Beberapa tips dibawah ini, mungkin akan membantu Anda untuk memperoleh kredit dari bank.
1. Yakinkanlah kepada petugas bank, bahwa kredit yang Anda butuhkan itu untuk pinjaman usaha .Ajukanlah pinjaman kepada bank yang betul-betul mengetahui bisnis Anda. Anda jangan takut, karena pinjaman inilah yang sejatinya diinginkan oleh petugas bank. Untuk memperbesar peluang carilah bank yang aktif memberikan pendanaan untuk bisnis UKM. Ada beberapa bank dan lembaga keuangan yang memberikan pinjaman secara konvensional tanpa dukungan pemerintah. Namun, Anda harus ingat bahwa bank selalu menuntut persyaratan jaminan sebagai tahap awal.
2. Sebagai pebisnis, pastikan bahwa Anda benar-benar siap dating ke bank dengan mengajukan pinjaman.Anda harus bisa meyakinkan pihak bank, bahwa pinjaman yang Anda ajukan adalah pinjaman bisnis yang berisiko kecil. Siapkan formulir permohonan pinjaman yang sudah lengkap, foto kopi proyeksi cashflow, proyeksi laporan keuangan untuk tiga tahun ke depan.
3. Siapkan Jawaban tepat atas pertanyaan yang diajukanIngat, kombinasi informasi dan persiapan adalah alat yang kuat dalam dunia. Seorang peminjam yang teliti dan siap akan mendapat peluang empat kali lebih besar ketimbang peminjam yang tidak siap dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh petugas bank. Untuk melengkapi keseriusan dan persiapan Anda, siapkanlah bisnis plan dalam menjawab pertanyaan pihak bank. Pertanyaan tersebut antara lain : Berapa banyak dana yang Anda butuhkan? Berapa lama Anda membutuhkan dana tersebut? Jawablah dengan detil mengenai penggunaan dana tersebut dan jelaskanlah bahwa bisnis Anda berisiko kecil. Kapan Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut? Jelaskanlah bahwa proyeksi cashflow Anda akan lancar dan bisnis yang Anda jalankan bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Tunjukkan bahwa Anda mampu mengelola dana tersebut lewat rencana bisnis (business plan)Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila proposal pinjaman Anda ditolak?
4. Jangan bersikap negative dan meminta maaf Waspadailah sikap negatif Anda. Tampilkan diri Anda sebagai entrepreneur yang bisa mengembalikan kredit tersebut. Tonjolkan citra (image) Anda dengan memberikan benda-benda promosi bisnis, seperti : brosur, iklan, artikel, press release kepada pihak bank
5. Pilihlah kredit tanpa angunan atau pinjaman tanpa angunan sehingga membuat ringan anda, tapi anda harus tetap memperhatikan surat perjanjian pinjaman yang telah dibuat.
6. Jangan berlebihan dalam mengisi permohonan pinjamanPihak bank dapat dengan mudah mengecek fakta dari permohonan Anda. Jika Anda tidak dapat memberikan keterangan yang didukung dengan data kuat, maka jangan dimasukkan dalam permohonan. Luangkan waktu untuk melakukan riset sehingga mampu menyajikan keterangan yang masuk akal. Akan lebih baik lagi kalau bisnis Anda prospektif dan memiliki asset serta collateral (jaminan)
7. Pastikan dokumen Anda teratur rapi, dapat dibaca dan tersusun dalam kesatuan yang menarik. Ketiklah semua dokumen permohonan pinjaman. Dokumen dengan tulisan tangan terlihat tidak professional. Jangan lupa buatlah selalu surat pengantar.
8. Jangan mendesak loan officer untuk membuat keputusan.Tindakan ini akan berakibat suatu penolakan. Pihak bank tidak akan membuat keputusan sebelum semua dokumen Anda lengkap. Untuk menjamin cepatnya kredit itu cair, pastikanlah bahwa dokumen permohonan yang Anda ajukan sudah lengkap.
