Tampilkan postingan dengan label objek foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label objek foto. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2008

Cara Memotret Dengan Kamera HP Yang Baik

Bagi kebanyakan kita, memotret barangkali hanya sekedar selingan untuk bersenang-senang, itupun dilakukan cukup dengan kamera ponsel. Soal hasil, tentu tidak bisa dibandingkan dengan fotografer profesional. Meski demikian, beberapa tips berikut tidak rugi untuk kita ikuti agar kualitas gambar foto dengan kamera ponsel bisa maksimal.

1. Pencahayaan adalah kunci memotret dengan kamera ponsel. Semakin terang cahaya yang jatuh pada objek foto, kemungkinan hasil yang didapat akan semakin baik.

Jika berada dalam ruang, nyalakan semua lampu yang ada. Jika ponsel dilengkapi lampu blitz, pastikan dalam kondisi on meskipun memotret di luar ruangan.

Hindari memotret berlawanan dengan sumber cahaya karena hasilnya akan membentuk siluet.

2. Semakin dekat dengan objek semakin baik. Kamera ponsel berbeda dengan kamera biasa.

Untuk itu, perhatikan benar jarak dengan objek sehingga bisa menghindari hasil dengan gambar objek yang terlalu kecil dan tidak tegas. Umumnya gambar kamera ponsel lebih kecil dari yang terlihat di layar akibat resolusi yang rendah.

Tetapi harap juga diperhatikan bahwa jika jaraknya terlalu dekat dengan objek, hasilnya juga tidak baik.

3. Sejauh mungkin usahakan agar ponsel dalam kondisi tidak bergerak. Seperti kamera biasa, semakin stabil kamera ponsel maka hasilnya akan semakin baik. Ini terutama pada saat kondisi pencahayaan yang minim. Yang penting harus diketahui, kamera ponsel mempunyai kelemahan yang disebut shutter lag, yaitu ada selang waktu sekian detik setelah tombol ditekan baru gambar diambil.

Karena itu, usahakan tetap menjaga posisi ponsel setelah menekan tombol. Tidak seperti kamera digital yang mempunyai tripod, umumnya ponsel hanya dipegang tangan maka unsur stabilitas menjadi urusan sang pemotret.

4. Edit belakangan. Meskipun kamera ponsel kamu dilengkapi dengan fitur editing foto, sebaiknya proses edit foto tetap dilakukan pada computer PC. Umumnya perangkat lunak di PC mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk melakukan proses gambar, juga untuk berjaga-jaga dengan membuat backup-nya. Jangan lupa untuk selalu mengambil gambar dalam mode warna karena setiap saat kita bisa mengedit menjadi gambar hitam-putih. Sebaliknya, jika diambil dalam mode hitam-putih, tidak mungkin kita bisa mengeditnya menjadi gambar berwarna sesuai dengan aslinya.

Selasa, 01 Juli 2008

Belajar Fotografi secara Otodidak

Bidang fotografi bisa dipelajari secara otodidak atau belajar sendiri. Agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, beberapa kiat berikut bisa dijadikan acuan:

Pertama, rajin membaca buku dan artikel fotografi. Baca dan pahami buku-buku dan artikel fotografi dengan baik, sehingga apa yang diperintahkan dalam bahan bacaan dapat dicerna dan dipahami dengan jelas. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena buku maupun artikel fotografi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan panduan bagi mereka yang ingin mendalami dan meningkatkan kemampuannya di bidang fotografi.


Agar bahan bacaan yang dipelajari benar-benar dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan keahlian memotret, sebaiknya pilih topik bahasan yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan. Kalau keterampilan yang sangat diperlukan tentang penguasaan teknik pencahayaan, maka topik inilah sebaiknya yang dipelajari lebih dahulu.

Setelah mahir, baru meningkat pada topik lainnya. Dengan cara tersebut dapat dipastikan semangat belajar akan tetap menggelora, karena manfaatnya dapat langsung dirasakan.

Kedua, dipraktikkan. Agar apa yang telah dipelajari dapat diterapkan langsung dalam pemotretan, sebaiknya lakukan sesering mungkin praktik pemotretan, sehingga antara teori yang diperoleh dengan kegiatan praktik dapat sejalan.

Praktik pemotretan tersebut sangat penting dilakukan, karena ilmu fotografi merupakan ilmu terapan yang manfaatnya baru dirasakan setelah dipraktikkan secara langsung. Jadi, semakin banyak praktik pemotretan, akan semakin baik dan meningkatkan keterampilan fotografi yang akan dikuasai.

