Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2008

Tips Bila RPM Tidak Stabil

Bila mengalami masalah dengan mesin mobil yang tidak stabil RPM nya jangan cepat mengambil keputusan untuk mengganti komponen yang belum pasti, bisa jadi keputusan tersebut tidak menyelesaikan masalah, khususnya gejala ini sering terjadi pada mercedes tahun 76 (mini) kebawah. Saya pernah mengalami masalah seperti tersebut di atas, saya mulai memeriksa setiap komponen yang dianggap dapat memberikan pengaruh terhadap tidak stabilnya RPM atau mesin tidak dapat stasioner beberapa saat setelah berjalan.

Gejalanya, pada pagi hari mesin tetap normal dengan RPM stabil, namun beberapa saat setelah panas mesin meningkat (pada mercedes temperatur 80 derajat masih dianggap normal), RPM pun mulai menari-nari, apalagi dalam kondisi jalan yang macet, berbagai cara telah saya tempuh diantaranya membawa kebeberapa bengkel, hasilnya nol besar, mengganti paking dan kit karburator, men set ulang titik top pada distributor (kit nya diganti baru), kabel busi diganti, bahkan pernah pula mengganti karburator, namun hasilnya tetap sama saja. Masalah ini menggangu pikiran karena tidak ada kenyamanan berkendaraan.

Selama 6 bulan saya berupaya, hingga pada suatu saat terfikir oleh saya tentang kelistrikan, mulailah saya menelusuri aliran listrik di seluruh jalur-jalur yang penting hingga akhirnya terfokuslah pada werstan koil, lalu dicoba untuk tidak menggunakan werstan, hasil yang didapat tidak terduga sama sekali, mesin dihidupkan selama lebih kurang 3 jam, juga uji coba dijalan macet, RPM terpantau stabil, dan alhamdulillah kenyamanan berkendaraan pun saya dapatkan kembali.

Temukan informasi lain mengenai Souvenir Bali, Kerajinan Bali, Pernak Pernik Unik Bali, Pernak Pernik Unik,
Pernak Pernik Bali, Kesenian Bali & Tas Bali hanya di 88DB.com

Tips perbaikan mobil

Cara memperbaiki mobil bensin dan diesel yang terendam air.

Bila mobil anda terendam air akibat banjir atau terperosok dalam sungai sehingga air masuk kedalam mesin, kini ada solusi yang murah tanpa perlu membongkar mesin.

Untuk Mobil Bensin dan Diesel

Langkah 1 :Periksa filter udara apakah kondisinya basah atau kering, bila kering berarti air yang masuk kedalam mesin relatif lebih sedikit daripada bila basah.

Langkah 2: Lepaskan filter udara dan sarangannya dan keringkan dengan lap.

Langkah 3: Keringkan koil dan distributor serta kabel busi dari air

Langkah 4: Kuras oli mesin sampai habis dan lepaskan filter oli, bila ada air dalam oli yang dikuras dan pada filter oli yang dilepas ,berarti banyak air yang masuk kedalam mesin yang harus dikeluarkan. Selanjutnya tutup lubang filter oli dengan baut penutupnya dan seal kantong plastik agar tidak bocor atau rembes bila mesin diisi oli pelarut air yang sangat encer.

Langkah 5 :Tiup dengan angin melalui lubang pengisian oli agar semua oli dan air yang ada dapat keluar dari mesin.

Langkah 6 : Buka “rocker cover” mesin anda dan bersihkan dan keringkan air yang ada disitu.

Langkah 7 : Isi mesin dengan ” Oli spesial yang larut dengan air” yaitu Shell Dromus B , Esso Kutwell 30, 40,45 atau 50 , Mobilmet 122/110. atau TOTAL Lactuca LT2 Bila isi oli normal 3 liter anda harus mengisi oli pelarut sekitar 3,5 liter dengan cara menuang melalui klep atau camshaft mesin secara merata agar air yang terperangkap disana dapat larut oleh oli. Dan biarkan kondisi ini selama 2 jam , setelah itu gerakkan mesin agar berputar dengan cara sedikit didorong dalam kondisi masuk gigi 2 atau langsung
distart, tetapi kabel koilnya dilepas, agar mesin tidak hidup tetapi hanya berputar sedikit saja supaya air yang terperangkap disitu dapat keluar dan bercampur dengan oli pelarut..

Langkah 8: Kuras oli pelarut tersebut sampai habis dan perhatikan warnanya bila oli tersebut berwarna putih susu menandakan banyak air yang dilarutkannya, bila warnanya keruh berarti sedikit saja air yang
larut dan tunggu sekitar satu jam agar semua cairan oli pelarut terkuras habis.

