Tampilkan postingan dengan label video rekaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label video rekaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2008

Tips Pengambilan Foto Dokumentasi Kegiatan LDK


Dalam melakukan kegiatannya, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) niscaya membutuhkan dokumentasi. Manfaat dari dokumentasi acara bisa bermacam-macam, antara lain untuk dilampirkan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) panitia, laporan ke donatur, untuk dimuat di media (media pers internal maupun eksternal), pameran/ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus, campaign kit rekruitmen, presentasi UKM, dsb. Dokumentasi bisa berbentuk video rekaman atau foto kegiatan. Dan berikut ini adalah beberapa tips dalam pengambilan foto dokumentasi kegiatan LDK:

Follow up:

1. Pastikan ada koordinator yang bertanggungjawab khusus untuk pendokumentasian pada setiap kepanitiaan sebuah kegiatan LDK.

2. Pilih orang yang memang memiliki kemampuan dalam seni fotografi ke dalam sie dokumentasi panitia, agar foto yang dihasilkan bagus. Ini adalah salah satu pentingnya LDK melakukan rekruitmen mahasiswa yang memiliki hobi fotografi. Jika tidak ada, carilah yang bisa menggunakan kamera dan mengambil foto dengan baik.

3. Sie dokumentasi harus me-list daftar momen-momen yang akan dipotret. Mulai dari awal kegiatan, proses kegiatan, hingga selesainya kegiatan. Jangan sampai ada yang terlewat.

4. Ambil foto pada setiap momen dalam kegiatan tersebut. Karena momen itu tidak akan terulang kembali. Khususnya momen-momen bersejarah, misalnya peresmian sesuatu, peluncuran sesuatu, pelantikan, pembacaan sumpah pengurus, penyerahan plakat kenang-kenangan ke pembicara, dsb.

5. Selain itu panitia sie dokumentasi juga harus me-list daftar orang-orang yang akan diambil fotonya. Misalnya ketua panitia, tokoh nasional, tokoh universitas, ADK yang mau "ditokohkan" atau mau diangkat ke publik, dsb.

6. Selain momen dan tokoh di atas, beberapa hal yang juga perlu diambil fotonya, antara lain:

- Gedung/lokasi/rumah tempat kegiatan

- Suasana ruangan

- Suasana audiens/peserta acara

- Suasana kegiatan

- Simbol-simbol LDK, kampus, bendera, spanduk acara, dll

-. dsb.

7. Pengambilan foto tokoh tertentu, dengan mengambil sudut/angle sedemikian rupa sehingga latar belakangnya tampak jelas simbol kegiatan. Misalnya berlatar belakang baliho acara kegiatan, spanduk kegiatan, logo kegiatan, bendera, atau bentuk simbol lainnya. Sehingga foto tersebut dapat menceritakan kejadiannya dengan seribu bahasa.

8. Foto kegiatan LDK yang diambil harus bisa menggambarkan bahwa Islam itu identik dengan ketaqwaan, kreatifitas, dan kecerdasan. Sesuai dengan motto situs Hudzaifah.org ini: "Bertaqwa, Kreatif, dan Cerdas", sebagai gambaran bahwa dakwah kampus itu meliputi ranah da'wah, akademik, dan siyasi.

9. Potretlah momen pada saat acara selesai, misalnya foto bersama panitia (atau bisa juga dengan pembicara) dengan latar belakang spanduk acara, baliho, dsb.

10. Gunakan teknik pengambilan foto yang baik. Bisa belajar dari yang jago seni fotografi atau belajar dari buku yang memaparkan teknik-teknik foto, karena pengambilan foto bisa bermacam-macam teknik, ada foto jurnalistik, foto artistik, foto dokumentasi, dsb.

11. Kumpulkan semua hasil foto yang telah diambil dalam satu album. Setiap kegiatan gunakan album tersendiri. Di album tersebut, tulis nama kegiatannya, tanggal, lokasi, siapa yang hadir, dsb. Lebih bagus lagi kalau di-CD-kan, apalagi jika menggunakan kamera digital. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat digunakan dengan segera.

