Tampilkan postingan dengan label manfaat alat ukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat alat ukur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2008

What is a theodolite and how to used Theodolite

A theodolite is a measuring instrument invented in the late 18th century. It was used as an early surveying tool, and was extremely acurate. Thomas Jefferson used such an instrument during his time as a surveyor. Later versions are also known as "Dumpy Theodolite", while 20th century versions use extremely fine optics, or lasers. The tool in it's present,modern versions is indespensible as a surveying/mapping tool.

Process of Measuring Horizontal Angles Using a Theodolite

1. Setting up the Theodolite: This includes mounting the theodolite on a tripod and making sure it is comfortable for the user.

2. Unlock the upper horizontal clamp.

3. Rotate the theodolite until the arrow in the upper or lower rough sight points to the feature of interest and lock the clamp.

4. Look through the main eyepiece and use the upper horizontal adjuster to align the vertical lines on the feature of interest.

5. The reading is taken by looking through the small eyepiece. Using the minutes and seconds adjuster set the one of the degrees on the horizontal scale so the single vertical line on the bottom scale is between the double vertical lines under the selected degree.

6. The reading is the degree which has been aligned and the minutes and seconds read from the right hand scale and is the horizontal angle from the reference line.

Process of Measuring Vertical Angles Using a Theodolite

Process of Measuring Vertical Angles

1. Setting up the Theodolite: This includes mounting the theodolite on a tripod and making sure it is comfortable for the user.

2. Unlock the vertical clamp and tilt the eyepiece until the point of interest is aligned on the horizontal lines. Lock the clamp in place.

3. Looking through the small eyepiece, use the minutes and seconds adjuster to align one of the degrees on the vertical scale with the double lines just below it.

4. The reading is the degree that has been aligned and the minutes and seconds is read from the right hand scale.

5. To complete the reading, it may be necessary to measure the distance from the theodolite to the point of interest.

Rabu, 09 Juli 2008

Tips Theodolite Survey

Theodolite merupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputar-putar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (Farrington 1997).

Teleskop pada Theodolite dilengkapi dengan garis vertikal, stadia tengah, stadia atas dan bawah, sehingga efektif untuk digunakan dalam tacheometri, sehingga jarak dan tinggi relatif dapat dihitung. Dengan pengukuran sudut yang demikian bagus, maka ketepatan pengukuran yang diperoleh dapat mencapai 1 cm dalam 10 km. Pada saat ini theodolite sudah diperbaiki dengan menambahkan suatu komponen elektronik. Komponen ini akan menembakkan beam ke objek yang direfleksikan kembali ke mesin melalui cermin. Dengan menggunakan komponen tersebut pengukuran jarak dan tinggi relatif hanya berlangsung beberapa detik saja. Bila komponen tersebut ditempatkan pada bagian atas Theodolite, maka disebut Electronic Distance Measurers (EDM), namun bila merupakan satu unit tersendiri maka disebut Total Stations (Farrington 1997).

Survei dengan menggunakan theodolite dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan ketinggian yang besar. Dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan dapat dipetakan dengan cepat dan efisien (Farrington 1997).

Alat-alat yang diperlukan: sebuah theodolite, tripod, levelling stave, buku catatan, pensil, patok berbendera untuk menandai situs.

Cara pembacaan sudut berbeda antara satu tipe theodolite dengan tipe yang lain. Tiap theodolite mempunyai sebuah skala vernier. Skala ini akan memberikan hasil pembacaan derajat dan menit.

Format Pencatatan

Judul survei:

Nama: Pembantu survei: Tgl. & jam:

Stasiun A

Titik

no.

Sudut

horisontal

Sudut

vertikal

Stadia

tengah

Stadia

atas

Stadia

bawah

Jarak

Tinggi

relatif

















Atau

Titik

No.

Sudut

horis.

Sudut

vertikal

Stadia

Tengah

Stadia

atas

Stadia

bawah

Jarak

Tinggi

relatif

X

Y

Z























Catatan: Kontur Situs

Gambar kontur (irisan melintang) perlu pula dibuat agar diperoleh gambaran mengenai tinggi rendah permukaan (relief) situs yang disurvei. Dalam hal ini gambar tersebut dapat dengan mudah dibuat berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan theodolite. Meskipun demikian, pembuatan gambar kontur suatu situs atau gejala yang kecil dapat pula dilakukan melalui pengukuran dengan teknik yang sederhana.

Langkah-langkah:

� Sejajar dengan axis (sumbu X) situs, tancapkan dua buah tongkat di kiri kanan, pada jarak 1 m dari titik-titik terluar situs. Pada kedua tongkat tersebut rentangkan tali setinggi 1 meter di atas permukaan situs.

� Buatlah agar posisi tali rata-rata air (level) dengan bantuan waterpass (spirit level).

� Ukurlah jarak antara tali dengan permukaan situs dengan rol meter; agar posisi rol meter tegak lurus, dapat digunakan lot (plumb bob). Ulangi pengukuran pada jarak yang sudah ditentukan, misalnya tiap 20 cm, sepanjang rentangan tali (lihat gambar II.8).

� Sejajar dengan ordinat (sumbu Y) situs juga dilakukan pengukuran dengan prosedur yang sama.

� Catat semua hasil pengukuran. Hasil pengukuran tersebut akan digunakan untuk membuat gambar kontur situs (lihat gambar II.9)


 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action