Tampilkan postingan dengan label sound speaker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sound speaker. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2008

Tips Ringan Menangani Speaker Anda

Perangkat bernama loudspeaker suara tentunya sudah akrab didengar sejak ditemukannya alat gramofon yang berfungsi sebagai media reproduksi suara, yang menggerakkan udara di sekitar agar terbentuk berbagai frekuensi gelombang, dan diterima oleh telinga kita.

Dulu, speaker hanya berfungsi sebagai alat instrumen yang kurang diperhatikan secara khusus. Kini setelah perkembangan teknologi di bidang tata suara sudah tidak terbendung lagi, banyak varian model speaker yang dirancang dengan tujuan mencapai kesempurnaan dalam reproduksi suara. Bahkan dengan sistem penguatan (amplifier) yang juga sangat mendukung kualitas suara, loudspeaker telah menjadi ujung tombak suatu sistem tata suara yang sangat menentukan dalam menampilkan hasil rekaman audio, baik dari media analog maupun digital.

Kemampuan reproduksi suara yang semakin sempurna dari loudspeaker tentunya sangat dipengaruhi oleh mutu rekaman audio dari studio recording. Untuk menghasilkan rekaman yang baik, kini efek ruang juga dipertimbangkan sebagai hasil akhir dari sajian musik yang ditampilkan.

source : http://www.audiovideo.co.id/

Bagaimana Memilih dan Merawat Elektrostatis Loudspeaker (ESL)

Oleh: Gayle Martin Sanders
Bagaimana membersihkan Loudspeaker dan merawat loudspeaker jenis ini? Gunakan saja sikat berbulu halus yang biasanya tersedia di agen penjualan ESL, dan disarankan tidak meletakkan loudspeaker langsung terkena sinar ultraviolet. Sinar UV langsung dari matahari akan menyebabkan kerusakan antara lain pada grill cloth dan konus speaker. Selain itu, kontaminasi dari asap dan debu dapat mempengaruhi membran elektrostatik dan ini menyebabkan diskolorasi dari diafragma panel, sehingga loncatan arus listrik terganggu. Inilah yang menyebabkan suara menjadi kletak..kletuk!


Untuk merawat peralatan sound system jenis ini, apabila tidak digunakan untuk periode yang lama, maka cabut kabel listik pada panel dan tutupi loudspeaker dengan plastik. Merupakan suatu ide yang baik jika saja digunakan vacuum untuk menyedot debu satu atau dua kali setahun.

Apasih keuntungan menggunakan Elektrostatis Loudspeaker?
Diafragma dari ESL akan digerakkan secara keseluruhan di permukaan, dengan demikian distorsi yang timbul pada frekuensi tinggi akan dieliminir.

Berapa besar daya amplifier / power sound system yang bisa digunakan, konon menurut cerita dibutuhkan daya yang besar?
Dulu begitu....karena sensitivitasnya rendah! Tetapi sesuai dengan perkembangan teknologi, saat ini loudspeaker mempunyai kepekaan tinggi, begitu pula ESL. Saat ini disarankan 100 - 200 watt per kanal baik untuk desain dari tube ataupun solid state, sementara daya listrik yang diperlukan oleh speaker untuk melakukan polarisasi hanya sebesar 5 watt saja.

Berapa jarak yang aman antara sound speaker dengan televisi?
Kami sarankan meletakkan speaker paling sedikit satu feet dari televisi.

Bagaimana jika ESL ada di daerah yang mempunyai tingkat kelembaban (humidity) tinggi?
Jika ruangan Anda ber-AC memang no..problem, tetapi jika tidak maka tingkat humidity akan mengganggu panel elektrostatiknya. Salah satu caranya seperti yang dikemukakan diatas, dengan menggunakan vacuum yang kuat untuk menghisap debu yang mengotori panel

Caranya ?
Melakukan vacuum akan lebih efektif jika ESL tidak diaktifkan paling sedikit enam jam atau semalaman. Dengan menggunakan vacuum ini, Anda dapat menghisap debu atau menggunakan kompresor untuk menghubuskan udara, hal ini tidak menjadi masalah bagi membran ESL.

Jadi agar produk tersebut awet, pemeliharaan dengan vacuum serta menghindarkan dari sinar matahari merupakan hal paling esential bagi Anda yang ingin mencoba loudspeaker berjenis Elektrostatik.


source : http://www.audiovideo.co.id

Selasa, 24 Juni 2008

Membangun System Audio Idaman

Planning
Langkah pertama adalah menentukan berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk membangun system audio. Tentukan batasan maksimal dan target komponen yang akan dibeli. Kita perlu berhati – hati dengan ambisi kita dalam berburu peralatan high – end. Banyak sekali kasus dimana seorang audiophile telah berbelanja sampai angka yang luar biasa namun suara yang dihasilkan dari system audionya tidaklah sebanding dengan apa yang telah dikeluarkannya. Bukan karena komponenya jelek tetapi karena komponen-komponen tersebut tidak bersinergi menghasilkan suara yang baik tetapi justru sebaliknya. Misalnya loudspeaker yang dipilih adalah yang berkarakter “bright dan super detail” dan amplifier yang dipilh juga yang berkarakter “bright” . Alhasil, system audionya hanya dapat didengar pada setengah jam pertama sedangkan selanjutnya kita sudah capek dan jenuh dibuatnya.