9. Percaya diri Sikap percaya diri sangat mendukung untuk memperoleh pinjaman. Tunjukkan Anda dapat sukses dengan kredit dari bank. Visualisasikan pikiran Anda dengan hasil positif dari pinjaman tersebut.
10. Tetap mencoba untuk mencari kredit ( pinjaman dana tunai )sampai berhasil Apabila Anda ditolak, carilah bank lain. Carilah referensi dari pebisnis sukses. Sebelum Anda ke bank langsung, carilah teman, rekan kerja atau kenalan yang memiliki posisi bagus dengan bank. Pihak bank biasanya lebih suka berbisnis dengan orang-orang yang direferensikan oleh customer terbaik mereka.
11. Diskusikan risiko dalam bisnis AndaIngatlah, bisnis selalu mengandung risiko. Jika Anda tidak membicarakan risiko, maka pihak bank beranggapan bisnis Anda terlalu muluk-muluk. Pihak bank hanya ingin mengetahui bagaimana Anda mengatasi risiko bila bisnis Anda gagal. Selain itu, mereka juga ingin tahu bagaimana Anda mengatasi bila bisnis itu sukses.
12. Ingatlah, memperoleh pinjaman pertama kali akan sulit sekali!Pihak bank lebih suka memberikan kredit pada orang yang pernah meminjam dan telah melunasi pinjaman pertamanya. Mereka bukan kapitalis spekulan yang membuat pinjaman berisiko namun berharap pada prospek keuntungan bisnis Anda. Pihak bank lebih suka meminjamkan kepada bisnis yang berisiko kecil, usaha yang kecil ketimbang bisnis berisiko tinggi dan tidak ada track record keberhasilannya.
source : http://www.majalahpengusaha.com/
Selasa, 01 Juli 2008
Cara Memperoleh Pinjaman uang / pinjaman tunai dari Bank
Diposting oleh Imoet di 00.23 1 komentar
Label: formulir permohonan, guidepost, kredit bank, permohonan pinjaman, persyaratan jaminan, petugas bank, pinjaman bisnis, PINJAMAN TUNAI, Pinjaman uang, pinjaman usaha, tips pinjaman
10 Tips Memulai Usaha Kecil dan Menjalankan Bisnis Kecil ( Usaha Kecil dan Menengah )
Berikut tips yang diberikan:
1. Simpan uang sebanyak mungkin sebelum memulai bisnis Terlalu sering, orang-orang masuk ke bisnis tanpa banyak simpanan secara eksklusif menggunakan pinjaman uang dari teman atau pinjaman dari bank. Mereka mengecualikan kesanggupan memulai pembayaran kembali pinjaman jalan yang benar dengan keuntungan mereka. Apakah pemilik bisnis ini tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat mengambil berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan. Dan sekali ketika pemberi pinjaman menemukan sebuah bisnis tidak seberuntung yang diharapkan, ia mungkin akan meragukan pinjaman atau menolak untuk memperbaharui pinjaman untuk tahun lainnya. Sebuah rencana lebih baik menyimpan sebanyak mungkin kebutuhan investasi uang, termasuk biaya hidup untuk tahun pertama usaha atau bahkan dua tahun. Rintangannya adalah bahwa bisnis Anda tidak akan dapat untung dalam satu atau dua tahun. Sekalipun Anda mendapatkan banyak dari bisnis yang datang dan pelanggan Anda membayar tepat waktu, dimana tidak selalu sesuatu yang meyakinkan, Anda akan ingin dapat menginvestasikan uang Anda kembali ke dalam ruang bisnis, perlengkapan, iklan dan kebutuhan asuransi.