Langkah 9: Pasang filter oli yang baru dan Isi mesin dengan Pertamina Prina XP 20W50 Fastron 20W50 10W/40 dan Mesran Super untuk mesin bensin dan Pertamina Meditran SC 15W/40 , Meditran SX 15W40 atau Meditran S 40 untuk mesin diesel. Setelah isi oli cukup hidupkan mesin dan jalankan mesin ssekitar 1 jam agar mesin cukup panas. Setelah itu kuras kembali oli dari dalam mesin dan pastikan sudah tidak ada air dan buka filter oli dan periksa apa ada air disitu, bila masih ada air yang terlihat gantilah filter oli itu dengan yang baru, setelah ini barulah mesin bebas dari air yang masuk kedalam mesin.

Langkah 10 : Bila tangki bahan bakar kemasukan air, prinsipnya bahan bakar bensin dan solar mempunyai berat jenis lebih kecil dari air ,jadi bila air masuk maka bahan bakar ada diatas .kalau cukup banyak dapat dikeluarkan menggunakan slang kecil yang dimasukkan ketangki sampai kedasar dan disedot maka air akan keluar melalui selang kecil tersebut sampai habis. Bagi mesin bensin dapat mengeluarkan air yang tersisa dari saluran filter bensin sebelum masuk kepompa injektor hisaplah air dari situ sampai selesai , atau membuka baut untuk mengeluarkan bensin dari floater dikarburator alirkan sampai air habis. Bagi mesin diesel lakukan pemompaan melalui pompa tangan ditempat biasanya mengeluarkan busa dari tangki solar dan lakukan pemompaan sampai air habis

Langkah 11 : Isi mesin dengan oli pada langkah IX dan jalankanlah sebagaimana biasa.

Temukan informasi lain mengenai Souvenir Bali, Kerajinan Bali, Pernak Pernik Unik Bali, Pernak Pernik Unik,
Pernak Pernik Bali, Kesenian Bali & Tas Bali hanya di 88DB.com

Selasa, 24 Juni 2008

Service Rutin Mobil Bermesin Injeksi

Mobil dengan mesin injeksi mempunyai komponen-komponen utama di seputar system pasokan bahan bakar dan udara. Komponen-komponen tersebut wajib diservice secara rutin setiap 5.000 km agar sistem injeksi sebuah mobil tetap awet dan berfungsi maksimal seperti berikut ini :

a) Filter bensin

Bersihkan filter bensin dengan bantuan angin bertekanan tinggi. Filter yang terlalu kotor sebaiknya ganti dengan yang baru, karena dapat berakibat kerusakan yang menjalar pada pompa bensin. Biasanya ditandai dengan suara berisik dengan nada yang tidak stabil.

b) Filter udara.

Lakukan juga hal yang sama pada filter udara, yaitu melakukan pembersihan kotoran dengan angin bertekanan tinggi dari arah belakang. Seperti juga halnya dengan filter bensin, gantilah filter udara apabila sudah terlalu kotor.

c) Throttle body

Throttle body yang kotor biasanya ditandai dengan gejala tarikan mobil kurang responsive. Jika kotoran sudah menumpuk di throttle position sensor maka putaran mesin bisa pincang saat stasioner. Sumber kotoran biasanya berasal dari udara yang terisap ke ruang bakar. Oleh karena itu kebersihan throttle body tergantung pada perawatan filter udara. Bersihkan throttle body menggunakan cairan semprot yang banyak dijual di toko onderdil khusus untuk mesin injeksi caranya :

1. Semprotkan satu kaleng cairan lewat mulut skep throttle body sambil mesin dinyalakan dengan putaran stasioner.

2. Jagalah putaran mesin agar tidak mati, sehingga cairan pembersih bisa masuk ke seluruh celah klep. Hal ini juga dapat berfungsi membersihkan ruang bakar.

3. Setelah itu matikan mesin sekitar 15 menit. Kemudian nyalakan lagi mesin dan mainkan putaran mesin hingga 6.500 rpm. Sisa kotoran dan kerak di throttle body akan terbuang bersama asap knalpot.

d) Nosel Injektor

1. Nosel penyemprot bensin juga harus dibersihkan agar arah dan bentuk semprotannya ideal. Lubang nosel yang berukuran kecil bisa tersumbat kotoran / kerak akibatnya semprotan bensin jadi kacau dan debitnya berkurang sehingga putaran mesin pincang dan tarikan mobil jadi mbrebet.

Bersihkan nosel injector dengan cara campurkan larutan kimia pembersih yang banyak dijual di toko onderdil ke tangki bensin. Bensin dan larutan kimia ini akan bersenyawa dan mengalir ke nosel untuk mengikis kotoran.

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action