Tampilkan postingan dengan label budidaya mutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya mutiara. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 September 2008

Sistem grading atau pengujian kualitas mutiara


Small South sea pearls (Gustaf's Collection)

Penentuan kualitas mutiara didasarkan pada standar kelas mutiara, namun secara umum mutiara ditentukan oleh: 1) ukuran mutiara, dimana makin besar ukurannya makin mahal. Perbedaan harganya bahkan sangat besar apabila ukuran diameter mutiara sudah berada di atas 7 milimeter, 2) bundar tidaknya mutiara, mutiara bundar cenderung disukai dengan demikian harganya cenderung lebih mahal, namun ada juga bentuk-bentuk tertentu seperti bentuk air mata yang juga diminati konsumen mutiara, 3) lustre mutiara, istilah untuk menggambarkan daya pantul mutiara terhadap obyek atau cahaya, 4) permukaannya tidak cacat, goresan atau bercak di permukaan menurunkan kualitas mutiara, dan 5) warna mutiara, warna pink banyak disukai orang Amerika, orang Eropa cenderung menyukai warna krem dan perak, orang Timur Tengah lebih banyak memilih warna krem dan emas sebagaimana juga orang Amerika Latin.

Beberapa langkah sebelum pengujian mutiara adalah dengan meyakinkan bahwa jual aksesoris mutiara atau grosir aksesoris mutiara itu palsu atau tidak? Karena harga mutiara relatif mahal sehingga kemungkinan pemalsuan juga dilakukan toko aksesoris gelang mutiara atau toko aksesoris kalung mutiara.Banyak cara yang dilakukan manusia untuk menghasilkan aksesori pakaian dari mutiara yang serupa dengan aslinya. Bahannya pun bervariasi dari jenis batuan tertentu, kaca, plastik, dan bahkan bagian dari cangkang kerang. Mutiara juga disortir apakah mutiara itu terbungkus nacre (nacreous) atau tidak (non nacreous)? Apakah mutiara itu terbentuk alami atau hasil budidaya? Mutiara yang terbungkus nacre adalah perhiasan mutiara yang umum beredar di pasaran toko aksesoris dan mayoritas adalah mutiara hasil budidaya. Sangat kecil kemungkinan mutiara alami (dan terbungkus nacre) beredar di pasaran dengan harga arkesoris murah. Sayangnya, masih sangat sulit membedakan antara mutiara yang tak terbungkus nacre dengan mutiara yang dibentuk dari cangkang kerang, karena keduanya memiliki komposisi yang sama.Namun peminat mutiara tanpa nacre memang masih sedikit disamping selama ini kegiatan budidayanya baru ddijajaki (khusus beberapa mutiara eksotis dari beberapa siput). Parameter tambahan lain yang jadi bahan pertimbangan pemilihan mutiara adalah dari mana mutiara itu berasal. Apakah mutiara itu adalah mutiara air tawar atau mutiara air laut? Pengelompokkan juga terjadi dalam produk mutiara laut, apakah mutiara itu adalah mutiara Akoya atau South sea atau Tahiti (yang beberapa kalangan juga menggolongkan sebagai bagian dari mutiara south sea)? Pengetahuan ini memang dibutuhkan mengingat mutiara air tawar relatif lebih murah dibandingkan mutiara air laut. Bahkan untuk mutiara air laut juga terdapat pengelompokkan harga menurut jenis mutiaranya, mutiara Akoya relatif lebih murah dibandingkan mutiara Tahiti dan apalagi South sea. Perbandingan harga mutiara dengan kualitas kilau yang sama antara mutiara Akoya dan South sea (misalnya) bisa sangat jauh apalagi dibandingkan antara mutiara South sea dan mutiara air tawar. Indonesia semestinya bersyukur karena mutiara South Sea banyak diproduksi dari perairan Indonesia. Walaupun sejauh ini nilai kualitas mutiara yang diproduksi masih lebih rendah dengan jenis mutiara sama yang diproduksi Australia.

