Tampilkan postingan dengan label kerajinan perak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerajinan perak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2008

Koleksi Lukisan Atau Berinvestasi Di Dunia Seni

Jika Anda berminat untuk berinvestasi atau pun mengkoleksi gambar lukisan, karya lukisan atau kerajinan tangan yang berbentuk lukisan maka ada beberapa hal yang penting, yang harus Anda perhatikan dan pertimbangkan sebelum membeli lukisan-lukisan tersebut di galeri gambar lukisan atau di galeri lukisan. Setidaknya ada tiga hal penting yaitu :

Keaslian.
Sebaiknya Anda menjalin kerjasama atau relasi dengan pengamat atau kurator seni lukis dan balai lelang Galeri Lukisan Makassar, Galeri Gambar Makassar dan Galeri Gambar Lukisan Makassar sehingga Anda akan memperoleh petunjuk-petunjuk untuk setiap lukisan yang Anda minati (jika anda tinggal di sulawesi). Sehingga kemungkinan untuk memperoleh lukisan atau benda seni yang dipalsukan juga kecil, karena balai lelang dan galeri Indonesia dapat mengidentifikasikan Gambar Lukisan Makassar. Selain itu jika kita terpaksa harus jual lukisan kembali maka balai lelang dapat memberikan saran untuk nilai jual lukisan Makassar saat itu, sehingga Anda tidak akan dirugikan.

Kualitas
Sering-seringlah melihat dan mempelajari kualitas lukisan atau benda-benda seni tersebut dari katalog-katalog seni yang biasanya di terbitkan oleh balai lelang, katalog saat sedang ada Galeri Permata, Galeri Permata Makassar atau buku-buku apresiasi benda seni. Dengan seringnya Anda melihat bentuk dan ciri-ciri dari benda seni yang asli juga dapat mencegah Anda untuk memperoleh suatu produk yang palsu. Terutama jika lukisan atau perhiasan perak tersebut termasuk sangat langka, namun walaupun langka bentuk fisik yang cacat pun akan sangat mempengaruhi nilai jual kerajinan perak kembali di toko toko perhiasan. Lebih seringlah menghadiri pembukaan pameran seni, disana Anda tidak hanya akan terbiasa melihat kualitas seni yang asli namun juga dapat mengembangkan relasi dengan menjumpai pemilik galeri perhiasan perak Makassar dan sang pelukis serta biasanya pada saat pembukaan juga hadir beberapa kurator seni, sehingga jika suatu saat Anda membutuhkan informasi dan saran tidak akan terlalu bingung harus untuk meminta pendapat kemana karena para ahlinya sudah di tangan Anda.

Sejarah Benda
Terkadang kita dapat temukan suatu benda yang belum sangat tua tetapi ternyata nilai jualnya sangat tinggi, ternyata lukisan tersebut selain merupakan produk asli dan memiliki kulitas yang sangat bagus juga memiliki nilai history sebagai karya terakhir dari sang pelukis yang berhasi di selesaikannya. Nilai sejarah suatu benda seni dapat mengangkat nilai jualnya kembali. Misalnya sebuah lukisan karya Hendra Gunawan yang pernah di koleksi oleh keluarga orang terkenal akan lebih tinggi nilainya dibanding dengan lukisan dengan berkualitas sejenis yang dibuat oleh pelukis yang sama.

Demikanlah saran yang dapat saya berikan kepada Anda yang berminat untuk berinvestasi atau mengkoleksi lukisan dan benda seni lainnya. Atas perhatian yang telah di berikan saya hanya dapat mengucapkan terima kasih.

http://www.pintunet.com/

Jumat, 11 Juli 2008

Tips Berbelanja Souvenir

Ada beberapa info yang bisa membantu memuaskan penasaran anda mendapatkan souvenir dan barang-barang lain di Bali. Tips ini berlaku buat mereka yang hobby shopping ataupun shopping sekedar untuk mencari oleh-oleh buat keluarga dan kerabat, dengan memperhatikan beberapa faktor.