2. Berpikir sederhana. Jangan menyewa tempat jika Anda dapat bekerja di tempat lainnya, dan jangan meng-hire karyawan hingga Anda dapat membuat mereka sibuk. Orang yang memulai bisnis kecil mereka dengan murah, sering dalam sebuah garasi, ruang kecil atau mencari-cari beberapa ruang lain, dan menciptakan barang atau jasa pertama mereka dengan lebih berkeringat dari uang, memiliki kemewahan dari membuat calon kesalahan yang tidak dapat dihindarkan pada skala kecil. Dan dengan tepat karena memutar dengan cepat di awal jangan mengubur mereka dalam utang karena biasanya dapat mempelajari dan memulihkan dari mereka.
3. Lindungi aset pribadi Anda. Ketika Anda masuk dalam bisnis untuk diri Anda sendiri, Anda biasanya secara pribadi dapat dikenakan untuk semua pertimbangan dan utang untuk membuat bisnis. Termasuk pinjaman bisnis, pajak Pinjaman,Pinjaman utang kepada bank, supplier dan tuan tanah, dan beberapa pertimbangan melawan terhadap bisnis sebagai hasil tuntutan perkara. Jika Anda tidak melindungi diri Anda sendiri, seorang kreditur dapat berusaha pada aset pribadi Anda, seperti mobil dan rumah Anda, untuk membayar utang tersebut. Ketika Anda dapat melindungi diri sendiri melawan tuntutan perkara dengan membeli kewajiban asuransi, ini tidak akan membantu Anda dengan utang bisnis. Jika Anda akan menjalankan utang besar, pertimbangkan bentuk sebuah perusahaan atau limited liability company. Hanya satu orang dapat membentuk tipe bisnis ini.
4. Mengerti bagaimana dan jika Anda akan membuat sebuah keuntungan. Anda seharusnya dapat menyatakan dalamhanya beberapa kalimat bagaimana rencana bisnis Anda untuk membuat sebuah keuntungan substantial. Untuk pemula, Anda butuh untuk mengetaui biaya Anda, Bagaimana banyak Anda kan menghabiskan persediaan pembelian, membayar sewa, kompensasi karyawan, dan mencakup apa mungkin menjadi sesuatu dengan aneh daftar panjang biaya lainnya. Kemudian Anda dapat memperhitungkan secara tepat bagaimana banyak Anda membutuhkan untuk menjual setiap bulan atau bagaimana banyak uang untuk mencakup pengeluaran tersebut dan memiliki keuntungan cukup disampingnya. Angka-angka ini adalah semua yang Anda butuhkan untuk menciptakan analisis break event.
5. Buat rencana bisnis, tidak masalah seberapa pendek. Memahami angka-angka keberuntungan dan menciptakan sebuah analisis break even adalah langkah pertama dalam membuat rencana bisnis. Untuk perusahaan kecil, porsi kunci dari rencana bisnis adalah analisis break even, peramalan untung rugi, dan proyeksi cash flow. Sekalipun bisnis Anda besar dari pekerjaan atau menjual produk, jika Anda tidak mendapatkan bayaran dalam 90-180 hari, Anda tidak akan bertahan meskipun Anda telah merencanakannya. Dengan cash flow di tempatnya, sebaik sebuah peramalan untung rugi, Anda dapat bekerja dengan ide bisnis Anda dan meningkatkannya sebelum dimulai, dan melanjutkan untuk menggunakannya setelah dimulai.Menciptakan sebuah rencana bisnis juga mengijinkan Anda untuk menentukan biaya dimulainya proyek dan apa strategi pemasaran. Jika Anda tidak dapat membuat angka-angka bekerja pada kertas, Anda tidak akan dapat membuat mereka bekerja dalam kehidupan yang nyata.
Disadur dari www.wirausaha.com
Diposting oleh Imoet di 00.08 0 komentar
Label: Bisnis Kecil, guidepost, memulai bisnis, menjalankan bisnis, pinjaman bisnis, rencana bisnis, tipe bisnis, tips memulai bisnis, usaha kecil, Usaha Menengah, utang bisnis