapa cara untuk mengumpulkan data-data tentang studio audio recording. Pertama, lewat iklan di majalah, khususnya majalah musik. Atau bisa juga dengan mencari di internet.

Tetapi, iklan tidak bisa dipercaya begitu saja. Pada umumnya yang berpromosi adalah sound recording yang besar saja. Sementara studio musik kecil tetapi layak, kadang tidak mempunyai cukup dana untuk berpromosi lewat iklan.

Selain itu, bertukar info antarsesama musisi juga bisa menjadi cara yang lumayan efektif. Setiap musisi yang sudah pernah rekaman dipastikan tahu music recording mana saja yang layak untuk proses rekaman.

2. Cek studio

Apabila datang ke sebuah studio song, perlu diingat jangan terlalu "silau" dengan peralatan canggih yang dimiliki sebuah studio songs. Yang paling penting bukan hanya peralatan, tetapi keadaan ruangan operator sebuah studio.

Belum lagi desain ruangan juga bisa memengaruhi hasil rekaman. Coba simak beberapa tips dalam memilih studio rekaman.

- Sebisa mungkin hindari ruangan berbentuk persegi karena ruangan seperti ini kualitas akustiknya kurang baik.

- Ukuran ruangan jangan kurang dari 40 meter persegi. Ukuran ruangan kurang dari itu kualitas akustiknya kurang baik.

- Ketinggian plafon jangan kurang dari 10 meter untuk menghindari pantulan suara yang berlebihan.

3. Minta contoh rekaman

Biarpun sudah menemukan studio dengan peralatan dan tata ruang yang baik, masih ada tips lain untuk menentukan sebuah studio rekaman itu cukup baik atau tidak. Cobalah meminta contoh rekaman yang pernah dibuat oleh studio tersebut. Makin asyik apabila contoh rekaman yang mereka buat punya warna musik yang sama dengan genre musik yang band kalian mainkan.

4. Mengenal operator rekaman

Operator rekaman sama pentingnya dengan peralatan rekam yang mahal dan canggih. Karena tanpa operator rekaman yang andal, maka peralatan rekam secanggih apa pun akan jadi percuma aja.

Dari hasil contoh rekaman milik studio, kita bisa mengetahui seperti apa kualitas operator rekaman yang dimilikinya. Tapi, biar lebih meyakinkan lagi, sebaiknya kita berbincang-bincang langsung dengan operator rekaman. Dari sini kita bisa menggali sebanyak mungkin informasi tentang dirinya. Mulai dari referensi musiknya, background musiknya, sampai seleranya soal musik. Usahakan untuk mendapatkan operator rekaman yang cocok dengan kita.

5. Perhitungan biaya

Setelah merasa puas dengan satu studio, periksa lagi secara teliti harga sewanya. Jangan sampai ada poin yang terlewat karena bisa saja kita mendapat tambahan biaya yang seharusnya termasuk dalam paket sewanya. Tanyakan secara detail apakah instrumen musik, pita rekam, penyimpanan data komputer, sampai keping CD termasuk dalam harga paketnya.

DONNY TRIANTO
Tim Muda

kompas-cetak

Kamis, 14 Agustus 2008

Tips Rental Studio Musik

Tips Bisnis Rental Studio Musik

Beberapa hal yang perlu dan penting diperhatikan untuk bertahan dalam bisnis rental alat musik.

1. Selalu utamakan konsumen adalah Raja.
Perlakukan seistimewa mungkin dan tegur seramah mungkin. Sering memang stick drum patah oleh pada penyewa rental, bukan berarti kita berhak untuk marah-marah. Sering terjadi skin snare bolong karena penjiwaan lagu dengan beat menggebu-gebu kita berhak untuk ngomel-ngomel. Bagaimana pun juga penyewa mengeluarkan koceknya untuk menyewa studio musik mengasah keterampilan mereka dalam bermain musik. Di sini perlu disusun aturan mainnya, jika ada peralatan yang rusak tidak disengaja maupun disengaja, pemilik alangkah baiknya menempelkan aturan-aturan mainnya di tempat yang mudah dilihat.

