Tampilkan postingan dengan label sewa studio musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sewa studio musik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2008

Tips Rental Studio Musik

Tips Bisnis Rental Studio Musik

Beberapa hal yang perlu dan penting diperhatikan untuk bertahan dalam bisnis rental alat musik.

1. Selalu utamakan konsumen adalah Raja.
Perlakukan seistimewa mungkin dan tegur seramah mungkin. Sering memang stick drum patah oleh pada penyewa rental, bukan berarti kita berhak untuk marah-marah. Sering terjadi skin snare bolong karena penjiwaan lagu dengan beat menggebu-gebu kita berhak untuk ngomel-ngomel. Bagaimana pun juga penyewa mengeluarkan koceknya untuk menyewa studio musik mengasah keterampilan mereka dalam bermain musik. Di sini perlu disusun aturan mainnya, jika ada peralatan yang rusak tidak disengaja maupun disengaja, pemilik alangkah baiknya menempelkan aturan-aturan mainnya di tempat yang mudah dilihat.

2. Pemeliharaan Barang ( Alat Musik, Sound System )
Penting sekali untuk meremajakan peralatan studio musik ( Alat musik, Speaker dan Lighting Studio ) secara berkala, minimal maintenance-nya. Skin pada drum jika memang sudah tidak bisa mengeluarkan suara yang diinginkan bisa di ganti atau minimal di”tunning” ulang. Snar-snar pada gitar untuk diremajakan ( servis gitar / servis alat musik ) agar tetap dalam konsidi bagus. Perawatan kebersihan pada alat dan instrument lebih baik jika dilakukan 1 jam sebelum studio rental dibuka.

3. Beriklan
Secara bertahap menyebarkan iklan dan promosi studio musik berupa selebaran-selebaran di sebar langsung di jalan atau di tempel di tempat-tempat yang sering dikunjungi seperti toko musik / toko alat musik. Sekolah, Kampus, Wartel dan kalau perlu di pinggir-pinggir jalan juga bisa. Dan jangan lupa sebarkan iklan-iklan tersebut sesuai dengan waktunya. Misalkan menjelang liburan atau menjelang malam minggu. Promosi ini hukumnya wajib untuk dilaksanakan minimal sebulan sekali, jangan menganggap kegiatan ini hanya buang-buang uang saja. Sebetulnya tidak, cara ini efektif untuk mencari langganan baru.
Sediakan juga stiker untuk dibagikan kepada para penyewa, trik lama ini sebetulnya sangat efektif, beneran dech ! suwer! apalagi jika sticker yang kita buat sangat menarik.

4. Program dan Diskon
Adakan selalu program diskon-diskon yang menarik. Misalnya; tiga kali menyewa studio minmal 2 jam akan diberikan gratis 1 jam penuh. Atau minimal 3 jam sewa akan diberikan free softdrink. Bisa juga minimal 3 jam sewa akan dapat voucher yang dikumpulkan sampai 10 voucher bisa ditukarkan dengan 1 jam sewa gratis. Apa saja dan bagaimana saja caranya.

Seperti yang pernah saya tuliskan jika usaha seperti ini adalah usaha yang “sangat lama” untuk “balik modal” Karena apalagi ini termasuk usaha Jasa. 1 tahun pertama adalah 1 tahun buang-buang uang, ya! untuk menjaring penyewa baru, untuk iklan, dan bertahan hidup jika sedang kosong penyewa, bertahan hidup ini maksudnya untuk bayar operator, retribusi sampah. listrik, telepon dan lain-lainnya. Sekedar secuil saran kecil bisa juga sambil berjualan baju-baju yang berhubungan dengan musik. Atau aksesories lainnya yang berhubungan dengan musik, misalnya selain kaos, aksesories seperti bandana, kalung, cincin, anting dan lain-lainnya.


http://gnamusic.wordpress.com/2008/02/01/tips-bertahan-dalam-bisnis-rental-studio-musik/#comment-68

Selasa, 22 Juli 2008

Tips Memilih Studio







Polyester Embassy adalah sebuah band experimental rock dari Bandung yang telah meluncurkan debut albumnya "Tragicomedy" di bawah naungan Ffwd Records. Genre musiknya yang terbilang tidak lazim di sini membuat mereka punya cara-cara dan kriteria khusus dalam memilih studio musik, baik untuk latihan musik maupun rekaman. Elang, si vokalis / gitaris membeberkan semuanya untuk kalian.

Memilih studio latihan:
1. Carilah studio sewaan dengan lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh semua personil. Lokasi yang jauh bisa membuat sebagian personil merasa malas.

2.Perhatikan spesifikasi alat musik. Bila kalian belum terlalu mengenal seluk beluk peralatan musik, bertanyalah pada yang tahu, dan pastikan studio pilihan kalian memiliki peralatan standar. Poin ini berhubungan juga dengan kebutuhan dan kemampuan kalian. Kalo gue sendiri di PE ngebutuhin Ampli Marshall atau Roland Jazz Chorus, supaya suara yang keluar maksimal dan sesuai dengan format lagu kita.

3.Pilihlah studio musik / studio rekaman dengan harga yang terjangkau,karena studio mahal akan membuat personil (lagi-lagi) merasa malas.

4. Untuk bisa dapetin studio dengan harga terjangkau dan spesifikasi alat yang oke, kalian harus mau "ngulik" dan nyari dengan niat penuh!

5. Bila telah menetapkan pilihan, usahakan band musik, kalian menjadi langganan studio tersebut. Bila kalian telah dikenal, maka operator studio bisa mengatur set yang sesuai dengan musik kalian, atau bahkan membiarkan kalian mengatur set sendiri.

6. Kadang studio bagus tidak cukup memberi "trigger" untuk bisa membuat materi lagu. Carilah tempat dengan suasana yang membuat kalian nyaman dan produktif.

7. Jangan lupakan detil. PE memerlukan listrik dalam jumlah besar, hal ini menyebabkan dulu studio yang kita sewa sering mati listrik karena kesedot semua sama kita.

Memilih studio rekaman:
1. Pilihlah studio bersama sound engineer atau produser, karena mereka sudah lebih mengerti studio mana yang cocok untuk kalian dan untuk ngasih masukan supaya hasilnya bisa maksimal. Kadang satu studio cuma cocok untuk take vokal aja atau take gitar aja, dan mereka lebih ngerti itu.

2. Kalo belum ada produser atau engineer, kalian mesti coba-coba dulu. Seperti poin 4 "memilih studio latihan", disini duit mungkin akan keluar lumayan banyak, tapi seenggaknya kalian punya pengetahuan lebih soal studio.

3. Kredibilitas studio juga penting. Cari tahu band apa saja yang pernah rekaman di situ, dan bandingkan hasilnya dengan jenis musik kalian.

4. Perhatikan spesifikasi alat, sound system dan mungkin software yang tersedia.

5. Bila poin kesatu kalian skip, maka sekaranglah waktunya untuk mencari engineer. Biasanya tiap studio punya operator/engineer sendiri, maka sering-seringlah ngobrol dan banyak bertanya pada sang operator.

6. Masalah budget, biasanya studio mahal punya alat yang -setidaknya- standar, dan operator yang cukup qualified. Tapi bukan berarti melupakan studio murah. Gue sendiri lebih milih studio yang murah karena biasanya dapet sesuatu yang baru. Keterbatasan yang ada bisa bikin kita lebih belajar

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action