Jumat, 12 Maret 2010

Desain Atap Tempat Parkir

Desain carport terdiri atas bagian lantai, dinding, dan struktur penahan atap, serta rangka penutup atap. Bagaimana struktur atapnya?

Struktur penahan rangka atap carport dapat dikategorikan menjadi tiga tipe:

Struktur yang berdiri sendiri: struktur berdiri sendiri dapat ditopang pada keempat titik utama, atau bisa juga hanya dengan dua titik utama dengan menggunakan sistem kantilever. Kolom-kolom penopang dapat dipilih dari kolom beton, kayu, besi, baja, atau kombinasi di antara material tersebut. Tampilan luar kolom dapat dipilih sesuai dengan konsep desain carport.

Struktur menempel sebagian: carport yang berada sangat dekat dengan bangunan utama akan memiliki keuntungan. Rangka atap dapat dibuat menempel dengan rumah. Cara ini membuat biaya konstruksi carport lebih hemat. Hanya dengan dua titik penopang, carport sudah cukup kokoh. Agar tampilan menarik, konstruksi atap carport sebaiknya menggunakan sistem dan material yang sejalan dengan konstruksi rumah serta fasad utama.

Struktur gantung: struktur gantung merupakan struktur kantilever dengan sling besi ataupun sling baja. Sistem ini memungkinkan penutup atap menggantung bebas tanpa membutuhkan kolom tambahan. Diperlukan material yang ringan untuk rangka atap dan penutupnya. Desain carport semacam ini biasanya menggunakan jenis atap datar.

Beragam contoh atap carport juga ada di rumah dijual di Jakarta Selatan dari rumahdanproperti[.]com.

Kamis, 11 Maret 2010

Ruko Murah Sesuai Harga Pasaran

Saat ini banyak pengusaha membangun Ruko, dan ini terus berlanjut. Terdapat ruko yang konon habis terjual, namun setelah itu tidak terlihat aktivitas apapun, dilain pihak terdapat ruko yang terjual sebagian tetapi langsung terlihat kesibukan “usaha”. Jangan sampai anda mengeluh dan kecewa setelah membeli ruko “mau saya apakan ruko ini” atau “untuk usaha apa ruko ini”. Bagaimana cari ruko yang tepat?

Berikut ini panduan sederhana:

Pastikan (terlebih dahulu) usaha anda, apakah berupa jasa yang berhubungan dengan banyak orang, ataukah sekedar kantor administratif, distributor, toko kelontong dan lain-lain.

Lokasi adalah hal yang sangat berpengaruh besar terhadap nilai awal (nilai pembelian – nilai perolehan) maupun nilai jual sekundernya (investasi). Apabila peruntukannya sekedar kantor administratif, sedangkan tempat usaha mungkin di lokasi yang berlainan, tida perlu di lokasi utama, misalnya di pinggir jalan utama, barangkali di lapis kedua (barisan kedua) sudah memadai. Demikian juga apabila berupa distribusi atau jasa, suatu keharusan untuk mudah dijangkau banyak orang, sehingga ada baiknya apabila mencari ruko di pinggir jalan protokol.

Aspek legal. Saat beli ruko perhatikan surat-surat (SHM, HGB) dan perijinannya (IMB). Apagila HGBm perhatikan kapan berakhirnya, karena penting untuk menentukan langkah selanjutnya. Tidak ada salahnya di konfirmasi ke instansi terkait. Tentunya anda tidak ingin setelah terjadinya transaksi timbul masalah di kemudian hari bukan?

Harga. Sesuaikan dengan anggaran anda. Perhatikanlah harga pasaran tanah dan biaya pembangunan. Hitung kewajiban perpajakan (BBHTB, PPn), Administrasi (Akte Jual Beli, Balik Nama). Lakukan penawaran (ruko sekunder) atau meminta diskon khusus (ruko primer Baru).