Pengenalan Komponen
Sebagai awal membangun sistem audio ada baiknya mengetahui komposisi umum untuk sebuah system audio high end :

Sumber Suara: CD Player, Turntable atau perangkat sumber suara lain
Penguatan suara: Integrated Amp atau Pre-Power Amp
Speaker: Monitor, Floorstand
Perkabelan: Interkonek, Speaker
Aksesoris: Power Conditioner, Equipment Platform
Ruang Dengar: Akustik

Setelah mengetahui kompsisi komponen dasar suatu system High End, selanjutnya adalah menentukan berapa budget yang akan dialokasikan ke masing-masing komponen tersebut. Yang paling umum berlaku adalah sebagai berikut :

Sumber Suara: 20%
Penguat Suara: 30%
Loudspeakers 40%
Cable & Accessories 10%
Total = 100%
Budget ruang dengar idealnya sekitar 30% - 75% dari total harga diatas. Tetapi hal ini tidak mutlak.

Loudspeakers
Hal paling mudah untuk menentukan suatu loudspeaker yang baik adalah resonansi box loudspeaker tersebut. Biasanya box yang baik adalah yang tidak menimbulkan resonansi bunyi sama sekali atau menekan sekecil mungkin resonansi bunyi. Karena resonansi menimbulkan bunyi yang tidak dikehendaki dalam reproduksi suara dan meyebabkan kolorasi suara. Untuk mengetahui kualitas box speaker adalah cukup dengan mengetuk secara halus box nya. Jika menimbulkan suara yang kosong hampir dapat dipastikan resonansi suara yang timbul besar dan apabila terkesan mati atau berisi maka box tersebut mempunyai efek resonansi yang kecil.
Lebih jauh, Crossover pada speaker turut memberi peran yang tidak kalah penting. Penentuan cut off frekwensi, integrasi antar driver dan lain-lain diatur dalam modul kecil yang terletak di belakang atau bawah kotak speaker ini. Terkadang ada manufaktur yang merancang crossover sedemikian rumit untuk memperoleh hasil suara yang bagus, namun dilain sisi ada pula manufaktur yang membuat speaker dengan konsep crossover less, dengan alas an akan memperpendek signal suara .

Ruang Dengar
Yang terbaik adalah apabila ruangan tersebut menyisakan sedikit ruang yang hidup sehingga reverberant suara masih bermain di space tersebut. Umumnya para audiophile menggunakan beberapa perangkat room treatment seperti Echo Buster atau RPG Diffusor dan sebagainya untuk setting sebuah ruangan. Beberapa perangkat tersebut bahkan special dibuat untuk tidak menyerap suara tetapi justru memecah dan memantulkannya kembali sembarang arah. Dipercaya teknologi ini mampu untuk membuat suara lebih hidup dibanding menyerap eneginya yang cenderung akan membuat treble menjadi dull.
Apabila kita tidak dapat mengusahakan ruangan dengar khusus dan terpaksa harus ditempatkan di ruang tamu atau tempat lain yang terbuka yang tidak memungkinkan dipasang perangkat room treeatment, usahakan di sudut ruangan di belakang speaker ditempatkan peredam seperti busa atau glass wool untuk meredam gema bass yang excessive.
Ukuran ideal untuk sebuah ruang dengar adalah 5 m x 8 m. x 3 m (pxlxt) karena dengan ruangan sebesar ini kita dapat menempatkan speaker floorstanding full range yang dapat menghasilkan medan suara yang besar dan tampilan vocal penyanyi yang utuh dari kepala samapai ke kaki. Layaknya si penyanyi atau pemain instrument tersebut hadir di ruangan tersebut.

Uji Dengar sound speaker
Setelah itu yang paling vital adalah uji dengar. Referensi buku atau majalah bisa membantu untuk memperkecil kemungkinan tetapi belilah barang yang sesuai dengan selera kita. Karakter suara dan jenis musik yang kita sukai dan pilihlah komponen yang mendekati apa yang kita inginkan.
Bawalah cd lagu kesukaan yang telah kita kenal dan sering dengar sebagai bahan referensi. Kemudian lakukankanlah comparative test A/B yaitu dengan mencoba amplifier yang kita inginkan. Kenali karakter suaranya kemudian gantilah dengan amplifier pembanding lain lalu catat perbedaannya. Kemudian kembali lagi ke amplifier yang kita inginkan. Dengan melakukan hal ini memungkinkan kita untuk lebih jelas mengetahui kelemahan dan kelebihan dari salah satu amplifier tersebut.

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action