2. Pemeliharaan Barang ( Alat Musik, Sound System )
Penting sekali untuk meremajakan peralatan studio musik ( Alat musik, Speaker dan Lighting Studio ) secara berkala, minimal maintenance-nya. Skin pada drum jika memang sudah tidak bisa mengeluarkan suara yang diinginkan bisa di ganti atau minimal di”tunning” ulang. Snar-snar pada gitar untuk diremajakan ( servis gitar / servis alat musik ) agar tetap dalam konsidi bagus. Perawatan kebersihan pada alat dan instrument lebih baik jika dilakukan 1 jam sebelum studio rental dibuka.

3. Beriklan
Secara bertahap menyebarkan iklan dan promosi studio musik berupa selebaran-selebaran di sebar langsung di jalan atau di tempel di tempat-tempat yang sering dikunjungi seperti toko musik / toko alat musik. Sekolah, Kampus, Wartel dan kalau perlu di pinggir-pinggir jalan juga bisa. Dan jangan lupa sebarkan iklan-iklan tersebut sesuai dengan waktunya. Misalkan menjelang liburan atau menjelang malam minggu. Promosi ini hukumnya wajib untuk dilaksanakan minimal sebulan sekali, jangan menganggap kegiatan ini hanya buang-buang uang saja. Sebetulnya tidak, cara ini efektif untuk mencari langganan baru.
Sediakan juga stiker untuk dibagikan kepada para penyewa, trik lama ini sebetulnya sangat efektif, beneran dech ! suwer! apalagi jika sticker yang kita buat sangat menarik.

4. Program dan Diskon
Adakan selalu program diskon-diskon yang menarik. Misalnya; tiga kali menyewa studio minmal 2 jam akan diberikan gratis 1 jam penuh. Atau minimal 3 jam sewa akan diberikan free softdrink. Bisa juga minimal 3 jam sewa akan dapat voucher yang dikumpulkan sampai 10 voucher bisa ditukarkan dengan 1 jam sewa gratis. Apa saja dan bagaimana saja caranya.

Seperti yang pernah saya tuliskan jika usaha seperti ini adalah usaha yang “sangat lama” untuk “balik modal” Karena apalagi ini termasuk usaha Jasa. 1 tahun pertama adalah 1 tahun buang-buang uang, ya! untuk menjaring penyewa baru, untuk iklan, dan bertahan hidup jika sedang kosong penyewa, bertahan hidup ini maksudnya untuk bayar operator, retribusi sampah. listrik, telepon dan lain-lainnya. Sekedar secuil saran kecil bisa juga sambil berjualan baju-baju yang berhubungan dengan musik. Atau aksesories lainnya yang berhubungan dengan musik, misalnya selain kaos, aksesories seperti bandana, kalung, cincin, anting dan lain-lainnya.


http://gnamusic.wordpress.com/2008/02/01/tips-bertahan-dalam-bisnis-rental-studio-musik/#comment-68

Definisi Alat Musik dan Tips Studio Rekaman

Definisi Alat Musik

Alat - alat musik adalah suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapat disebut sebagai alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya diperuntukkan bagi alat yang khusus ditujukan untuk musik. Bidang ilmu yang mempelajari alat musik disebut organologi.Jenis - jenis alat musik :

Alat musik berdasarkan cara memainkan

  • Alat musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik ini adalah terompet dan flute.
  • Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, jika ada, akan menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contohnya adalah kolintang (bernada), drums (tak bernada), dan bongo (tak bernada).
  • Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui dipetik. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai.
  • Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai.

Tips Memilih studio rekaman

Yang harus dilakukan dalam memilih studio rekaman adalah:

1. Mendata studio

Ada beberapa cara untuk mengumpulkan data-data tentang studio rekaman. Pertama, lewat iklan di majalah, khususnya majalah musik bisa juga toko musik / toko alat musik terdekat atau bisa juga dengan mencari di internet.

