Indonesia, semua tahu, berada di daerah beriklim tropis. Iklim, adalah komponen penting yang harus diperhatikan ketika Anda melakukan desain rumah. Memindahkan model rumah dari antah berantah, ke lahan Anda di Indonesia, beresiko menciptakan rumah yang selain tidak nyaman dihuni, tetapi juga boros energi. Apa itu rumah tropis? Misal, rumah di daerah dingin macam eropa atau jepang biasanya serba tertutup, beratap/berplafon rendah. Nah ketika di copy paste ke Indonesia beresiko Anda harus menambah jumlah AC. Artinya ongkos tinggal di rumah Anda jadi amat mahal. Apa yang perlu diperhatikan dari bangun rumah tropis? Suhu Udara Tinggi – Rumah tropis sebaiknya diberi bukaan jendela dan pintu yang lebar, sirkulasi udara yang lapang, serta plafon yang tinggi. Bukaan lebar dapat dimaksimalkan dengan menciptakan teras di sekeliling rumah. Tentu bila kondisi lahan Anda memungkinkan. Lihat contoh gambar rumah dengan bukaan lebar. Curah Hujan Tinggi – Dua musim ekstrem daerah tropis adalah musim panas dan musim hujan. Di musim hujan, curah hujan tinggi. Artinya, jumlah air yang menimpa atap rumah Anda akan cukup banyak. Konsekuensinya, atap harus dapat mengalirkan air dengan cukup cepat. Arsitektur rumah yang cocok untuk daerah bercurah hujan tinggi adalah kemiringan atap yang cukup besar. Disarankan minimal kemiringan atap adalah 30 derajat. Lihat contoh gambar rumah dengan plafon dan kemiringan atap yang tinggi. Kelembaban Tinggi – Kelembaban tinggi beresiko pada tumbuhnya jamur, dan kayu yang mudah menjadi lapuk. Kelembaban tinggi dapat dikurangi dengan memaksimalkan sinar matahari. Upayakan agar semua ruang mendapatkan sinar matahari yang cukup dari berbagai arah. Daerah-daerah basah, seperti kamar mandi, dapur sebaiknya diletakkan ditempat yang mendapat akses sinar matahari langsung. Hindari posisi furniture yang menciptakan ruang-ruang lembab. Selain itu, sekarang ini sudah banyak dijual alat yang dapat menyerap kandungan air di dalam rumah. Alat semacam ini dapat mengurangi kelembaban udara. Kalau Anda mempunyai rumah di daerah-daerah dataran tinggi, seperti Bandung, Puncak, Bogor sebaiknya menggunakan alat pengurang kelembaban. Selain menghindari jamur, keluarga Anda pun akan merasa lebih sehat. http://annahape.com/
Senin, 11 Agustus 2008
Desain Rumah Tinggal: Apapun Gayanya, Arsitektur Rumah di Indonesia Mesti Cocok dengan Iklim Tropis
Diposting oleh Bizz di 12.01 1 komentar
Label: denah rumah, Desain Arsitektur, desain rumah, desain rumah idaman, Desain Rumah Minimalis, Desain Rumah Tinggal, Layout Rumah, rumah idaman, rumah minimalis
Kitchen Set, Design Kitchen Set, Layout atau Denah Kitchen Set. Apa saja yang sebaiknya Anda Tahu
Kalau Anda bangun rumah dan merencanakan kitchen set, tentu Anda perlu yakin bahwa desain kitchen set yang Anda buat akan sangat fungsional, efisien dan menyenangkan, dan secara fisik nyaman untuk bekerja. Mendapatkan kualitas cabinet serta perangkat dapur yang berkualitas tentu penting. Tetapi jauh lebih penting dalam desain rumah adalah mendesain tata letak dan serta dimensi ukuran yang tepat.
Nah sebelum Anda mendesain atau merenovasi Kitchen set idaman baiklah memperhatikan beberapa prinsip berikut.