Ketiga, banyak bertanya. Selain melalui bahan bacaan, cara belajar yang cukup efektif dapat juga dilakukan dengan banyak bertanya kepada fotografer senior yang sudah berpengalaman. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena biasanya dalam memotret suatu objek foto, antara seorang fotografer dengan fotografer lain mempunyai cara tersendiri untuk mendapat hasil pemotretan terbaik. Nah, untuk menggali teknik yang tidak ada di dalam buku tersebut, sebaiknya jangan segan-segan untuk bertanya kepada si fotografer senior.

Untuk itu, jika ada sesuatu hal yang belum diketahui seperti memotret matahari terbenam misalnya, maka jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan teknik memotretnya. Dengan banyak bertanya (selain membaca), akan sangat banyak teknik memotret yang akan diperoleh dan kemajuan yang dirasakan, karena pelajaran yang diberikan merupakan pengalaman pribadi hasil kreasi si fotografer yang belum tentu ada di dalam buku pelajaran memotret.

Keempat, evaluasi hasil pemotretan. Salah satu cara paling efektif untuk mengetahui kemajuan dalam meningkatkan keterampilan memotret adalah dengan melakukan evaluasi. Peningkatan kemampuan memotret akan dapat diketahui, jika foto yang dihasilkan lebih baik dibanding foto-foto sebelumnya.

Kalau semula setiap memotret hasilnya selalu terlihat gelap (under), karena pencahayaannya kurang, maka kalau setelah belajar teknik pencahayaan ternyata hasil foto memperlihatkan gambar foto yang terang merata sehingga enak dilihat, berarti sudah ada kemajuan.

Untuk mengevaluasi dan mengukur kemajuan keterampilan memotret bisa juga dengan memotret subjek yang sama, namun tekniknya berbeda, baik dalam pemakaian diafragma, kecepatan, pencahayaan, komposisi dan lainnya. Dari sini akan terlihat teknik mana yang lebih baik.

Untuk memudahkan mengevaluasi, setiap melakukan pemotretan sebaiknya teknik yang dipakai dicatat di dalam buku khusus, sehingga dapat diketahui perbedaan dengan jelas antara teknik pemotretan satu dengan lainnya. Jika kegiatan evaluasi ini terus dilakukan, cepat atau lambat si fotografer pasti akan dapat menilai kekurangan-kekurangan yang ada pada setiap foto, sehingga ia dapat membedakan mana foto yang baik dan jelek.

Kelima, ikut lomba foto. Dengan semakin meningkatnya keterampilan memotret, ada baiknya jika untuk mencoba sebagai peserta lomba foto yang sering diadakan. Mengikuti lomba foto selain dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengukur dan menguji kemampuan teknik potret-memotret, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan diri, bahwa Anda adalah seorang fotografer. Terlebih lagi jika Anda keluar sebagai salah satu pemenangnya.

Keenam, belajar terus. Walapun pengetahuan di bidang fotografi sudah semakin mendalam dan keterampilan memotret semakin baik, sebaiknya jangan cepat merasa puas dengan kemampuan yang ada, sehingga tidak mau belajar lagi.

Sambil terus melakukan pemotretan, kegiatan membaca dan mempelajari bidang fotografi sebaiknya terus dipupuk. Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui perkembangan bidang fotografi yang berkembang sangat pesat. Begitu juga dengan tehnik-tehnik pemotretan yang mungkin saja belum diketahui dan dikuasai.

Sabtu, 14 Juni 2008

Tips Fotografi


Setiap foto memiliki nilai artistik terlepas dari si fotografer, kualitas kamera, dan sebagainya. Kualitas sebuah kamera juga tidak selalu ditentukan oleh harga kamera tersebut. Setiap orang bisa mengabadikan kejadian biasa melalui hasil jepretan yang berkualitas. Berikut ini adalah beberapa teknik fotografi yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi.

Selalu Bawa Kamera
Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui nanti. Lagipula Anda bisa menambah koleksi foto dalam album foto anda di rumah. Belilah tas atau tempat kamera Anda karena hal tersebut dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini.

Foto Lebih Banyak Lagi
Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera digital. Hasil foto kamera digital disimpan dalam format digital (berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda, namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil gambar foto tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena foto pemandangan/adegan sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian.

Percaya pada Mata Anda
Mempelajari aturan-aturan composition adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan mengambil sebuah objek foto, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera.

Latih Mata Anda
Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi Anda.

Kenali Kamera Anda
Anda tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan.

Selalu Bekerja pada Berkas Salinan
Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera digital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar digital biasanya menyertakan fitur ini.

http://radenferdy.wordpress.com

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action