  1. Sangat gampang memperoleh souvenir Bali yang sangat berupa pakaian (kaos, celana, dll) dan handicraft (patung kayu, lukisan, sandal, tas, dll), karena banyak diperjualkan di berbagai toko souvenir yang berjejer di sepanjang jalan di tempat-tempat wisata seperti Kuta, Legian, Sanur, Seminyak, Ubud, Sukawati, Denpasar, Tanah Lot, dll.
  2. Kualitas dan harga jual souvenir di setiap lokasi berbeda. Pasar Sukawati dan Erlangga cenderung ke kelas menengah-bawah, Kuta, Legian, Sanur, Ubud lebih ke menengah-atas. Kalo Seminyak fokus kepada barang high class.
  3. Perbedaan kualitas barang kerajinan menyebabkan harga yang ditawarkan ditempat-tempat itu berbeda pula.
  4. Wajib menawar harga jika anda emang berniat untuk membelinya. Lakukan penawaran serendah-rendahnya. Jika negosiasi harga souvenir mentok, lebih baik kita keluar saja dari toko itu. Nah pas kita keluar kemudian si penjual memanggil kita kembali, artinya harga kita masuk. Tapi kalo enggak dipanggil-panggil…emang belum jodoh tuh sama itu barang.
  5. Penting untuk lebih teliti memperhatikan kondisi barang kerajinan yang kita mau beli. Jangan sampai dapat harga lumayan, tapi jahitannya ada yang lepas (ada beberapa barang yang merupakan rijected atau sisa dari ekspor)
  6. Bagi yang senang dengan perhiasan perak, disarankan untuk langsung mencarinya ke sumber pengerajin kerajinan perak di desa Celuk (dekat Sukawati). Design boleh sama, tapi di sini keaslian bahan bisa dipertanggungjawabkan (kebanyakan penjual aksesoris perak menggunakan sepuhan perak doang, bukan perak berkadar 92.5% kayak di Celuk).
  7. Biasanya beberapa store pakaian surfing bermerk kayak Rip Curl, Billabong, Quicksilver, Surfer Girl dan sejenisnya, mengadakan even big sale pada bulan Juni-Juli dan Desember (sometime they make it until 90% off).
  8. Pembayaran dibeberapa toko kecil dan pasar-pasar seni dilakukan by cash. Credit Card accepted only at big store. Lebih baik preparing dulu budget sebelum shopping, daripada nyesel saat barang ditangan kagak bisa bayar pake card.
  9. Biar dikata cerewet, lebih baik nanya dulu sebelum bayar, “apa barang yg sudah dibeli bisa dikembalikan lagi jika ditemukan kerusakan?”. (kan dinota-nota biasanya tertulis barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi).
  10. Hampir sebagian besar souvenir-souvenir di Bali memilki kesamaan design souvenir di setiap toko, jadi jangan pusing dan bingung memilih barang-barang yang mau dibeli. Tapi tidak ada salahnya jika sedikit ngibul dan mengatakan “lha di toko sebelah kok lebih murah daripada ditoko ini?” (demi menerapkan prinsip ekonomi).

Kamis, 19 Juni 2008

TIPS: Dalam Berbelanja Souvenir

Ada beberapa info yang bisa membantu memuaskan penasaran anda mendapatkan souvenir dan barang-barang lain di Bali. Tips ini berlaku buat mereka yang hobby shopping ataupun shopping sekedar untuk mencari oleh-oleh buat keluarga dan kerabat, dengan memperhatikan beberapa faktor.

1. Sangat gampang memperoleh souvenir Bali yang sangat berupa pakaian (kaos, celana, dll) dan handicraft (patung kayu, lukisan, sandal, tas, dll), karena banyak diperjualkan di berbagai toko souvenir yang berjejer di sepanjang jalan di tempat-tempat wisata seperti Kuta, Legian, Sanur, Seminyak, Ubud, Sukawati, Denpasar, Tanah Lot, dll.
2. Kualitas dan harga jual souvenir di setiap lokasi berbeda. Pasar Sukawati dan Erlangga cenderung ke kelas menengah-bawah, Kuta, Legian, Sanur, Ubud lebih ke menengah-atas. Kalo Seminyak fokus kepada barang high class.
3. Perbedaan kualitas barang kerajinan menyebabkan harga yang ditawarkan ditempat-tempat itu berbeda pula.
4. Wajib menawar harga jika anda emang berniat untuk membelinya. Lakukan penawaran serendah-rendahnya. Jika negosiasi harga souvenir mentok, lebih baik kita keluar saja dari toko itu. Nah pas kita keluar kemudian si penjual memanggil kita kembali, artinya harga kita masuk. Tapi kalo enggak dipanggil-panggil…emang belum jodoh tuh sama itu barang.
5. Penting untuk lebih teliti memperhatikan kondisi barang kerajinan yang kita mau beli. Jangan sampai dapat harga lumayan, tapi jahitannya ada yang lepas (ada beberapa barang yang merupakan rijected atau sisa dari ekspor)
6. Bagi yang senang dengan perhiasan perak, disarankan untuk langsung mencarinya ke sumber pengerajin kerajinan perak di desa Celuk (dekat Sukawati). Design boleh sama, tapi di sini keaslian bahan bisa dipertanggungjawabkan (kebanyakan penjual aksesoris perak menggunakan sepuhan perak doang, bukan perak berkadar 92.5% kayak di Celuk).
7. Biasanya beberapa store pakaian surfing bermerk kayak Rip Curl, Billabong, Quicksilver, Surfer Girl dan sejenisnya, mengadakan even big sale pada bulan Juni-Juli dan Desember (sometime they make it until 90% off).
8. Pembayaran dibeberapa toko kecil dan pasar-pasar seni dilakukan by cash. Credit Card accepted only at big store. Lebih baik preparing dulu budget sebelum shopping, daripada nyesel saat barang ditangan kagak bisa bayar pake card.
9. Biar dikata cerewet, lebih baik nanya dulu sebelum bayar, “apa barang yg sudah dibeli bisa dikembalikan lagi jika ditemukan kerusakan?”. (kan dinota-nota biasanya tertulis barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi).
10. Hampir sebagian besar souvenir-souvenir di Bali memilki kesamaan design souvenir di setiap toko, jadi jangan pusing dan bingung memilih barang-barang yang mau dibeli. Tapi tidak ada salahnya jika sedikit ngibul dan mengatakan “lha di toko sebelah kok lebih murah daripada ditoko ini?” (demi menerapkan prinsip ekonomi).

http://baliguide.biz

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action