Pertama, konsep tradisional: segitiga kerja (Work Triangle)
Para desainer umumnya sepakat bahwa ada tiga titik utama dari dapur yaitu: cleanup, mixing dan cooking. Cleanup atau tempat bersih-bersih meliputi, sink (dan mesin cuci piring), tempat untuk piring kotor, kran, tempat sabun, dan tempat piring-sendok-gelas, untuk kebutuhan rutin. Berdekatan dengan tempat bersih-bersih adalah kulkas.
Mixing atau tempat meracik harus ditata dan cukup dekat dengan alat masak yang paling sering dibutuhkan: pisau, talenan, manguk dan sebagainya. Cooking center meliputi kompor, serta tempat sementara untuk makanan panas. Kabinet untuk meletakkan bumbu, panci, penggorengan, diltekkan tidak jauh dari kompor.
Layout dapur idealnya menggambarkan relasi optimal antara sink (tempat cuci)+tempat meracik, kompor dan kulkas. Itu sebabnya relasi optimal ini disebut segitiga kerja. Idenya adalah kalau tiga hal ini berjarak terlalu jauh, pekerja dapur atau ibu rumah tangga harus bekerja lebih berat karena banyak langkah/jalan yang tidak berguna. Sebaliknya bila terlalu dekat, titik-titik kesibukan kerja dapur mungkin menjadi tumpang tindih.
Dalam sketsa di bawah saya memperlihatkan segitiga kerja dalam dapur berbentuk L, U, dan bentuk Galley.
Kedua konsep modern: multiple working centres
Dapur yang di desain lebih modern, memperkenalkan konsep island layout. Asumsinya adalah kebanyakan orang, karena kesibukan kerja, cenderung memilih makanan yang semi siap saja: bumbu jadi, makanan kaleng, makanan siap goreng atau rebus dan sebagainya.
Selain itu, keluarga modern cenderung beranggapan, siapa saja mestinya dapat bekerja di dapur. Tidak hanya ibu rumah tangga (atau pembantu rumah). Hal ini sejalan dengan perubahan peran suami-istri, dan kesetaraan pembagian kerja rumah tangga di antara anggota keluarga, Selain itu, dapur modern juga menambahkan satu fungsi dapur yaitu sebagai tempat saji, yaitu tempat untuk menata makanan panas yang selesai dimasak, sebelum disajikan ke meja makan. Atau juga tempat untuk memasak kue.
Dengan asumsi itu, para arsitektur rumah mengembangkan konsep islands layout. Pada layout ini counter top (top table: granit, marmer, takon dsb) diletakkan di tengah dan menciptakan ruang yang lebih banyak untuk meracik, menyiapkan makanan dsb.
Ketiga, standard layout
Di bawah ini saya tampilkan standard layout kitchen set dengan berbagai bentuk yang berbeda yaitu bentuk garis atau ”I” (one-wall), U, L, Island, Galley dan Peninsula.
Bentuk I adalah bentuk yang paling tidak ideal. Namun bila kondisi tidak memungkinkan, perhatikankah urutan standard layout dapur berbentuk I. Yaitu, lemari es, sink, tempat meracik dan kompor. Bentuk U adalah bentuk yang paling ideal. Karena bentuk ini mengkonsentrasikan area kerja dalam ruang yang kompak, dengan sedikit trafik. Sementara versi peninsula dan island, yang merupakan modifikasi bentuk U menambahkan aspek sosiabilitas, yang menghubungkan dapur dengan ruang makan atau ruang keluarga.
Bentuk L adalah bentuk yang sederhana dan efisien. Khususnya bila ruang dapur tidak memungkinkan bentuk U.
Layout Galley dapat efisien bila gang atau jarak antara kabinet, antara 1 sampai 1,5 m. Kerugian dari bentuk ini adalah bila gang itu juga dipakai untuk lalu lalang orang, yang dapat menganggu kesibukan orang di dapur. (Sumber Bacaan: Build Like a Pro: Remodeling a Kitchen, pp. 21-25). Baik juga Anda membaca tip 31 (kesalahan-kesalahan dalam mendesain kitchen set yang harus Anda hindari)
http://annahape.com/
Diposting oleh Bizz di 11.54 0 komentar
Label: dapur rumah, denah kitchen set, desain dapur, desain interior rumah, desain kitchen set, design dapur, interior design, Kitchen Set, layout kitchen set, Layout Rumah