Demikian tips singkat ini. Anda juga bisa tambahkan dengan tips lainnya. Selamat memotret.

source : http://www.hdn.or.id

Sabtu, 28 Juni 2008

Tip dan Trik Membuat Profesional Video dengan Camcorder

Sekarang sudah tidak aneh lagi melihat orang menenteng-nenteng kamera video di berbagai acara. Yup, perangkat ini tidak lagi didominasi oleh para profesional dan sineas saja. Dengan desain yang semakin minimalis dan kompak, plus fitur dan fungsi yang mudah dioperasikan, kamera video semakin ’ramah’ bagi pengguna amatir dan pehobi videography. Salah satu kamera video portable yang marak saat ini adalah camcorder. Yaitu kamera sekaligus video recorder. Perangkat ini merupakan kamera video tipe digital yang hadir dalam berbagai ukuran dan kemampuan. Jika Anda baru membeli camcorder atau sedang mencoba hobi videography menggunakan perangkat ini, berikut langkah-langkah untuk membuat video yang tidak terlihat ’biasa ’ dan ’amatiran’. 1. Gunakan tripod Meski camcorder Anda dilengkapi built-in image stabilization, sebaiknya Anda menggunakan tripod untuk menjaga kestabilan camcorder sehingga dapat menghasilkan gambar video yang lebih baik dan tidak shaky 2. Panning, zooming, dan gerakan lainnya Salah satu kesalahan dalam pembuatan video adalah perekaman satu scene yang terlalu lama atau sebaliknya perpindahan antar scene yang terlalu cepat. Rekam subyek Anda selama 10-20 detik, stop dan ambil gambar yang lain. Saat melakukan panning dan zooming, lakukan secara pelan, smooth dan tidak tergesa-gesa. Ini akan membuat video lebih nyaman ditonton. 3. Mengatur komposisi Sebelum merekam, perhatikan posisi subyek dan latarnya, apakah sudah sesuai dengan keinginan. Lakukan seperti halnya sedang memotret. Sebagai panduan, gunakan The Rule of Thirds. Yaitu membayangkan layar dibagi menjadi tiga bidang horisontal dan vertikal. Pastikan subyek yang akan direkam berada pada salah satu dari 4 titik potong antara garis horisontal dan vertikal tersebut. Ini akan membuat tampilan menjadi lebih dinamis, terutama saat Anda membuat video interview atau melakukan close up. Tentu saja, ini bukan harga mati, karena Anda juga bebas untuk membuat kompisisi kreatif lainnya. 4. Gunakan cahaya Sebagian besar camcorder tidak dapat menghasilkan gambar yang bagus jika pada saat perekaman minim pencahayaan. Untuk mengatasinya, Anda dapat memanfaatkan cahaya alam dengan melakukan syuting outdoor. Untuk hasil lebih baik, sebaiknya Anda melakukan syuting outdoor di pagi atau sore hari, ketika matahari tidak terlalu tinggi. Jika tetap harus melakukan syuting indoor, pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang memadai. Seperti dengan membuka jendela, menyalakan lampu, dan menggunakan built-in light pada camcorder.5. Video Rekaman haruslah bercerita Video yang baik harus memiliki alur cerita yang utuh, yaitu pembuka, isi dan penutup. Maka sebaiknya sebelum melakukan perekaman, Anda sudah memiliki rencana apa saja yang akan direkam dalam bentuk storyboard sederhana. 6. Jangan lupa, perawatan! Terakhir adalah merawat camcorder agar tidak mudah rusak sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Bersihkan lensa dan layar dengan lap khusus yang lembut. Hindari dari panas, pasir, air dan udara yang lembab. Dan letakkan pada tempat yang aman agar tidak jatuh. Jika rusak, segera perbaiki di layanan perbaikan resmi.
7.Lebih baik jika anda belum mahir banget, ikutilah kursus atau konsultasi dengan ahli video rekaman atau juga gunakanlah jasa Video Recording yang profesional, sehingga rekaman acara anda akan mendaptkan hasil terbaik

source : http://www.kalasanmultimedia.com/

Tips membuat Video Amatir

Kemarin pergi ke sebuah perusahaan untuk melakukan kegiatan videografi dan fotografi. dan kami mengikuti seminar mengenai tehnik melakukan video recording. Beberapa tips untuk membuat video yang baik (dengan asumsi, kita telah memiliki alat untuk merekam, apapun itu, bahkan handphone hehe):

1. Siapkan StoryBoard. Story board ini kayak gambar-gambar yang menyusun cerita pada video rekaman. Dengan membuat storyboard, kita jadi punya pegangan scene apa yang masih kurang/belum kita take.
2. Sebelum pengambilan gambar, pakai baju yang nyaman dan banyak kantongnya, berguna untuk menyimpan perlengkapan kamera
3. Pakai Tripod. Penting.
4. Rekam 3 shoot penting. Wide Shot, mengambil gambar lokasi. Medium Shot, mengambil sebagian object yang sedang beraksi, misal abang gorengan. Close Up, mengambil bagian yang spesifik, misal, tangan abang gorengan yang lagi menggoreng.
5. Jangan pake zoom
6. Rekam any object at least dalam 10 detik
7. Kalo mau rekam video interview, video keluarga, video klip, video pernikahan dan lainya, usahakan memposisikan kamera video dengan tepat dan benar.

8. Edit video rekaman. Selesai!

source : http://www.salsabeela.com/

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action