Tetapi, iklan tidak bisa dipercaya begitu saja. Pada umumnya yang berpromosi adalah studio-studio yang besar saja. Sementara studio kecil tetapi layak, kadang tidak mempunyai cukup dana untuk berpromosi lewat iklan.

Selain itu, bertukar info antarsesama musisi juga bisa menjadi cara yang lumayan efektif. Setiap musisi yang sudah pernah rekaman dipastikan tahu studio mana saja yang layak untuk proses rekaman.

2. Cek studio dan perlengkapan musik yang ada di dalam studio

Apabila datang ke sebuah studio rekaman, perlu diingat jangan terlalu "silau" dengan peralatan canggih yang dimiliki sebuah studio. Yang paling penting bukan hanya peralatan, tetapi keadaan ruangan operator sebuah studio.perhatikan alat musik dan sound sistem agar anda tidak kecewa dalam hasil suara.

Belum lagi desain ruangan juga bisa memengaruhi hasil rekaman. Coba simak beberapa tips dalam memilih studio rekaman.

- Sebisa mungkin hindari ruangan berbentuk persegi karena ruangan seperti ini kualitas akustiknya kurang baik.

- Ukuran ruangan jangan kurang dari 40 meter persegi. Ukuran ruangan kurang dari itu kualitas akustiknya kurang baik.

- Ketinggian plafon jangan kurang dari 10 meter untuk menghindari pantulan suara yang berlebihan.

3. Minta contoh rekaman

Biarpun sudah menemukan studio dengan peralatan dan tata ruang yang baik, masih ada tips lain untuk menentukan sebuah studio rekaman itu cukup baik atau tidak. Cobalah meminta contoh rekaman yang pernah dibuat oleh studio tersebut. Makin asyik apabila contoh rekaman yang mereka buat punya warna musik yang sama dengan genre musik yang band kalian mainkan.

4. Mengenal operator rekaman

Operator rekaman sama pentingnya dengan peralatan rekam yang mahal dan canggih. Karena tanpa operator rekaman yang andal, maka peralatan rekam secanggih apa pun akan jadi percuma aja.

Dari hasil contoh rekaman milik studio, kita bisa mengetahui seperti apa kualitas operator rekaman yang dimilikinya. Tapi, biar lebih meyakinkan lagi, sebaiknya kita berbincang-bincang langsung dengan operator rekaman. Dari sini kita bisa menggali sebanyak mungkin informasi tentang dirinya. Mulai dari referensi musiknya, background musiknya, sampai seleranya soal musik. Usahakan untuk mendapatkan operator rekaman yang cocok dengan kita.

5. Perhitungan biaya ( Harga Sewa )

Setelah merasa puas dengan satu studio, periksa lagi secara teliti harga sewa studio musik ( rekaman ). Jangan sampai ada poin yang terlewat karena bisa saja kita mendapat tambahan biaya yang seharusnya termasuk dalam paket sewanya. Tanyakan secara detail apakah instrumen musik, pita rekam, penyimpanan data komputer, sampai keping CD termasuk dalam harga paketnya.

Selasa, 22 Juli 2008

Tips Memilih Studio







Polyester Embassy adalah sebuah band experimental rock dari Bandung yang telah meluncurkan debut albumnya "Tragicomedy" di bawah naungan Ffwd Records. Genre musiknya yang terbilang tidak lazim di sini membuat mereka punya cara-cara dan kriteria khusus dalam memilih studio musik, baik untuk latihan musik maupun rekaman. Elang, si vokalis / gitaris membeberkan semuanya untuk kalian.

Memilih studio latihan:
1. Carilah studio sewaan dengan lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh semua personil. Lokasi yang jauh bisa membuat sebagian personil merasa malas.