Perhatikan Lingkungan, apabila anda akan membuka bengkel sepeda motor atau mobil, tentunya tidak tepat apabila membeli ruko yang berdekatan dengan pemukiman. Yang juga penting, bebas banjir! Perhatikan apakan di daerah cekungan, prediksi kondisi beberapa tahun kedepan dengan memperhatikan aktivitas pengembangan sekitar lokasi, bisa jadi saat ini bebar banjir, beberapa tahun kedepan menjadi kebanjiran. Atau bebas banjir tetapi diatas ataupun di lereng pebukitan? Perhatikan “Kemudahan klien untuk mendatangi tempat usaha anda.

Area Parkir, apabila diperuntukkan sebagai tempat tinggal sementara area parkir 1 mobil cukup. Tetapi akan berbeda apabila “pelanggan” banyak, tentunya perlu tempat parkir yang lebih leluasa.

Rabu, 10 Maret 2010

Mahalnya Harga Tanah di Surabaya

Pembangunan rumah susun di Surabaya berjalan di tempat. Para pengembang kurang berminat membangun apartemen rusunami bagi masyarakat ekonomi bawah karena harga lahan tanah di perkotaan yang mahal, sementara nilai jual rumah susun dipatok maksimal hanya Rp 144 juta per unit.

“Berulang kali Menteri Negara Perumahan Rakyat hingga Wakil Presiden memerintahkan para pengembang untuk membangun apartemen rusunami milik (rusunami) bagi masyarakat ekonomi bawah di Surabaya. Tapi, tak ada pengembang yang tertarik,” kata Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur Nur Wakhid, Senin (1/3) di Surabaya.

Menurut Nur Wakhid, ketidaktertarikan para pengembang beralasan. Masalahnya, dengan harga patokan rusunami Surabaya Rp 144 juta per unit, para pengembang kesulitan membangun karena mahalnya lahan tanah di tengah kota. Selain itu, minat masyarakat Kota Surabaya terhadap hunian berkonsep vertikal sangat kurang.

Persyaratan pembangunan rusunami sama tak ada bedanya dengan pembangunan rumah susun komersial. “Padahal, harganya bertaut sangat jauh. Jika harga rusunami Rp 144 juta per unit, harga rumah susun komersial bisa mencapai Rp 400 juta hingga Rp 1 miliar,” ucapnya.

Dengan harga rusunami Rp 144 juta per unit, masyarakat Surabaya cenderung memilih membeli rumah dijual Surabaya berkonsep horisontal (landed house) dengan tipe 36 hingga 40. Karena itu, banyak warga Surabaya yang akhirnya membeli rumah di pinggiran kota atau di beberapa daerah dekat Surabaya seperti Sidoarjo dan Gresik.

Bergeser ke daerah pinggiran

Semakin minimnya fasilitas pemukiman serta mahalnya lahan tanah di Kota Surabaya mengakibatkan para pengembang cenderung membangun rumah dijual Surabaya di kawasan pinggiran. Hal ini terlihat dari volume pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) di Jatim sebanyak 12.500 unit tahun 2009 lalu.

Tahun ini, pembangunan RSH di Jatim ditargetkan mencapai 20.000 unit atau sekitar 13 persen dari total pembangunan RSH secara nasional sebanyak 150.000 unit. “Masyarakat lebih memilih RSH karena harganya sebesar Rp 55 juta per unit lebih terjangkau,” kata Nur Wakhid.

Untuk pembangunan rusunami Surabaya, bulan Mei mendatang Pemprov Jatim mentargetkan pembangunan rusunami di daerah Jambangan, Surabaya selesai. Sejak tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim membangun 2,5 twin blocks berkapasitas 240 keluarga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim Budi Susilo menyatakan, pembangunan rusun berukuran 28 meter persegi dengan lima lantai itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 30 miliar . Rencananya, rusunami ini diperuntukkan bagi warga penghuni strenkali Surabaya.

Sampai akhir 2009 lalu backlog perumahan di Jatim mencapai 535.000 unit. Keterbatasan lahan menja di penghambat utama penyediaan pemukiman. Setiap tahun kebutuhan rumah di Jatim bertambah 24.000 unit, termasuk di Kota Surabaya.

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action