Setelah melewati beberapa proses di atas, mutiarapun diuji menurut sistem grading yang berlaku. Ada dua pemahaman atau aliran yang selama dipakai untuk kualifikasi kelas mutiara: AAA-A (AAA kualitas terbaik, A kualitas buruk) dan A-D (A kualitas terbaik, D kualitas buruk). Sayang sekali fleksibilitas masih sangat tinggi dalam pengkategorian kelas mutiara. Pemahaman setiap orang berbeda-beda dalam menempatkan kelas mutiara dengan karakteristik tertentu ke kategori yang disarankan. Sederhananya, pihak X mengkategorikan sebuah mutiara memiliki kualitas AAA namun pihak Y mengkualifikasinya dalam kategori AA, dst. Bahkan ada penjual mutiara yang menambah-nambahkan dengan mengkategorikan mutiaranya sebagai AAAA atau AAA+ sehingga bahkan untuk dua aliran grading di atas (AAA-A dan A-D) sering diubah sekehendak hati. Kualifikasi menurut AAA-A adalah kualifikasi yang terbentuk lebih dahulu. Sistim kualifikasi ini banyak dipakai untuk mengkualifikasi mutaira Akoya dan mutiara air tawar. Mutiara akoya adalah mutiara air laut hasil budidaya pertama (lihat artikel lainnya). Sementara sistem kualifikasi A-D lebih dikenal sebagai sistem kualifikasi Tahitian karena awalnya dipakai untuk kualifikasi mutiara Tahiti dan akhirnya South Sea. Namun, kualifikasi AAA-A juga bukan hanya untuk mutiara Akoya dan mutiara air tawar tapi juga sering diaplikasikan ke jenis mutiara lain (Tahiti dan South sea).

Anda ingin mencari perhiasan mutiara, aksesoris perhiasan, grosir aksesoris mutiara, jual aksesoris mutiara, toko aksesoris online, atau toko perhiasan mutiara online ? Temukan semuanya di 88DB.com

http://mutiara-mutiara.blogspot.com

Sabtu, 19 Juli 2008

Memilih Aksesori Mutiara

Anggun dan klasik, kesan itulah yang terpancar dari perhiasan mutiara. Selain itu, mutiara juga ’serba cocok’ dipadupadankan dengan busana. Dengan gaun atau longdress, misalnya, mutiara seperti berjodoh. Namun dipasangkan dengan business suit pun, mutiara mampu memancarkan rona elegan.

Saat ini banyak orang yang melakukan budidaya mutiara. Bagi Anda yang berencana untuk membeli aksesoris mutiara (perhiasan, kalung mutiara, dll), ada baiknya simak dulu beberapa tips berikut ini:

* Putuskan dulu jenis mutiara apa yang anda inginkan: yang asli dengan warna natural (putih khas-red), mutiara berwarna, atau imitasi. Pilihan pertama tidak mudah dijumpai di sembarang toko, selain harganya juga lumayan. Sedangkan harga mutiara jenis terakhir relatif terjangkau, gampang dijumpai, tapi nilainya rendah.

* Lihatlah ukurannya. Ukuran mutiara berpengaruh pada harganya, semakin besar ukurannya, semakin mahal harganya (untuk mutiara asli). Begitu juga bentuknya: mutiara bulat lebih mahal ketimbang mutiara asimetris atau lonjong persegi.

* Jika ingin perhiasan mutiara yang Anda kenakan cocok dipadankan dengan seluruh busana yang Anda miliki, maka pilihlah mutiara warna natural, putih. Banyak pilihan warna mutiara saat ini, seperti kuning, hitam, dan abu-abu. Mutiara berwarna eksotis asli dari alam — umumnya kehitaman — harganya cukup mahal dan cocok untuk penampilan resmi Anda. Untuk penampilan sehari-hari dan disesuaikan dengan warna baju, Anda bisa memilih mutiara imitasi yang harganya lebih murah.

* Jika untaian mutiara menggunakan logam mulia, pilihlah paduan mutiara dengan emas putih. Penggunaan emas kuning membuat penampilan aksesori secara keseluruhan terkesan ‘meriah’, jauh dari kesan anggun dan elegan yang diharapkan.

Bagaimana membedakan mutiara imitasi dengan mutiara asli?

-Tes standar untuk mengukur otentiknya sebuah mutiara adalah dengan menggigitnya dengan gigi depan Anda. Mutiara asli akan terasa sedikit seperti pasir, sedang mutiara palsu terasa lembut dan halus.

-Lihat dan rasakan. Mutiara yang terlihat tanpa cacat, sangat sempurna bentuknya, dan selalu cemerlang ketika Anda timang-timang di tangan maka mutiara itu mungkin palsu.

-Lihat dengan kaca pembesar (loupe). Mutiara imitasi kelihatan berbutir-butir

-Mutiara yang harganya sangat murah bisa dipastikan palsu.

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action