2.Perhatikan spesifikasi alat musik. Bila kalian belum terlalu mengenal seluk beluk peralatan musik, bertanyalah pada yang tahu, dan pastikan studio pilihan kalian memiliki peralatan standar. Poin ini berhubungan juga dengan kebutuhan dan kemampuan kalian. Kalo gue sendiri di PE ngebutuhin Ampli Marshall atau Roland Jazz Chorus, supaya suara yang keluar maksimal dan sesuai dengan format lagu kita.

3.Pilihlah studio musik / studio rekaman dengan harga yang terjangkau,karena studio mahal akan membuat personil (lagi-lagi) merasa malas.

4. Untuk bisa dapetin studio dengan harga terjangkau dan spesifikasi alat yang oke, kalian harus mau "ngulik" dan nyari dengan niat penuh!

5. Bila telah menetapkan pilihan, usahakan band musik, kalian menjadi langganan studio tersebut. Bila kalian telah dikenal, maka operator studio bisa mengatur set yang sesuai dengan musik kalian, atau bahkan membiarkan kalian mengatur set sendiri.

6. Kadang studio bagus tidak cukup memberi "trigger" untuk bisa membuat materi lagu. Carilah tempat dengan suasana yang membuat kalian nyaman dan produktif.

7. Jangan lupakan detil. PE memerlukan listrik dalam jumlah besar, hal ini menyebabkan dulu studio yang kita sewa sering mati listrik karena kesedot semua sama kita.

Memilih studio rekaman:
1. Pilihlah studio bersama sound engineer atau produser, karena mereka sudah lebih mengerti studio mana yang cocok untuk kalian dan untuk ngasih masukan supaya hasilnya bisa maksimal. Kadang satu studio cuma cocok untuk take vokal aja atau take gitar aja, dan mereka lebih ngerti itu.

2. Kalo belum ada produser atau engineer, kalian mesti coba-coba dulu. Seperti poin 4 "memilih studio latihan", disini duit mungkin akan keluar lumayan banyak, tapi seenggaknya kalian punya pengetahuan lebih soal studio.

3. Kredibilitas studio juga penting. Cari tahu band apa saja yang pernah rekaman di situ, dan bandingkan hasilnya dengan jenis musik kalian.

4. Perhatikan spesifikasi alat, sound system dan mungkin software yang tersedia.

5. Bila poin kesatu kalian skip, maka sekaranglah waktunya untuk mencari engineer. Biasanya tiap studio punya operator/engineer sendiri, maka sering-seringlah ngobrol dan banyak bertanya pada sang operator.

6. Masalah budget, biasanya studio mahal punya alat yang -setidaknya- standar, dan operator yang cukup qualified. Tapi bukan berarti melupakan studio murah. Gue sendiri lebih milih studio yang murah karena biasanya dapet sesuatu yang baru. Keterbatasan yang ada bisa bikin kita lebih belajar

Sabtu, 28 Juni 2008

Tips Bertahan Dalam Bisnis Rental Studio Musik / Studio Rekaman

Sering saya jumpai rental studio musik yang berlokasi “tidak pada tempat”-nya. Ada yang berlokasi di pinggiran jalan, dan maksud saya benar-benar dipinggiran jalan. Dibatasi oleh dinding langsung menuju jalur jalan dua arah dimana rute bis antar kota lalu lalang. Ada juga dibelakang rumah makan padang, si pemilik mempunyai jabatan ganda, sebagai penjual masakan padang dan owner studio musik. Maksudnya mungkin baik, jika para pemain sudah berlatih mati-matian, mungkin akan tersalurkan nafsu makannya dengan memesan nasi padang hangat langsung di depan pintu keluar studio dan tagihan akan disatukan dengan bill rentalnya. Effektif ? mungkin tapi tidak profesional (ini menurut saya loh!) Kemungkinan dengan keadaan seperti itu amply gitar head cabinet apapun merknya lama-lama akan tercium bau rendang. Usaha bisa digabung, tapi ada batasan ruangnya yang dibedakan berdasarkan fungsi. Dimana latihan band dan dimana acara kuliner diadakan. Alasannya terdengar tidak asing jika ditanya kenapa ?
” Ya dulunya saya coba-coba buka rental studio musik yang katanya cukup menjanjikan….. dan ternyata janji tersebut adalah gombal!” jawabnya sambil cengar-cengir

Beberapa hal yang perlu dan penting diperhatikan untuk bertahan dalam bisnis rental studio musik.

1. Selalu utamakan konsumen adalah Raja.
Perlakukan seistimewa mungkin dan tegur seramah mungkin. Sering memang stick drum patah oleh pada penyewa rental, bukan berarti kita berhak untuk marah-marah. Sering terjadi skin snare bolong karena penjiwaan lagu dengan beat menggebu-gebu kita berhak untuk ngomel-ngomel. Bagaimana pun juga penyewa mengeluarkan koceknya untuk menyewa studio musik mengasah keterampilan mereka dalam bermain musik. Di sini perlu disusun aturan mainnya, jika ada peralatan yang rusak tidak disengaja maupun disengaja, pemilik alangkah baiknya menempelkan aturan-aturan mainnya di tempat yang mudah dilihat.

2. Pemeliharaan Barang
Penting sekali untuk meremajakan peralatan studio musik secara berkala, minimal maintenance studio musik. Skin pada drum jika memang sudah tidak bisa mengeluarkan suara yang diinginkan bisa di ganti atau minimal di”tunning” ulang. Snar-snar pada gitar untuk diremajakan agar tetap dalam konsidi bagus. Perawatan kebersihan pada alat dan instrument lebih baik jika dilakukan 1 jam sebelum studio rental dibuka.

3. Beriklan
Secara bertahap menyebarkan iklan dan promosi studio musik (studio rekaman / recording studio) berupa selebaran-selebaran di sebar langsung di jalan atau di tempel di tempat-tempat yang sering dikunjungi. Sekolah, Kampus, Wartel dan kalau perlu di pinggir-pinggir jalan juga bisa. Dan jangan lupa sebarkan iklan-iklan tersebut sesuai dengan waktunya. Misalkan menjelang liburan atau menjelang malam minggu. Promosi ini hukumnya wajib untuk dilaksanakan minimal sebulan sekali, jangan menganggap kegiatan ini hanya buang-buang uang saja. Sebetulnya tidak, cara ini efektif untuk mencari langganan baru.
Sediakan juga stiker untuk dibagikan kepada para penyewa, trik lama ini sebetulnya sangat efektif, beneran dech ! suwer! apalagi jika sticker yang kita buat sangat menarik.

4. Program dan Diskon
Adakan selalu program diskon-diskon yang menarik. Misalnya; tiga kali menyewa studio minmal 2 jam akan diberikan gratis 1 jam penuh. Atau minimal 3 jam sewa akan diberikan free softdrink. Bisa juga minimal 3 jam sewa akan dapat voucher yang dikumpulkan sampai 10 voucher bisa ditukarkan dengan 1 jam sewa gratis. Apa saja dan bagaimana saja caranya.

Seperti yang pernah saya tuliskan jika usaha seperti ini adalah usaha yang “sangat lama” untuk “balik modal” Karena apalagi ini termasuk usaha Jasa Studio Rekaman. 1 tahun pertama adalah 1 tahun buang-buang uang, ya! untuk menjaring penyewa baru, untuk iklan, dan bertahan hidup jika sedang kosong penyewa, bertahan hidup ini maksudnya untuk bayar operator studio rekaman, retribusi sampah. listrik, telepon dan lain-lainnya. Sekedar secuil saran kecil bisa juga sambil berjualan baju-baju yang berhubungan dengan musik. Atau aksesories lainnya yang berhubungan dengan musik, misalnya selain kaos, aksesories seperti bandana, kalung, cincin, anting dan lain-lainnya.

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action